Minggu, 30 Desember 2018

Plt Gubernur Aceh Resmikan Laboratorium Komputer SMAN 19

ACEH TENGAH--- Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah,MT meresmikan laboratorium SMAN 19  Aceh Tengah, pada Minggu (30/12).

Dalam kesempatan peresmian laboratorium komputer tersebut, Nova Iriansyah turut  menyerahkan bantua komputer dan buku tulis untuk SD dan SMP di Pameue, yang merupakan termasuk daerah terpencil.

Sekolah yang mendapatkan bantuan, SMPN 28 dan SMPN 38 masing-masing mendapat 3 unit dan 4 unit komputer, sedang SDN 1, SDN 7,  dan SDN 10 masing-masing  satu  unit komputer ditambah 2320 buku tulis.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berpesan kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan komputer yang ada untuk peningkatan kualitas pendidikan. "Sekolah boleh terpencil tapi fasilitas apa yang ada di sekolah kota sudah ada disini tinggal kemauan untuk berbuat saja," kata Plt Gubernur.

"Sekolah perlu dijaga, dihiasi  penghijauan, dan menanam  bunga. Disini cocok dengan kondisi daerah dingin dan pengunungan. Jangan biarkan sekolah gersang," pinta Nova.

Sementara itu Kadisdik  Aceh, Syaridin MPd  berharap semoga fasilitas laboratorium komputer tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kemampuan siswa dalam hal IT di samping itu juga untuk keperluan UNBK.

"Bantuan komputer untuk SD dan SMP semoga dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi sekolah dan kebutuhan guru dalam proses belajar mengajar," ujar Syaridin.

Dalam kesempatan itu turut hadir staf ahli Disdik Aceh, Kepala Cabang Dinas Aceh Tengah, rombongan plt Gubernur dan jajaran Disdik Aceh lainnya.

Kontributor Abdul Hamid
Editor Rusdi

SMP dan SD di Pameue Dapat Bantuan Komputer

ACEH TENGAH--- Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah,MT berkunjung ke daerah  Pameue yang merupakan  salah satu daerah terpencil di kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (30/12).

Daerah memiliki fasilitas pendidikan sangat terbatas. Pameue hanya ada 3 sekolah dasar dan 1 SMP.

Daerah tertinggal ini mendapat kunjungan orang nomor satu Aceh. Untuk menerobos hutan belantara Plt gubernur Aceh dengan menggunakan motor gede (moge).

Dalam kunjungannya tersebut  memberikan bantuan sepuluh  komputer dan 2320 butuh tulis kepada siswa pameue.

Kegiatan penyerahan dilakukan di SMA 19 Takengon  bersamaan acara peresmian Laboratorium Komputer sekolah tersebut.

Sekolah yang mendapatkan bantuan, SMPN 28 dan SMPN 38 masing-masing mendapat 3 unit dan 4 unit komputer, sedang SDN 1, SDN 7,  dan SDN 10 masing-masing  satu  unit komputer ditambah 2320 buku tulis.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berpesan kepada kepala sekolah untuk memanfaatkan komputer yang ada untuk peningkatan kualitas pendidikan. "Sekolah boleh terpencil tapi fasilitas apa yang ada di sekolah kota sudah ada disini tinggal kemauan untuk berbuat saja," kata Plt Gubernur.

"Sekolah perlu dijaga, dihiasi  penghijauan, dan menanam  bunga. Disini cocok dengan kondisi daerah dingin dan pengunungan. Jangan biarkan sekolah gersang," pinta Nova.

Sementara itu Kadisdik  Aceh, Syaridin MPd  berharap semoga fasilitas laboratorium komputer tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kemampuan siswa dalam hal IT di samping itu juga untuk keperluan UNBK.

"Bantuan komputer untuk SD dan SMP semoga dapat digunakan untuk kebutuhan administrasi sekolah dan kebutuhan guru dalam proses belajar mengajar," ujar Syaridin.

Dalam kesempatan itu turut hadir staf ahli Disdik Aceh, Kepala Cabang Dinas Aceh Tengah, rombongan plt Gubernur dan jajaran Disdik Aceh lainnya.

Kontributor Abdul Hamid
Editor Rusdi

Jumat, 28 Desember 2018

Kadisdik Syaridin Tutup PII Tengah Malam

ACEH TENGAH--Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Syaridin MPd  menutup kegiatan Leadership Basic Training (LBT) bagi siswa SMA dan SMK Aceh Tengah dan Bener Meriah pada Jumat (28/12/2018) malam di SMAN 9 Takengon.

Kegiatan  LBT  yang  dilaksanakan  oleh pengurus PII Aceh di SMA 9 Takengon  yang dimulai sejak 24 Desember lalu.

Kadisdik Aceh menyampaikan PII adalah organisasi yang legal dan  telah melahirkan banyak pejabat Aceh.

Syaridin juga membakar semangat peserta dengan memperkenalkan dirinya juga bagian dari  keluarga besar PII.

Syaridin  menyampaikan terimakasih kepada kepala SMAN 9 yang telah menyediakan tempat untuk kegiatan ini.  "Kegiatan seperti ini harus mendapat perhatian khusus agar siswa kita lebih siap dalam masyarakat dan mereka  butuh ilmu mengurus diri dan orang lain, maka program inilah yang perlu dikembangkan," tegas Syaridin.

Ketua panitia, Hamdan mengatakan  peserta  LBT berjumlah 54 orang dari berbagai SMA dan SMK dalam cabang dinas pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sementara Ketua PII Aceh Tengah Juandi  menyampaikan harapan kepada para  peserta bahwa dengan pelatihan ini akan menjadi kader kader PII yang baik dan menjadi teladan untuk teman-temannya di sekolah.

Kegiatan ini digagas oleh PII Aceh tengah bersama PLT kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, Abdul Hamid SPd MPd.

Abdul Hamid menyampaikan terimakasih kepada kepala Dinas Pendidikan Aceh  yang telah bersedia hadir menutup kegiatan walau capek perjalanan  yang sangat jauh dari kota Takengon namun tetap  bersedia hadir, walaupun acaranya di malam hari.

Penulis  : Rusydi

Kamis, 27 Desember 2018

LAUNCHING SEULAWAH AGRO TECHNOPARK SMK-PP NEGERI SAREE

Saree. Gureacehnews. Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Launching Technopark yang diberi nama Seulawah Agro di Saree, (27/12/18).

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Kepala SMK se Aceh Besar, Pengawas Sekolah, perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang telah bekerjasama dengan SMK-PP Negeri Saree diantaranya ; PT. East-West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), Nozy Juice Banda Aceh, PT. Sang Hyang Seri, CV. Aceh Tani Lestari, serta juga dihadiri seluruh pegawai SMK-PP Negeri Saree.

Muhammad Amin, SP.MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree dalam laporannya mengatakan bahwa program Technopark ini merupakan salah satu program revitalisasi SMK yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud sesuai amanah Inpres no 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Program Technopark di SMK dicanangkan sebagai pusat dari beberapa Teaching Factory di SMK (“hub”) yang menghubungkan dunia pendidikan (SMK) dengan dunia industri dan instansi yang relevan untuk bekerja sama dengan Teaching Factory di SMK. Technopark akan menjadi “Think-Thank” SMK dalam pengembangan Teaching Factory yang harus mampu menyesuaikan perkembangan industri yang pesat. Technopark juga akan mempromosikan potensi daerah yang relevan untuk pengembangan ekonomi daerah dan sekaligus mempermudah komunikasi dengan dunia industri.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A. Hanan, SP.,MM dalam sambutan sambutannya menyatakan bahwa sangat senang dan bangga atas kegiatan Launching Technopark oleh SMK-PP Negeri Saree, ini merupakan salah satu usaha dalam berinovasi bidang pertanian. Ini menjadi penting karena sekolah berada dalam kawasan Saree, yang notabene nya adalah kawasan atau daerah pertanian. Disini merupakan sentra sayur, ubi-ubian, dan ketela. Tahun 2019 Distanbun Aceh akan menjadikan Saree sebagai sentra Alpukat dimana akan ditanam lebih kurang 150 Ha Alpukat. Nantinya ini menjadi peluang bagi sekolah dan masyarakat sekitar sebagai penggerak ekonomi baru.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh mengharap kepada ke 3 SMK-PP Negeri Aceh ; Saree, Bireuen, dan Kutacane untuk terus berinovasi dalam pengelolaan pendidikan dan wirausaha. Kemudian A.Hanan juga mengarahkan SMK-PP Negeri Saree untuk dapat memberi konstribusi nyata kepada masyarakat dengan cara membina dan melatih kelompok-kelompok tani yang ada di Saree. Sehingga dapat memberi manfaat yang lebih nyata.

Akhirnya, semoga Seulawah Agro Technopark ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam menjalankan fungsinya di masa depan, begitu harapnya ketika meresmikan dan menggunting pita di Galery Seulawah Agro Technopark.

Saree, 27 Desember 2018
Wakasek Humas dan Kerjasama
SMK-PP Negeri Saree.

Rabu, 26 Desember 2018

SMAN 8 TAKENGON RAIH JUARA SEKOLAH

GUREE NEWS. BANDA ACEH. Pada penilaian Lomba Sekolah Sehat SMA tingkat Provinsi Aceh tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh, SMAN 8 Takengon Kabupaten Aceh Tengah meraih juara pertama.

Sementara SMAN 1 Bireuen, Kabupaten Bireuen meraih juara kedua. Sedangkan juara ketiga diraih oleh SMAN 1 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.

Penyerahan hadiah berupa thropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd di Opp Room Disdik Aceh, Rabu (26/12/2018).

Hadir dalam acara penyerahan hadiah itu Kepala Bidang SMA dan PKLK, Zulkifli M Pd, Ketua Panitia, Drs Saifuddin Kasie PAI Kankemenag Aceh, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Bireuen dan Aceh Besar serta staff pada jajaran Dinas Pendidikan Aceh.

Prosesi penyerahan hadiah diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Takengon, Drs Ali Makhudi, Kepala SMAN 1 Bireuen, Hamdani M Pd, Kepala SMAN 1 Lhoknga,  Elly Suzana S Pd dan di dampingi oleh Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan masing-masing daerah.

Panitia pelaksana, Drs Saifuddin dalam laporannya menyampaikan, penilaian sekolah sehat SMA tingkat Provinsi Aceh tahun 2018 ini dilakukan dengan melakukan verifikasi dengan menurunkan tim ke kabupaten/kota.

"Diharapakan bagi SMA yang meraih juara pertama tahun ini yang akan mewakili Aceh ke tingkat nasional pada tahun 2019 mendatang, dapat meraih prestasi pada level nasional," ujar Saifuddin.

Semenatara Kadisdik Aceh, Syaridin M Pd mengharapkan prestasi yang diraih oleh SMA yang meraih juara penilaian sekolah sehat bukan sebatas hanya menerima hadiah semata, namun yang lebih penting bisa memotivasi sekolah lain agar secara bersama-sama membenahi sekolah di daerah untuk lebih baik, ujarnya.

Syaridin menghimbau agar semua sekolah melestarikan lingkungan sekolah melalui penghijauan dengan menanam pohon serta menjaga kebersihan sekolah agar bersih dan nyaman, pintanya.

Laporan : Baihaki

Minggu, 23 Desember 2018

SYARIDIN dan SEMANGAT KEKELUARGAAN MEMBANGUN PENDIDIKAN ACEH

GUREE NEWS. BANDA ACEH. Menjelang akhir tahun 2018, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan kegiatan Outbond yang mengambil lokasi di objek wisata Taman Rusa Sibreh, Aceh Besar. Minggu (23/12).

Kegiatan Outbond itu di ikuti oleh kepala dinas, kepala bidang, kepala sub bagian, kepala seksie dan semua staff pada jajaran Dinas Pendidikan Aceh.

Selain itu turut hadir Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh dari beberapa kabupaten/kota, Ketua MKKS SMA dan SMA Provinsi Aceh serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan Outbond yang berlangsung dari pagi hingga jelang sore berlangsung meriah. Selain diadakan berbagai macam permainan yang langsung melibatkan kepala dinas, kepala bidang dan para staff di Dinas Pendidikan Aceh, selain itu menampilkan beberapa hiburan lainnya yang ditampilkan oleh Group Marching Band Handayani.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Outbond yang pertama sekali dilaksanakan pada tahun 2018 ini.

"Outbond merupakan bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi lebih efektif dan menghibur," ujar Syaridin.

Disamping itu kata Syaridin, kegiatan Outbond ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif.

Syaridin juga menyampaikan, kegiatan semacam ini agar setiap tahun dilaksanakan dengan tempat yang berbeda agar terjalin semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kebersamaan, ujarnya.

"Disini tidak terlihat adanya jarak pemisah antara bawahan dengan atasan, semua kita berbaur menjadi satu. Sehingga dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan kita akan meningkatkan motivasi kerja," imbuh Syaridin.

Memasuki tahun 2019 sambung Syaridin, jadikan kegiatan Outbond ini sebagai contoh bagaimana kita membangun kekompakan dalam team work, sehingga visi dan misi Dinas Pendidikan Aceh dapat kita wujudkan sebagai cita-cita mulia seperti yang kita harapkan semua," pungkasnya.

Penulis : Baihaki

Selasa, 18 Desember 2018

Aceh Raih Emas di FLS SMK Tingkat Nasional

Jakarta. Festival Literasi Sekolah (FLS) SMK tingkat Nasional tahun 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Bogor selesai dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 30 Oktober 2018 dipusatkan di gedung Kemendikbud Jakarta dan The Mirah Hotel Bogor, ditutup oleh Direktur pembinaan SMK Kemendikbud Dr.Bahrum. untuk tingkat SMK, lomba yang diperlombakan meliputi Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi, Cerita Kearifan Vokasi Nusantara, Pojok Baca Vokasi dan Moda Literasi Vokasi Bergerak. Kegiatan FLS SMK tahun 2018 tingkat Nasional, selain kegiatan lomba siswa juga dirangkai dengan kegiatan apresiasi seni, pameran Literasi, bedah buku, dan Diskusi seputar pengembangan Literasi di Indonesia.

Aceh pada tahun 2018 mengirim 6 perwakilan, untuk mengikuti 4 bidang yang dilombakan pada grand final FLS. Ke enam siswa tersebut berasal dari SMKN 1 Al Mubarkeya, SMKN Taman Fajar, SMKN 1 Takengon dan SMKN 1 Bendahara. Para siswa yang mewakili Aceh merupakan masing-masing pemenang tingkat Provinsi. Setelah melewati berbagai proses seleksi mulai tingkat provinsi, kemudian tingkat Nasional secara daring, ke enam siswa tersebut lolos 10 besar Nasional dan berhak mengikuti grand final di Jakarta.

Setelah melewati rangkaian penilaian yang dilakukan oleh dewan juri Nasional, akhirnya perwakilan Aceh pada bidang Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi berhasil menjadi juara 1. Siswa yang berhasil meraih juara 1 tersebut atas nama Rajawali Saputra dan Elvia Yunda dari SMKN 1 Takengon, sedangkan untuk juara 2 diraih oleh perwakilan Sumatra Barat dan juara ke 3 dari perwakilan DKI Jakarta.

Karya buku elektronik yang diciptakan oleh perwakilan Aceh mengangkat judul tentang "Pengusaha Kopi Sukses". Buku tersebut menceritakan tentang seorang pengusaha kopi yang sukses mengelola usahanya. Ide mengangkat judul buku tersebut disesuaikan dengan tokoh vokasi yang mampu membangun ekonomi masyarakat serta memilki motivasi enterpreneur.

Direktur pembinaan SMK ketika menutup acara memberikan apresiasi yang luar biasa untuk karya-karya siswa SMK. Kita akan terus berusaha memberikan kesempatan dan peluang bagi siswa SMK di seluruh Indonesia untuk dapat berkarya, apalagi menghadapi era Industri 4.0 lulusan SMK harus literat. sebutnya

Juara bidang lomba lainnya, untuk bidang Cerita Kearifan Vokasi Nusantara juara 1 diraih Jawa Tengah, juara 2 Bali, dan juara 3 Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk bidang lomba Sudut Baca Vokasi, juara 1 diraih oleh Riau, Juara 2 Jawa Barat dan juara 3 Jawa Timur. Pada bidang lomba Moda Literasi Vokasi Bergerak juara 1 diraih oleh Jawa Barat, juara 2 Sumatra Selatan dan juara 3 Nusa Tenggara Barat.

Kontributor .Jakarta. fitriadi

KKM standar yang subyektif

KKM LAGI
==========

Entah yang keberapa saya menulis tentang KKM ini. Ki ini saya menulis lagi. Saya ingin memberikan alasan tentang peninjauan kembali tentang KKM.

KKM itu sejatinya adalah standar dan standar itu memang perlu dalam dunia apa pun, karena itu untuk menjaga mutu.  Namun konsep KKM selama ini sudah melenceng. KKM ditentukan tanpa analisis. Bila ditentukan dengan analisis, anisisnya pun pakai "kira-kira".

KKM itu memang harus, namun kembalikan KKM seperti dulu, yaitu KKM tetap dan berlaku nasional. Saya memilih angka 56 sebagai KKM. Mengapa? Berikut ini saya paparkan alasan-alasannya.
1. KKM berdasarkan analisis daya dukung, intake dan kompleksitas itu tdk bisa diterapkan. Mengapa? Penentuan nilai-nilainya semua serba kira-kira (subyektif). Misal menentukan daya dukung sedang itu kira-kira. Oleh karena itu hasil hitungan KKM itu kira-kira. Apalagi bila ada "pesanan", penentuan KKM akan melenceng.
2. Saya memilih KKM 56 itu berdasarkan telaah saya dari batas tuntas nilai UN dan batas tuntas (nilai C) di perguruan tinggi yg berkisar 56 serta batas tuntas sekolah di luar negeri. Batas tuntas itu tdk ditetapksn seperti kriteria KKM. Batas 56 itu dari dulu hingga sekarang tdk pernah bergeser atau sedikit saja bila bergeser.

Lihat betapa manisnya KKM 56
56 - 70 : C
71 - 85 : B
86 - 100 : A
Lo kok manis? Ya karena panjang rentangan rata = 15. Siswa dpt nilai A tdk susah.
Bandingkan untk KKM 75. Seperti ini rentanganya
75 - 82 : C
83 - 90 : B
91 - 100 : A
Siswa dpt nilai A susah karena hrus 91. Bukan begitu pak Pawiro Untung?

Jadi kembalikan KKM seperti dulu fix berlaku nasional. Dulu itu KKM adalah 6 skala 10 berlaku nasional. Masalah istilah terserah, KKM, SKBM, batas tuntas, batas minimal atau tanpa istilah juga gak apa-apa.

Akun FB Fatur guru matematika SMA 1 tanjung Lombok yang di bagikan oleh pak Agung Wibowo guru saya

Senin, 17 Desember 2018

Aceh Berhasil Perangi Buta Aksara Secara Nasional

IDI-Tingkat buta aksara terbanyak di Aceh hingga tahun 2018 ini berkisar 1,75 persen dan itupun berada di wilayah pedesaan. namun demikian jika diukur secara nasional, provinsi ini berhasil memerangi buta aksara.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, saat membaca sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 tahun 2018, yang berlangsung, Sabtu (15/12/2018), di Lapangan Pusat Pemerintahan Pemkab Aceh Timur.

"Meski demikian, upaya kita menghapus buta aksara akan terus ditingkatkan agar dalam dua tahun ke depan agar Aceh bebas dari buta aksara," katanya. 

Untuk itu, katanya lagi, perlu dukungan dari pihak dalam rangka memperkuat tekad melawan buta huruf di provinsi Aceh ini, sehingga upaya mencerdaskan rakyat dapat terwujud.

"Dalam rangka memperkuat semangat melawan buta aksara itu, pada peringatan hari Buta Aksara Internasional tahun ini kita peringati dengan berbagai kegiatan ilmiah, termasuk pameran literasi. Hal ini sejalan dengan tema hari Aksara Internasional yang kali ini mengusung topic, Literacy and skill Development atau Kecerdasan literasi dan Kemampuan untuk berkembang," ujar Kadisdik Aceh mengutip pidato Plt Gubernur Aceh.

Menurutnya, tema ini sengaja dipilih karena pihaknya menyadari bahwa peluang bagi seseorang untuk berkembang mutlak harus dibarengi kemampuan membaca. 

"Kemampuan membaca juga menjadi acuan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu kemampuan membaca merupakan modal dasar bagi setiap orang untuk mencapai cita-citanya," tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Aceh melalui program Aceh Carong tidak hanya bertekad memberantas buta huruf. Bahkan, lebih dari itu ingin menjadikan generasi muda Aceh sebagai anak cerdas (carong) yang mampu bersaing di tingkat nasional. 

"Untuk mewujudkan impian itu, beberapa program telah disiapkan oleh Pemerintah Aceh, seperti penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal maupun nonformal," katanya. 

Disamping itu juga penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik, pemerataan rasio dan kompetensi guru untuk semua bidang studi.

"Terlebih penyediaan bantuan pendidikan bagi anak yatim dan anak miskin mulai dari SD hingga perguruan tinggi dan pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk belajar di Universitas-Universitas yang bergengsi di dunia guna memberi kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa," tuturnya.

Pemerintah Aceh berharap Pemerintah Kabupaten/kota mendukung semangat ini dengan mengalokasikan anggaran yang cukup bagi kemajuan pendidikan di daerahnya. 

"Selain itu, peran aktif warga terdidik juga sangat dibutuhkan dalam penguatan bidang pendidikan ini. Dengan demikian cita-cita kita membangun pendidikan Aceh yang berkualitas dan berdaya guna akan dapat terwujud," katanya melanjutkan.

Untuk itu, bersamaan dengan peringaatan Hari Aksara Internasional kali ini, diselenggarakan sejumlah kegiatan yang kesemuanya berkaitan dengan semangat membaca dan belajar untuk kemajuan dunia pendidikan Aceh. 

"Semoga saja rangkaian kegiatan ini mendorong kita semakin peduli terhadap pendidikan Aceh, sehingga keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan benar-benar dapat kita buktikan," sambungnya.

Dijelaskan, Hari Aksara Internasional merupakan salah satu momentum penting dalam agenda PBB, setelah melihat kenyataan bahwa masih banyak penduduk di dunia yang tidak bisa baca tulis. 

"Saat berlangsungnya Kongres Menteri Pendidikan se-Dunia di Taheran 8 September 1965 tingkat kebutaaksaraan itu diperkirakan mencapai 40 persen," terangnya. 

Ia menilai, kemampuan membaca juga merupakan 'ibu' bagi setiap peradaban. Bagi wilayah yang ingin maju, kemampuan membaca mutlak sangat dibutuhkan oleh masyarakatnya. Karena itu perang melawan buta huruf harus ditingkatkan agar semua masyarakat bisa membaca.

"Indonesia termasuk negara yang memberi perhatian sangat besar dalam melawan buta aksara ini. Terbukti dari tahun ke tahun angka buta aksara di negeri kita terus menurun," ibuhnya. 

Ia menambahkan, jika pada tahun 2000 angka buta aksara itu mencapai 6 persen, saat ini menurun tajam menjadi 2,07 persen. "Sebagian besar warga yang tidak bisa baca tulis ini tinggal di kawasan pedesaan dan umumnya berusia di atas 50 tahun," tambah dia.

Untuk diketahui, Hari Aksara Internasional ke 53 ini diiukti oleh 20 kontingen dari Kabupaten/Kota denga jumlah peserta seluruhnya sebanyak 2.170 orang.

Pada Hari Aksara Internasional ke 53 ini juga ikut memperlombakan lima cabang perlombaan yaitu, karya nyata pamong pelajar, karya nyata penilik, karya nyata pengelola PKBM, karya nyata Tutor Pendidikan Keaksaraan dan stand pameran.[ Kontributor, jalwayla)


Minggu, 16 Desember 2018

Guru dan Kepala Sekolah Subulussalam Raih Tiket Umrah

GUREE NEWS. SUBULUSSALAM. Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat melaksanakan penilaian kepala sekolah dan guru berprestasi tahun 2018.

Penilaian itu dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Desember 2018 yang di ikuti oleh Guru TK, Guru SD, Guru SMP, Kepala SD dan Kepala SMP dengan menghadirkan dewan juri dari Provinsi Aceh.

Salah seorang dewan juri lokal, Misbar saat menghubungi Aceh carong, Sabtu (15/12), mengatakan kegiatan penilaian guru dan kepala sekolah berprestasi tahun 2018 telah berakhir dan hari ini juga langsung diumumkan para juaranya, ujarnya.

Dalam rilisnya, Misbar menyampaikan ucapan selamat kepada Sayuti (Guru TK Dharma Wanita), Ernavia, (Guru SDN 2 Subulussam), Gustiana Sari (Kepala SDN 1 Subulussalam​), Mardhalena (Guru SMP 1 Subulussalam) dan Saleh Arifin Kepala SMPN 1 Penanggalan), masing-masing mereka meraih juara pertama dengan penilaian yang sangat objektif.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, H Irwan Yasin S Si M Si, ketika dijumpai langsung oleh kontributor Aceh Carong di Idi, Aceh Timur saat menghadiri pembukaan kegiatan Hari Aksara Internasional (HAI), membenarkan sedang berlangsung kegiatan penilaian guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat Kota Subulussalam.

Irwan mengatakan, kegiatan penilaian guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat TK, SD dan SMP merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Disdikbud Kota Subulussalam.

“Para guru dan kepala sekolah yang meraih juara pertama pada semua tingkatan, Pemerintah kota Subulussalam memberikan hadiah paket Umrah yang akan diberangkatkan pada bulan Januari 2019 mendatang,” ujar Irwan.

Hadiah paket Umrah ini, kata Irwan, merupakan bentuk apresiasi Pemko Subulussalam terhadap guru dan kepala sekolah yang telah mengabdi pada satuan pendidikan mulai tingkat TK, SD dan SMP.

Irwan menaruh harapan kepada mereka yang meraih juara pertama agar mampu meraih prestasi pada penilaian Guru dan Tenaga Kependidikan tingkat Provinsi Aceh bahkan Nasional yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2019 mendatang, pintanya.

Saat ditanya tentang persiapan bagi guru dan kepala sekolah untuk mengikuti penilaian di tingkat provinsi pada tahun 2019 mendatang serta ada beberapa cabang lain yang dinilai di tingkat provinsi, Irwan mengatakan perlu dilakukan pembinaan dan pembekalan lagi kepada mereka di daerah dengan waktu yang masih panjang, sahutnya.

Irwan menambahkan, untuk cabang lain seperti penilaian Pengawas SD dan SMP berprestasi, Tenaga Perpustakaan SMP dan Kepala Tata Usaha SMP berprestasi, kita akan melakukan koordinasi kembali di internal Disdikbud Kota Subulussalam.

Dikatakannya, walaupun cabang Tenaga Kependidikan tidak masuk dalam DIPA tahun anggaran 2018 Kota Subulussalam untuk diumrahkan, namun kita mencoba mencari solusi yang terbaik agar pada tahun 2019 mendatang Tenaga Kependidikan ikut serta pada penilaian tingkat Provinsi Aceh, pungkas Irwan.

Penulis : Baihaki

Sabtu, 15 Desember 2018

Bupati Rocky Peh Kerupuk Mulieng di HAI

Idi. Gureacehnews. Perhelatan peringatan tahunan peringatan hari aksara internasional ke 53 dilaksanakan di lapangan pemerintah daerah Aceh Timur. Peringatan HAI ke 53 di ikuti oleh 23 kabupaten kota tanpa simulu Aceh Jaya. Kemeriahan sangat terlihat saat pawai peserta ibu ibu TK, PAUD  dan unsur LKP dari berbagai daerah berjalan tapi menuju lapangan. Pawai yang diawali dengan marching band memberikan nuansa tersendiri dalam kemeriahan HAI.

Gureacehnews ikut memantau kondisi pelaksanaan HAI dan ikut dalam rombongan bupati Rocky yang didampingi kadisdik Aceh Syaridin SPd MPd dan sejumlah Plt kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh. Semua stand mendapat apresiasi dari pejabat nomor satu Aceh Timur.

Salah satu stand yaitu stand kabupaten pidie. Di kampung Pidie ini menampilkan khas daerah seperti kerupuk Mulieng. Bupati dan Kadisdik Aceh memakai kopiah riman. Kopiah atau peci ini hanya ada di Pidie.

Beranjak satu langkah dari tempat pajangan peci riman, bupati melihat ibu ibu sedang mengetok kerupuk, bupati Rocky langsung minta diajarkan cara Peh krupuk Mulieng khas Pidie. Toh lon Peh sigoe kata bupati Hasbiallah yang sudah menjabat dua periode. Bupati pun memegang palu memukul biji melinjo. Semua peserta terlihat ingin melihat Rocky Peh krupuk. Bukan hanya pengunjung yang berebut ambil Poto tapi Fest ladies Aceh Timur juga tidak mau ketinggalan ingin mendampingi bupati Peh krupuk Mulieng.

Kami sangat senang bupati Hasbiallah mau memakai peci riman khas Pidie dan ikut meragakan Peh krupuk Mulieng di stand kami kata Fakriah Kabid PLS Disdik Pidie kepada gureacehnews. Ismu yang terlihat sangat sibuk mengatur di stand Pidie. Hal ini terlihat Ismu yang minta ayo Poto ayo poto.

HAI ke 53 Berantas Buta Aksara Aceh

Idi. Gureacehnews. Bupati Hasbiallah bertekat membangun paud di seluruh desa di Aceh Timur sejumlah 513. Bupati juga meminta kepada kepala dinas pendidikan Aceh untuk melaksanakan pendidikan pisah antara laki laki dan perempuan dengan ruang belajar terpisah. Hal ini disampaikan pada pembukaan acara Hari Aksara Internasional (HAI) ke 53 di lapangan pemerintah Aceh Timur 15/12.

Peserta kegiatan HAI diikuti oleh 23 kabupaten kota tanpa simulu dan Aceh Jaya. Peserta terbanyak Aceh Timur disusul Aceh Utara dan kabupaten Pidie. Kegiatan diwarnai dengan penampilan beberapa tarian tradisional. Tidak ketinggalan anggota polres Aceh Timur ikut menampilkan tarian tarik pukat. Kepala dinas pendidikan Aceh juga mewakili Plt gubernur Aceh membacakan sambutannya. Hari aksara internasional masih menjadi perhatian khusus untuk menuntaskan angka buta aksara. Perang buta aksara merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Aceh masih 1.75% masyarakat buta aksara. Kecerdasan literasi membangun pendidikan Aceh.

Jumat, 14 Desember 2018

beasiswa program Japanese Studies dan Teacher Training

Selamat siang!

Kami ingin menyampaikan bahwa tanggal pendaftaran beasiswa program Japanese Studies dan Teacher Training telah dibuka pada 13 Desember 2018 – 15 Januari 2019. 

Bagi Teman-teman yang berminat, mohon catat tanggalnya baik-baik, dan kirimkan dokumen dalam batas waktu yang telah ditentukan ya :)

Program Japanese Studies adalah program beasiswa bagi mahasiswa S1 jurusan sastra atau pendidikan bahasa Jepang untuk belajar selama satu tahun di universitas di Jepang.

Sedangkan program Teacher Training adalah program beasiswa non-gelar bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai bidangnya.

Untuk info lebih lanjut, silahkan klik link masing masing di bawah ini:

- Japanese Studies:

https://www.id.emb-japan.go.jp/sch_js.html

- Teacher Training:

https://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html

Mohon re-fresh laman tautan di atas secara berkala guna mendapatkan info terbaru.

Selamat mencoba, semoga berhasil! (^^)/
Info Kemendikbud

Kamis, 13 Desember 2018

DISDIK ACEH BERSAMA KANWIL KEMENAG ACEH TANDATANGANI MoU KERJASAMA PROGRAM PENDIDIKAN

Banda Aceh. Gureacehnews.Pada akhir rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pendidikan Aceh Tahun Anggaran 2018 - 2019 di Grand Syariah Aceh, Kamis (13/12).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs  Abdullah Pakeh M Ag menandatangani MoU sebagai bentuk kerjasama antara Disdik Aceh dengan Kanwil Kemenag Provinsi Aceh.

Selain itu, Disdik Aceh juga melakukan MoU dengan 23 Disdik kabupaten/kota yang turut di dampingi Kepala Kankemenag dari masing-masing kabupaten/kota.

Berikut isi MoU antara Disdik Aceh dengan Kanwil Kemenag Aceh :

1. Memastikan semua jenjang dan satuan pendidikan di Aceh mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

2. Memastikan terlaksananya Ujian Nasional (UN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara tertib dan lancar di semua jenjang dan satuan pendidikan di Aceh mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dengan tidak adanya kendala yang dapat menggangu kelancaran pelaksanaan UNBK.

3. Memastikan tersedianya Komputer sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan UNBK di semua jenjang dan satuan pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA seluruh Aceh.

4. Khusus untuk kekurangan fasilitas Komputer pendukung UNBK diharapkan agar seluruh kepala sekolah mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA harus saling mendukung dan saling melengkapi untuk kelancaran pelaksanaan UNBK.

5. Semua jenjang dan satuan pendidikan agar dapat secara bersama-sama ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan atau even pendidikan baik yang diadakan oleh kabupaten/kota maupun yang diadakan oleh provinsi.

6. Dalam rangka pelaksanaan lomba-lomba bidang kesiswaan mulai dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat nasional secara bersama-sama Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota untuk mengikut sertakan siswanya dalam kegiatan lomba-lomba tersebut.

7. Kepala sekolah, guru dan pengawas sekolah untuk bersama-sama bekerja maksimal serta ikut bertanggung jawab dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

8. Komite sekolah yang merupakan perwakilan orang tua dan masyarakat untuk ikut memberikan kontribusi serta ikut bertanggung jawab dalam penyelenggaraan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah binaan masing-masing.

9. Demikian perjanjian kerjasama ini dibuat untuk dapat disampaikan kepada seluruh pihak terkait serta untuk dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Penulis : Baihaki

Rabu, 12 Desember 2018

DISDIK ACEH LAKSANAKAN RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM PENDIDIKAN

GURE NEWS ACEH. BANDA ACEH. Dalam upaya membangun pendidikan di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan tahun 2018-2019.

Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 11 - 14 Desember 2018 di Grand Aceh Syariah yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd, Rabu (11/12).

Kepala Sub Bagian Program, Informasi dan Humas Dinas Pendidikan Aceh, Chaidir, SE MM selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan tahun 2018.

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi terhadap kebijakan program dan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2019 sebagaimana qanun Aceh nomor 1 tahun 2018, ujar Chaidir.

Lebih lanjut Chaidir menyampaikan kegiatan ini juga sebagai wadah konsolidasi stacholder pendidikan untuk bersama-sama membangun pendidikan di Aceh serta sebagai langkah dan tindakan konkrit Pemerintah Aceh bersama unsur terkait lainnya untuk menuntaskan program kegiatan prioritas pendidikan di Aceh.

Kadisdik Aceh, Syaridin M Pd dalam arahannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan daerah. Melalui pendidikan, kita semua sebagai masyarakat dapat mengetahui kearah mana Aceh ini akan dibawa, ujarnya.

Syaridin menjelaskan berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, misalnya pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan dan berbagai kegiatan lomba serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini sungguh suatu senergi yang baik dalam rangka menghasilkan pengelolaan pendidikan yang bermutu. Sinergi dalam mengembangkan pendidikan untuk semua jenjang pendidikan perlu kita tingkatkan," kata Syaridin.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan adalah Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ketua Majelis Pendidikan Daerah dari 23 kabupaten/kota.

Selanjutnya turut hadir para Kepala Bidang dan Kasie di jajaran Disdik Aceh dan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh masing-masing wilayah serta ketua organisasi profesi keguruan dan LSM seperti PGRI, IGI Aceh, FIKGA dan KOBAR GB Aceh.

Penulis : Baihaki

Selasa, 11 Desember 2018

Kadisdik Aceh mantapkan program undang Disdik, kemenag,MPD dan Ketua Organisasi Profesi

Banda Aceh.Disdik Aceh melakukan pemantapan program pendidikan 2019. Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan Aceh tahun 2019 dilaksanakan di aula hotel grand Aceh syariah selama empat hari 11-14/12.

Ketua panitia pelaksana kasubbag program pada dinas pendidikan Aceh Chaidir SE MM melaporkan. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dinas pendidikan seluruh Aceh, kepala kementerian agama kabupaten kota, ketua Majelis Pendidikan kabupaten kota se-Aceh kasubbag program Danis pendidikan se-Aceh.

Kadis pendidikan Aceh Syaridin SPd MPd menyampaikan terimakasih kepada para undangan yang berhadir. Syadirin meminta kadis, Kankemenag, ketua MPD ketua IGI, IGTKI, KoBar GB dan PGRI untuk duduk bersama untuk menyatukan visi dan misi membangun pendidikan Aceh.

Dalam kesempatan ini sampaikan pemikiran pemikiran terbaik untuk pendidikan Aceh pinta manta Kadisdik kota Banda Aceh. Pendidikan salah satu indikator kemajuan suatu daerah, maka kita sebagai steak holder memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan daerah. Keseriusan elemen pengambil kebijakan sangat menentukan arah kemajuan pendidikan Aceh kedepannya minta kadis Syaridin.

Dana alokasi kabupaten kota (DOKA) akan dikelola oleh kabupaten kota. Hal ini menjadi eporia kadis pendidikan kabupaten kota dan tepuk tangan terus berbunyi, kesenangan Kadisdik kabupaten kota terlihat dari senyum bahagia. Ketika DOKA sudah menjadi tanggung jawab kadis pendidikan kabupaten kota untuk mengimplementasikan sesuai dengan program yang telah disusun pinta mantan guru berprestasi.

Kontributor Abdul Hamid

Goodbye UNE goodbye Armidale. Berguru ke Negeri Kangguru

Hello frend ini adalah bangunan tempat student Islam melaksanakan Ibadah shalat. Bangunan ini terletak di kampus UNE. Inilah mesjid kampus dan ini juga tempat ibadah satu satunya sejagat armidale. Disini pula berkumpul student islam dari berbagai negara.student Indonesia hanya dari Aceh 16 orang dan satu orang dari Lampung. Mesjid ini terlihat rame saat shalat jumat. Mesjid ini hanya muat 30an jamaah, namun shalat jumat 50an jamaah hadir ketempat ini. Terlihat suasana haru dan akrab seakan semua bersatu, saling berjabat tangan sambil menyamoaikan assalamualaikum. Tidak terlihat perbedaan disini walau hampir sebagian besar jamaah belum bisa berbahasa Inggris, walau sebagian besar mereka berbahasa arab. Kami student Aceh sudah menambah daftar jamaah mesjid ini. Kami masih ingin shalat di mesjid ini, namun hari  ini adalah jumat terakhir kami shalat di medjid kebanggaan kita. Jumat hari ini merupakan jumat keenam kami nenjadi jamaah setia. Hari Sabtu 13.12.2014 kami sudah meninggalkan UNE kembali ke Aceh. Hello frend ini adalah bangunan tempat student Islam melaksanakan Ibadah shalat. Bangunan ini terletak di kampus UNE. Inilah mesjid kampus dan ini juga tempat ibadah satu satunya sejagat armidale. Disini pula berkumpul student islam dari berbagai negara.student Indonesia hanya dari Aceh 16 orang dan satu orang dari Lampung. Mesjid ini terlihat rame saat shalat jumat. Mesjid ini hanya muat 30an jamaah, namun shalat jumat 50an jamaah hadir ketempat ini. Terlihat suasana haru dan akrab seakan semua bersatu, saling berjabat tangan sambil menyamoaikan assalamualaikum. Tidak terlihat perbedaan disini walau hampir sebagian besar jamaah belum bisa berbahasa Inggris, walau sebagian besar mereka berbahasa arab. Kami student Aceh sudah menambah daftar jamaah mesjid ini. Kami masih ingin shalat di mesjid ini, namun hari  ini adalah jumat terakhir kami shalat di medjid kebanggaan kita. Jumat hari ini merupakan jumat keenam kami nenjadi jamaah setia. Hari Sabtu 13.12.2014 kami sudah meninggalkan UNE kembali ke Aceh. Goodbye UNE goodbye Armidale. UNE goodbye Armidale.

Tulisan ini saya tulis saat saya di Australia

Senin, 10 Desember 2018

Persiapan Dapodik Menjelang Cut OFF BOS Triwulan 1 Tahun 2019 Tanggal 15 Desember 2018

Diposkan Oleh : Admin  |  Tanggal : 07 Desember 2018  |  Kategori : Informasi
Bagikan berita:

bos

Yang terhormat,

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
Kepala Sekolah SD, SMP, SLB, SMA dan SMK
Operator Dapodik

Di Seluruh Nusantara

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka untuk menyiapkan data sebagai dasar alokasi dana BOS Triwulan 1 (Januari – Maret Tahun 2019) maka akan dilakukan pengambilan data (Cut-off) dari Dapodikdasmen pada tanggal 15 Desember 2019, Pukul 23.59 WIB. Dari pengecekkan data di server Dapodikdasmen per-tanggal 5 Desember 2019 diketahui bahwa masih banyak sekolah dengan status partisipasi BOS adalah “menerima” (pada aplikasi Dapodikdasmen menjawab “Ya”), akan tetapi belum melakukan sinkronisasi (Daftar sekolah dapat diunduh pada lampiran berita ini).

Sehubungan dengan hal tersebut, maka beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan adalah sebagai berikut:

Data siswa yang akan terhitung adalah data siswa pada semester 1 (Ganjil) Tahun Ajaran 2018/2019.
Pada saat melakukan installasi dan registrasi Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019, DILARANG menggunakan prefill lama karena dapat menyebabkan data siswa menjadi ganda.
Data Rombongan Belajar harus diisi dengan lengkap dan benar, dan jenis rombel yang dihitung adalah Rombel Kelas dan Reguler, sedangkan Rombel teori, Ekskul, Kelas Terbuka, Kelas Jauh/Kecil  dan praktek tidak dihitung.
Khususnya untuk SMA dan SMK harus memperhatikan pengisian data program pengajaran/program keahlian/ kompetensi keahlian.
          Berikut ketentuan pengisian data program pengajaran/program keahlian/Kompetensi Keahlian untuk SMA dan SMK:

          a. SMA KTSP 2006

              - Kelas XI dan XII = Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)/Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)/Bahasab

          b. SMA Kurikulum 2013

              -  Kelas X, XI, dan XII = Bahasa dan Budaya, MIPA, Ilmu Pengetahuan Sosial

          c. SMK KTSP

              -  Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian

          d. SMK Kurikulum 2013

              -  Kelas X = Program Keahlian

              -  Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian

      5. Data Rombongan Belajar harus diisikan WALI KELAS.

      6. Rombongan Belajar harus diisikan lengkap sampai dengan data pembelajaran.

      7. Data siswa lakukan proses verifikasi dan validasi NISN pada layanan vervalpd.data.kemdikbud.go.id pada semua jenjang (untuk saat ini baru SMA yang menjadi prasyarat/diharuskan, dan  mulai Tahun 2019 di semua jenjang akan wajib dan menjadi prasyarat).

Untuk itu sekolah dihimbau untuk segera melakukan  proses sinkronisasi data  pada semester 1 (ganjil) Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan memperhatikan kelengkapan dan kevalidan datanya. Apabila data yang diisikan tidak lengkap maka TIDAK AKAN TERHITUNG untuk penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu serta teman-teman operator sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data,

Admin Dapodikdasmen

http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/persiapan-dapodik-menjelang-cut-off-bos-triwulan-1-tahun-2019-tanggal-15-desember-2018

Sabtu, 08 Desember 2018

Alm Sayuti Aulia mendapat penghargaan dari Kadisdik Aceh di HGN

Banda Aceh. Almarhum Sayuti Aulia adalah sosok  guru yang sangat peduli dan aktif memperjuangkan nasib guru semasa hidupnya. Pria yang  Lahir di Aceh Utara pada 31 Desember 1958 ini guru yang paling dikenal oleh semua guru Aceh bahkan pejabat Aceh.

Ketua presidium KoBar GB Aceh ini sangat peduli pada nasib guru. Bukan hanya memperjuangkan tunjangan NAD tapi juga pemperjuangkan hak hak guru semisal Jufri guru Abdya yang diturunkan pangkatnya oleh bupati, Sayuti Aulia yang berjuang di PTUN sehingga pemerintah daerah harus mengembalikan pangkat Jufri.

Pria pemberani ini berawal sekolah di SD matang glp dua tahun 1974. SMP matang glp dua PGA 1979. Hanya tamatan Diploma II FKIP Unsyiah di jurusan bahasa Inggris tahun 1980 sosok yang guru yang mampu menggerakkan massa untuk memperjuangkan nasib guru.

Berawal karier sebagai Guru SMP 1 Sabang pada 1983 sampai 2003. Saat di Sabang pejuang nasib guru ini juga pemasok mobil eks Singapura ke pulau Weh Sabang. Kemudian Sayuti Aulia pindah ke Banda Aceh menjadi  Guru SMP 12 Banda Aceh dari  2004 sampai 2018. Menjelang pensiun pahlawan guru mulai sakit dan tidak lama sakit beliau meninggal dunia.

Banyak guru menyampaikan terimakasih kepada Kadisdik Syaridin SPd MPd yang telah menobatkan sebagai guru yang patut mendapat penghargaan di hari terindah yaitu Di JGN tahun ini. Penghargaan diterima oleh istri almarhum Sayuti Aulia didampingi oleh penerusnya yaitu Husniati Bantasyam.

Saya selaku ketua KoBar GB Aceh sekarang menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Aceh khususnya pak Syaridin SPd MPd selaku kepala Dinas Pendidikan Aceh ucap Husniati Bantasyam kepada gureacehnews disela sela kegiatan malam resepsi HGN di aula SMK 1, 2 dan 3 Banda Aceh.

Selain Sayuti Aulia penghargaan juga diberikan kepada sosok pendidikan sekolah untuk anak anak penggulung di kampung Pandee Banda Aceh yaitu ibu  Maulidar Yusuf SPdi. Sosok peduli pendidikan ini dengan mendirikan sekolah taman kanak-kanak pemulung sejak tahun 2012. Maulidar  Lahir di Sigli 18 September 1991.

Penghargaan ketiga diberikan kepada Ronald Simanjuntak lahir 10 Desember 1953 guru honor sejak tahun 1993 SD telaga bakti Singkil.

Muzdalifah SPd lahir 18 Agustus 1986 guru honorer di SLB labui Banda Aceh adah guru tunanetra dan  Muliadi SPd lahir Payakumbuh 27 February 1983 guru SLB kota langsa keduanya tunanetra juga guru untuk siswa tunanetra.

Senin, 03 Desember 2018

Cabdinwilkab Latih 90 Guru BK SMA, SMK se Aceh Tengah dan Bener Meriah

Takengon. Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah melatih 90 guru Bimbingan Konseling selama 5 hari sejak tgl 3 s.d 7 Des 18 di SMAN 2 Takengon. Kegiatan pelatihan dalam peningkatan kualitas pelayanan guru bimbingan konseling kepada peserta didik dihadirkan narasumber dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Konselor dari Unsyiah ini akan mengajarkan cara menangani siswa yang bermasalah dalam belajar, siswa kurang disiplin, siswa sulit berkonsentrasi dalam belajar. Kepala cabdinwilkab Abdul Hamid SPd MPd dalam pembukaan kegiatan mengajak guru BK untuk memahami karakteristik setiap siswa. Bila guru sudah memahami karakter dan latar belakang siswa maka dengan mudah memberi pertolongan setiap permasalahan siswa. Ada siswa yang terlambat kesekolah jangan cepat memberi label sebagai siswa pemalas, tapi pelajari dulu apa penyebab ia malas. Bisa jadi anak tersebut diserap pagi ia harus mengurus adik adiknya dulu baru ia kesekolah ulas mantan kasubbag Tata usaha PPMG 2. Bila guru sudah memahami latar belakang siswa maka tidak ada guru yang menghukum siswanya, malah guru harus memberi pelayanan khusus. Plt Kacabdinwikab mengulas peran guru BK kepada peserta. Setiap manusia Allah sudah menentukan Masa depannya, namun perlu upaya upaya untuk menggapai masa dengan itu. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab besar guru BK. Bimbingan dan arahan menuju masa yang gemilang. Sentuhan kebersamaan antara guru dengan siswa akan dengan mudah menggapai itu.

Sabtu, 01 Desember 2018

Disdik Pidie Jaya Latih Guru Pembina/Pelaksana UKS/M

Meureudu (1/12/2018). Dalam rangka meningkatkan kesadaran warga sekolah akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Dinas Pendidikan Pidie Jaya menyelenggarakan program Sekolah Sehat dengan melatih Guru Pembina UKS/M.

Saiful, M.Pd Selaku Kadisdik Pidie Jaya dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini  sejalan dengan program Gerakan Sekolah Bersih Menyenangkan (GSBM) yang dinilai penting untuk memaksimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tiap Sekolah/Madrasah.
“Sasarannya guru pembina UKS/M yang meliputi SD/MI dan SMP/MTs sekapubaten Pidie, dengan komitmen melaksanakan dan menjaga Sekolah/Madrasah tetap bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan serta selalu mengontrol jajanan anak yg dijual kurang sehat,” ujarnya saat pembukaan Pelatihan Guru Pembina UKS/M di Aula SMPN 2 Meureudu, Sabtu 1 Desember 2018, yang dikuti oleh 161 peserta dari Sekelah/Madrasah sekabupaten Pidie Jaya (92 SD, 25 MI, 32 SMP dan 12 MTs)

Dengan adanya komitmen ini ia berharap, permasalahan kesehatan yang ada pada anak Sekolah/Madrasah bisa diatasi dengan pembinaan dan pembangunan karakter untuk membangun prestasi kedepan.
“Karena anak yang berprestasi adalah anak yang sehat. Semoga peserta yang hadir bisa mengimplementasikan kembali di sekolah masing-masing untuk membangun Sekolah/Madrasah sehat,” jelas Saiful.

Sementara Ketua Pelaksanan Rahmady Saputra menjelas-kan program yang dilakukan di tingkat SD/MI dan SMP/MTs  merupakan program tahunan Disdik Pidie Jaya. “dengan pelatihan ini dapat memberikan pemahaman mendalam bagi Pembina UKS/M (sesuai SKB 4 Menteri ) tentang pentingnya UKS/M dan melakukan Pembinaan serta pengembangan usaha kesehatan sekolah/madrasah dengan pengupayakan lahirnya TIM Pembina UKS/M di masing-masing Sekolah/Madrasah dan tersusunnya Program Kerja Tim Pembina UKS/M” Paparnya

Kontributor Pijay: Mashadi

Selasa, 27 November 2018

PLT Cabdin Aceh Tengah Borong Kuliner Siswa SMAN 1 Bukit pada BAZAR HGN

Redelong. Penguatan hari guru Nasional (HGN) serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Hal ini juga dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Bukit 26/11.


Di SMA Negeri 1 Bukit kegiatan HGN dengan pergelaran Pasar siswa (BAZAR). Kegiatan bazar ini digelar di halaman upacara bendera. Tempat parkir ini disulap menjadi stand pameran dan tempat siswa berjualan. Aneka makanan mulai dari just wartel sampai pada burger.


Sukardi kepala SMA Negeri 1 Bukit menjelaskan kepada gureacehnews bahwa kegiatan ini kami laksanakan sudah kami rencanakan jauh jauh hari. Kegiatan ini kami laksanakan khusus dalam rangka memeriahkan hari guru. Pameran dan BAZAR dilakukan adalah sebagai ajang pembiasaan pada siswa kami. Hasil karya mereka kita pamerkan. Mereka juga diajarkan kewirausahaan. Hasil dari pembelajaran itu kita pamerkan pada hari guru jelas kepala sekolah.


Plt kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah ikut hadir menyaksikan dan ikut berbelanja di semua stand. Hebatnya lagi kepala cabang memberi semu jenis makanan yang di jual oleh siswa kami.


Plt kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah Abdul Hamid SPd MPd menyampaikan terimakasih atas prakarsa sekolah terutama kepala sekolah, dewan guru juga siswa yang telah mewujudkan perilaku kehidupan yang seharusnya akan menjadi kenyataan dalam kehidupan siswa dimasa datang. Saya mengapresiasi kinerja sekolah ini. Hal seperti ini perlu ditiru oleh sekolah lain pinta Hamid.


Cabdin Latih 381 Guru SD Bener Meriah dalam Peningkatan Kompetensi guru Kelas awal

Redelong. Sekdakab Bener Meriah membuka kegiatan pelatihan kompetensi guru kelas awal SD se kabupaten Bener Meriah. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pendidik khususnya bagi guru kelas awal.

Drs Ismarissiska MM Sekdakab BM meminta peserta untuk antusias mengikuti pelatihan, jangan ada peserta bersama yang tidak disiplin karena narasumber yang dihadirkan dari Jogjakarta dan Banda Aceh. Sekda juga mengajak guru untuk meningkatkan kedisiplinan agar kabupaten Bener Meriah dapat memperbaiki rangking pada tahun ini. Bener meriah berada pada tanggal 18 tingkat provinsi Aceh. Dengan pelatihan ini kita mampu memperbaiki.

Abdul Hamid SPd MPd selaku panitia pelaksana melaporkan kegiatan pelatihan  peningkatan kompetensi guru kelas awal diikuti oleh 381 orang. Terdiri dari 127 orang guru kelas satu kegiatan dipusatkan di SMA Negeri binaan bener meriah. 127 guru kelas dua dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bukit dan 127 guru kelas tiga dilaksanakan di SMPN 2 Bukit. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari sejak tanggal 27 November sampai 2 Desember 2018.

Selain itu Hamid juga mengajak peserta untuk bekerja maksimal dalam mengajar. Cita cita anak anak bener meriah ada ditangan guru. Tanpa keseriusan guru dalam mengajar sulit bagi siswa menggapai cita citanya.

Ada tiga sudut pandang guru terhadap siswa dalam menjalankan tugasnya. Yang pertama jadikan siswa sebagai anaknya atau jadikan siswa sebagai saudaranya ataupun jadikan mereka sebagai sahabat atau teman dalam membimbing mereka. Bila hal ini sudah mampu dipraktekkan guru maka dengan mudah mewujudkan impian kita Aceh Carong ulas plt Kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah.

Kontributor Aceh Tengah. AbdulHamid

Senin, 26 November 2018

DISDIK PIDIE JAYA LAKSAKAN LOMBA BUDAYA MUTU SEKOLAH DASAR


Meureudu (26/11/2018).  Disdik Pidie jaya melaksanakan lomba budaya mutu sekolah dalam mewujudkan sekolah dasar yang memiliki budaya mutu dalam memberikan layanan prima dan menjadi contoh bagi sekolah lain di sekitarnya serta jadi acuan bagi pembinaan para pemangku kepentingan. Kegiatan ini dilaksakan selama 5 (lima) hari semenjah hari ini sampai dengan tanggal 30 November 2018 yang bertempat di SMP 2 Meureudu. Lomba diikuti oleh 43 sekolah, dimana setiap sekolah diikuti boleh satu orang kepsek dan satu orang operator.
Muhammad Gade, S.Pd Kabid GTK Disdik Pidie Jaya dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dilombakan untuk 5 katagori yaitu Katagori Budaya Mutu SDN Pembina , Budaya Mutu SD Negeri , Katagori SD Swasta, Katagori SDN Terpencil/Terluar dan Katagori SD Klub Bidang Olahraga. bukan hanya karena ada perlombaan saja mereka dituntut mampu memberikan pelayanan pengajaran yang baik, juga para guru dituntut untuk selalu memberikan pengarahan dan bimbingan bukan hanya soal akademik tapi nilai tata krama, nilai sosial, budi pekerti dan pengajaran bagaimana etika sebagai murid dan etika sebagai pengajar hal ini sejalan dengan slogan para siswanya " Senyum , Sapa dan Santun'' yang menjadi pembiasaan budaya dilingkungan sekolah. Pinta M. Gade
Sementara secara terpisah Saiful, M.Pd. Selaku Kadisdik Pidie Jaya menuturkan penilaian ini tidak hanya penilaian soal keindahan dan kreatifitas budaya ketrampilan saja, namun bagaimana sekolah tersebut mampu memberikan pelayanan mutu terbaik kepada siswa -siswanya sekaligus sebagai wujud akuntabilitas terhadap masyarakat.  Bukanlah perkara mudah bagi para guru berada disuatu lingkungan sekolah untuk dapat bersama - sama bersinergi menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik, kondusif yang dibarengi juga dengan mutu pelayanan pendidikan yang maksimal.

Zulwanis, S.Pd selaku penanggungjawab lomba ini menjelaskan bahwa Budaya Mutu Sekolah Dasar tercermin pada komponen-komponen : (1) pembelajaran intrakurikuler yang efektif, (2) kegiatan ekstrakulikuler yang mendukung pembentukan karakter peserta didik, (3) kepemimpinan kepala sekolah disertai dengan manajemen berbasis sekolah, (4) pengelolaan perpustakaan yang mendukung pembelajaran yang efektif dan menumbuhkembangkan budaya baca warga sekolah, dan (5) lingkungan sekolah yang merefleksikan kondisi bersih, rapih dan sehat.

Sabtu, 24 November 2018

Model Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan  Dasar dan Menengah

Model Pendidikan Kewirausahaan pada Pendidikan  Dasar dan Menengah

Oleh Salwa Hanum

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan karakter, berkaitan dengan pembentukan sikap dan  perilaku wirausaha peserta didik, yang selama ini belum diketahui secara pasti. Pemerintah telah berupaya untuk memasyarakatkan kewirausahaan, namun upaya tersebut belum membawa pengaruh yang signifikan karena masih banyak penduduk yang tidak produktif setiap tahun.

Adanya kebebasan dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menghasilkan output pendidikan yang berkualitas, baik dilihat dari kualitas akademik maupun non akademik. Kualitas akademik yang dimaksud yaitu kualitas peserta didik sesuai dengan disiplin ilmunya dan yang non akademik dapat diartikan mandiri dan mampu membuka usaha mandiri, intinya lulusan pendidikan diharapkan memiliki karakter dan ilmu pengetahun yang tinggi dan perilaku usaha yang tinggi.

Kehidupan manusia Indonesia akan semakin membaik dan dinamis menjelang tahun 2020 (Engkoswara : 1999). Tuntutan yang diharapkan setiap lulusan harus mempunyai kualitas terbaik dan memiliki ketangguhan dan kemandirian untuk menghadapi tantangan ke depan akibat perubahan tersebut, tantangan yang dimaksud yaitu terjadinya era global, semakin menipisnya kemandirian manusia Indonesia. Indonesia akan mengalami krisis multidimensi yang mengakibatkan memudarnya budaya bangsa di antaranya, yaitu: terjadinya degradasi moral spiritual, semangat bekerja dan berusaha semakin melemah dan kreativitas semakin tidak menentu.

Realita di lapangan, banyak lulusan pendidikan yang belum mampu mengisi lowongan pekerjaan, hal ini disebabkan karena kemampuan yang dimiliki dengan kemampuan dunia kerja belum dapat mengimbangi, pengangguran semakin meningkat setiap tahun, hal ini disebabkan karena tidak adanya daya tampung tenaga kerja baik instansi pemerintahan maupun pihak swasta. Inilah salah satu alasan  perlu dikembangkan model pendidikan kewirausahaan di jenjang pendidikan dasar dan menengah, yang mampu  menumbuhkan karakter dan perilaku wirausaha pada siswa.

Pendidikan kewirausahaan diharapkan mampu mengubah pola pikir para peserta didik (Kasmir :2016). Kewirausahaan di sekolah perlu membuat kerangka pengembangan kewirausahaan yang ditujukan bagi kalangan pendidik dan kepala sekolah. Mereka adalah agen perubahan di tingkat sekolah yang diharapkan mampu menanamkan karakter dan perilaku wirausaha bagi jajaran dan peserta didiknya. Dan mampu membentuk ke arah pembentukan kecakapan hidup (life skill ) pada peserta didiknya melalui kurikulum terintegrasi yang dikembangkan di sekolah.

Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Dalam hal ini, waktu belajar peserta didik di sekolah perlu dioptimalkan agar peningkatan mutu hasil belajar, terutama pembentukan karakter termasuk karakter wirausaha peserta didik sesuai tujuan pendidikan dapat dicapai.

Nilai-nilai kewirausahaan pada peserta  didik dapat dilakukan disekolah antara lain:1) pembenahan dalam Kurikulum; 2) peningkatan peran sekolah dalam mempersiapkan wirausaha; 3) pembenahan dalam pengorganisasian proses pembelajaran;  4) pembenahan pada diri guru.

Keberhasilan program pendidikan kewirausahaan  dapat diketahui melalui pencapaian kriteria oleh peserta didik, guru, dan kepala sekolah yang antara lain meliputi: 1) peserta didik memiliki karakter dan perilaku wirausaha yang tinggi, 2) lingkungan kelas yang mampu mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai kewirausahaan yang diinternalisasikan, dan 3) lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang bernuansa kewirausahaan.

Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan, kesempatan melihat dan menilai bisnis, mengumpulkan sumber daya manusia yang ada serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia pendidikan ecara kreatif untuk mencapai kesuksesan.

Kesimpulannya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa dan karakter wirausaha dan mampu mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya (Kasmir :2016)

Nilai-nilai kewirausahaan yang dianggap paling pokok dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik diantaranya adalah: jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, inovatif, mandiri, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, pantang menyerah, berani menanggung risiko, komitmen, realitas, rasa ingin tahu, komunitas, motivasi kuat untuk sukses, dan berorientasi. Berikut ini adalah  model pendidikan kewirausahaan pada setiap jenjang pendidikan :

Pendidikan Kewirausahaan di sekolah dapat dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan di sekolah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing sehingga prosesnya perkembangannya berkelanjutan dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan.

Kesimpulannya adalah substansi inti program bidang kependidikan yang terkait dengan pendidikan kewirausahaan adalah penataan ulang kurikulum sekolah, yang dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM, untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah.

Dengan mengimplementasikan pendidikan kewirausahaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis. Dan mampu menghadapi tantangan kedepan akibat perubahan era global serta dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.

Salwa Hanum,S.Pd.,M.Pd, adalah guru SMA Negeri 2 Sigli. Tahun 2018, meraih juara III guru prestasi tingkat Propinsi Aceh dan mendapatkan hadiah umroh. Saat ini, sedang melanjutkan program Doktor di Universitas Negeri Malang (UM) Jawa Timur.


Aku Bisa Jadi Guru karena Guru

Guru manusia hebat. Guru mampu merubah segalanya. Guru dapat membuat manusia bisa.
Guru dipikiran ku adalah manusia yang telah merubah jalan pikiran ku, telah mampu merubah cara aku berfikir cara aku berbicara baik kepada diri sendiri maupun dengan orang lain. Guru adalah sosok manusia yang mampu memberikan secercah harapan masa depan.
Melalui tulisan ini aku ingin melihat kilas balik hidup ku.
Tahun 1973 bulan tujuh adalah tahun pertama aku mengenal guru. Waktu itu aku duduk dikelas I SD Negeri Mengasah Mulieng. Kelasku waktu itu masih berdiding anyaman daun kelapa berlantai tanah. Kami diajarkan menulis dengan batu di atas batu (greb)). Syahbuddin adalah guru kelas kami. Kami panggil pak Din. Beliau yang mengajarkan kami cara duduk, cara pegang greb, cara menulis. Beliau juga selalu menuntun kami menulis. Tangan ku sering dipegang olehnya. Pak Din guru paling berjasa dalam hidup ku.
Guru berikutnya adalah pak Razali yang ahli matematika dan menggambar. Pak Hasan ahli IPA dan kesenian. Pak Nasrudin ahli IPS. Sekolah SD Negeri Mengasah Mulieng dikepalai oleh pak Lizan.  Semua Guru ku sudah almarhum kecuali pak Nasrudin. Mereka yang mengawali sejarah jejak langkah menuju perubahan.
Tahun 1983 awal beranjak duduk di pangku SMP. SMPN 2 Meureudu adalah sekolahku banyak kenangan bersama guru guru terhormat seperti pak Tajuddin ahli ketrampilan, pak Zakaria ahli matematika, pak Idris ahli matematika, pak Idris Ismail ahli bahasa Inggris, pak Yusuf ahli matematika, ibu Nurhayati ahli sejarah, ibu Mai, pak Kasem mendisplinkan kami. Pak Hasyim sebagai kepala sekolah mereka guru yang memberikan banyak kesan.

Tahun 1986 awal aku tercatat sebagai siswa SMAN Meureudu. Terimakasih kepada pak Bakhtiar Efendi, pak Jamaah pak Jamil, pak Bukhari, ibu zuma Butar Butar, pak Efendi Butar Butar, pak Bakhtiar, pak Husin, mereka telah mampu menghantarkan aku menjadi mahasiswa di IAIN Ar-Raniry Fakultas dakwah jurusan bimbingan konseling. Tepatnya tahun 1989 resmi menjadi mahasiswa.

Tahun 1993 aku ikut tes calon masiswa di Unsyiah dan Alhamdulillah saya Lulus sebagai mahasiswa DII PGSD FKIP universitas Syiah Kuala. Pada tahun tersebut aku masih mahasiswa di kedua universitas tersebut. Tahun 1996 aku selesai kuliah di DII PGSD.

Semua itu aku lakukan berkat guru. Dengan semangat yang diberikan oleh guru aku menjadi tukang Beca selama kuliah. Tahun 1997 bulan tujuh aku menjadi guru SD Negeri Lae Ikan kota Subulussalam tepatnya di perbatasan Aceh dengan Sumatra Utara.

Guru telah menghantarkan aku menjadi Guru, menjadi kepala SD Negeri Tindeu kabupaten Pidie, telah menjadi Kepala UPTD pendidikan kecamatan di kabupaten Pidie, telah menjadi kasubbag Tata usaha di PPMG wilayah II dinas pendidikan Aceh untuk Pidie dan Pidie jaya. Sekarang karena guru telah mengantarkan aku menjadi PLT kepala cabang dinas pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah.
Kalau bukan karena guru bagaimana aku bisa, melalui tulisan ini aku berterimakasih kepada my teacher.
Semua karena takdir Allah SWT atas hambaNya. Alhamdulillah ya Allah telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengabdi kepada semua orang. Kepada Allah saya meminta petunjuk kepada Allah saya minta ampun. Aamiin ya Rabb
Penulis.
Abdul Hamid SPd MPd.

Selasa, 20 November 2018

Disdik Pidie Jaya dilatih Guru Bimbingan Khusus Manajemen Kelas Inklusif

Mereudu (20/11/2018). Dalam menidaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 29 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif,  Disdik Pidie Jaya melatih 55 orang  Guru Bimbingan Khusus (GBK) selama 4 hari dari tanggal 19 s.d 22 november 2018, bertempat di SMPN 2 Meureudu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, Saiful, M.Pd mengatakan Setiap siswa ABK yang menjalani proses belajar perlu mendapatkan layanan khusus dan mskdimal serta harus memperoleh dukungan dari lingkungan, orang tua dan masyarakat serta  khususnya guru-guru, dan seluruh tenaga kependidikan yang berinteraksi dengan siswa tersebut, termasuk sarana dan fasilitas sekolah yang menunjang akses belajarnya serta program pendidikan khusus siswa ABK. Maka dari hal tersebut dukungan dari lingkungan dengan support-system dari institusi sekolah dan guru untuk menjawab tantangan persoalan tumbuh kembang anak (khususnya ABK) terutama dalam proses belajarnya. Tanpa adanya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dari orang tua, guru dan pihak terkait akan berdampak kepada  perkembangan anak dan akses terhadap kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) guna menata kehidupan masa depan mereka sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk itu Kadis mengharapkan kepada semua peserta pelatihan harus benar benar mengikuti dengan disiplin, serius, dan ikhlas, supaya ilmu yang didapat bisa berkah.

Sementara Kasi SD Disdik Pidie Jaya Zulwanis, S.Pd, menyatakan peserta pelatihan kali ini dilatih tentang Memahami karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus & cara membantu mereka (ABK); Memahami Menejemen kelas inklusif & Strategi KBM yang fleksible & akomodatif; Memahami perangkat pembelajaran / media belajar untuk ABK; Menyusun Rencana pembelajaran individual serta  Media pembelajaran bagi AB; Praktek mengajar di sekolah inklusif. Yang dilatih oleh Narasumber Nasional bapak Dr. Dadang Garnida, M.Pd dari PPPPTK PAUD dan PLB, Bandung dan Istiarsyah, M.Ed dari SLBN Abdya.
Kontributor Pijay Mashadi

Selasa, 13 November 2018

LPMP Aceh SOSIALISASI SEKOLAH Model Bireuen

Bireuen. bersama dengan pemerintah daerah setempat lakukan kegiatan sosialisasi SPMI pada sekolah model yang telah ditetapkan oleh LPMP Aceh dan pemda. sosialisasi berlansung di Gedung SD 28 Peusangan pada Selasa, 13/10/2018. Acara diikuti oleh 30 peserta dari sekolah model, sekolah imbas, pengawas dan komite sekolah. Acara dibuka oleh kepala Dinas Pendidikan,pemuda dan olahraga bireuen Drs. M. nasir, M.pd yg diwakili oleh kasi pembinanan SMP M.nasir, S.pd dengan narasumber dari LPMP Aceh.

Fasilitator Sekolah Model Kabupaten Bireuen Alfian. M.Pd dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini nanti akan melahirkan rapor mutu untuk menyusun skala prioritas melalui Rencana Kerja Sekolah (RKS), disesuaikan dengan urgensi dan daya dukung sumber daya, baik sumber daya manusia (pendidik dan tenaga kependidikan) maupun sumber daya material (dana, sarana dan prasarana).
"Diharapkan sekolah model bisa menjadi contoh bagi sekolah imbas dan sekolah lainnya". Kata Nasir, SPd dalam sambutannya. Selanjutnya sekolah model dan imbas didampingi oleh fasda melakukan pemetaan mutu sekolah melalui implementasi SPMI, sekolah diberikan otonomi dalam mencapai delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) .
Di bireuen ada 12 Sekolah model SPMI terdiri dari 2 SMA, 2 SMK, 5 SMP dan 3 SD yang juga sedang melakukan kegiatan yang sama.
Kontributor Bireuen (Iskandar/Alfian)

Minggu, 11 November 2018

PEMUDA RAPUH, ulasan Khairuddin Budiman

Tahun lalu setelah UN berbasis komputer, kita dibuat heboh oleh komen anak2 SMA setelah mengikuti ujian. Komen itu terasa kocak, lalu diviralkan oleh banyak orang termasuk tidak sedikit oleh guru. Beberapa komen lgsg masuk ke instagram Kemdikbud, bahkan beberapa komen menantang pak Menteri mengerjakan soal. Tidak tanggung2 sebagian memberi komen lebih pedas dan nyinyir datang dari orangtua siswa, politisi, tokoh masyarakat termasuk pendidik. Padahal soal ujian berbasis Higher Order Thinking Skills sudah berlangsung beberapa tahun, hanya istilahnya saja belum populer di saat itu.

Sebagai pendidik atau akademisi, komen2 tersebut sama sekali tidak menghibur sy. Komen2 tersebut pun sy anggap hanya mewakili populasi kecil meski vulgar krn viral. Namun reaksi atas komen tersebut benar2 membuat sy nyesek. Ada yg salah dalam pendidikan kita, pembinaan karakter.  Cara menyampaikan pendapat yang ingin menang sendiri, merasa terlalu benar, lalu boleh sewenang2 mendakwa orang di depan publik. Doktrin pendidikan karakter di sekolah ternyata masih belum membekas untuk dibawa pulang menjadi jiwa, menjadi tabiat dalam kesehariannya.  Bagi sy ouput pendidikan yang baik adalah akhlak, sementara kecerdasan matematis, kecerdasan konseptual dan aplikatif butuh proses tidak ujug2. Pendidikan harus mampu mencirikan itu, termasuk pembiasaan antri di sekolah meski terlihat kecil namun berdampak besar, termasuk kecerdasan menggunakan gawai secara positif dan edukatif.

Kita terlalu mudah menyalahkan orang lain atas ketidakmampuan kita.

Seperti halnya ribut2 CBT pada Tes CPNS. Beberapa hari lalu status sy ternyata jadi perbincangan di ruang publik secara offline, termasuk guru2 di sekolahku. Tidak sedikit yg mendukung, tidak kurang juga menganggap sy berkata seperti itu karena sy mudah lulus CPNS. Mereka tidak tau, kali ke 3 sy baru lulus tes CPNS. Tak ada pendaftaran online, berjibaku dengan antrian panjang saat bulan Ramadhan, di terik hari menatap anak2 gadis yg bebas menenggak frutang saat puasa dengan alasan privasi. Ikut ujian gagal pula, tanpa tau berapa nilai keluar, tanpa tau apa alasan tidak lulus, namun tetap harus berprasangka baik.

CBT bukan hal baru pada seleksi CPNS. Sistem ini bagus menurut sy, transparan, tidak ada yg disembunyikan dari hasil tes, bisa diuji publik manakala ada seseorang yg tiba2 dianggap lulus di belakang layar, lihat saja jejak tesnya. Tes berbasis komputer pula yg buat kita tau, putri Presiden Jokowi pun harus berjibaku dan tak lulus passing grade. Bukankah kami para PNS ini cukup lama distigmakan dengan pegawai yg menghabiskan anggaran negara terbesar, abdi negara yang malas suka nangkring di warkop, pelayan masyarakat yang buruk, pagawai pemerintah dengan kecerdasan rendah. Lalu saat sistem diperbaiki, rekrutmen yang baik, transparan, teruji, standar meningkat, ramai2 kita ribut.

Lagi-lagi kita sedang mempertontonkan karakter asli kita, reaktif, panik, gagal merasa benar, sistem yang buruk, kebijakan yang buruk. Kita lupa, kita negara besar yang masih tertinggal, dilampaui oleh negara yang dulunya belajar sama kita. Jika semua ditanggapi skeptis, maka energi kita hanya akan habis pada perdebatan sistem, sementara hadirnya kita pun tidak memperbaiki sistem. Nyinyir tanpa solusi. 

Trus kl gagal CPNS, apa dunia hanya pada CPNS saja, padahal para calon mertua pun sekarang tidak lagi berkutat pada pertanyaan, anda pegawai kantor mana ?. Jika emang terlalu ngebet PNS, maka pasti kita belajar untuk meningkatkan kualitas, bukan justru menantang orang2 yg tidak ada hubungannya dengan urusan kita. Masak saat Timnas Indonesia kalah dari Singapore, kita menantang Timnas Ghana melawan Singapore. Gagal kita bukan urusan orang, jika tidak suka dengan sistem mending cari lahan lain. Sy pikir pemerintah tidak sembarangan, tidak tiba2 memberi standar, pasti ada kajian2 akademik dan empirik, lalu ada proyeksi hasil rekrutmen yang ideal. Kita berharap pelayanan publik menjadi lebih baik dari abdi negara ini, sehingga stigma di atas tidak melekat lagi pada PNS.

Pemuda kita sungguh rapuh jika hanya bisa garang di instagram dan sosial media tp tidak menunjukkan kualitas mental ketika gagal, justru cari tenar dengan menyalahkan orang lain.

Tugas berat bagi kami di ruang pendidikan karena sumber perubahan masyarakat sesungguhnya berawal di pendidikan. Generasi ke depan harus kuat, tidak hanya kualitas otak, namun kesiapan mental ketika gagal. Sering sy pesankan itu di ruang kelas sy, bahwa pahlawan bukan orang tak pernah gagal, tapi mampu kuat bangkit berkali2 atas kegagalannya. Jangan jadi seperti strawberry, indah dipandang tapi rapuh saat disentuh.

Matangkuli, 11 Nov 2018
Utk Hari Pahlawan

Tulisan Khairuddin IGI

Sabtu, 10 November 2018

Bener Meriah Raih Juara I Duta Pelajar Kamtibmas 2018

BANDA ACEH. Pada pilihan Duta Pelajar Kamtibmas Provinsi Aceh tahun 2018, duta pelajar dari Kabupaten Bener Meriah memenangkan juara pertama.

Dua orang siswa SMA Negeri 1 Timang Gajah tersiri dari satu putra dan satu putri dipastikan keluar sebagai juara pertama setelah dewan juri dari Polda Aceh mengumumkan hasil perubahan yang terjadi di Grand Aceh Syariah, Jum'at malam (09/11).

Acara yang berisi layaknya kegiatan berskala nasional itu mendapat penghargaan yang luar biasa dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd.

Syaridin mengatakan kegiatan seperti ini harus dilakukan bahkan harus ditingkatkan lagi untuk tahun-tahun berikutnya dalam upaya meningkatkan prestasi siswa di Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan.madrasah, say.

“Terima kasih atas kerja sama yang baik antara Polda Aceh dan Disdik Aceh serta kesiapan dalam melakukan kegiatan yang sangat positif ini, 'kata Syaridin.

Sementara Wadir Binmas Polda Aceh, AKBP Drs Arsyad KH saat menutup pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tahun 2018 mengatakan kegiatan seperti ini dapat mendorong generasi muda Aceh kearah yang positif dan menumbuh kembangkan wawasan kebangsaan.

Arsyad menghimbau kepada generasi muda Aceh agar membentengi dari bahaya narkoba. Jajaran kepolisian siap bergaul dengan Dinas Pendidikan Aceh dalam program pendidikan melalui program Polisi Saweu Sikula, ujar Arsyad.

“Kegiatan pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas ini tidak sebatas dengan para juara semata, namun lebih pada pemantapan karakter para pelajar yang lebih baik. Semua peserta yang mencerminkan daerah masing-masing adalah duta terbaik Aceh, ”pungkas Arsyad.

Berikut para juara pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tahun 2018.

Juara I Kab. Bener Meriah

Juara II Kota Banda Aceh

Juara III Kab. Pidie

Juara IV Kab. Nagan Raya

Juara V Kab. Aceh Tengah

Laporan: Fadli Hasan

Kamis, 08 November 2018

Agar Memudahkan, Gunakan Google Form ketika anembuat Need Assessment AKPD

BANGKALAN - Pekerjaan yang wajib dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) adalah menyiapkan need assessment.  Untuk memudahkan pekerjaan, guru BK dapat melakukannya dengan memanfaatkan aplikasi google form.

Google telah mengembangkan aplikasi yang disebut dengan google form. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, guru dapat membuat instrumen angket secara online, kemudian siswa sasaran dapat menjawabnya secara online pula. Secara otomatis google form akan meng-entri data yang dibuat ke dalam tabulasi format Excel dan grafik. Dengan demikian akan memudahkan kerja guru untuk menyalin dan menjadikannya sebagai sebuah laporan sesuai dengan kebutuhan. 

Pemanfaatan aplikasi google form untuk pembuatan instrumen ini diperkenalkan dalam Workshop Penyusunan Program Bimbingan Konseling Berbasis Asesmen AKPD dengan Memanfaatkan Google Formdi SMA Negeri 2 Bangkalan-Madura, Jawa Timur, tanggal 27-28 Oktober 2018. Pematerinya Drs. Andori, Kons.

Ia menyampaikan materi Penyusunan Program Bimbingan Konseling Berbasis Asesmen AKPD dengan Memanfaatkan Google Form pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.

Menurut Andori, pembuatan instrumen pengumpulan data AKPD dengan memanfaatkan google form sangat mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Bermodal komputer yang terhubung ke jaringan, seorang guru kita dapat menyusun, mengirim dan menerima hasil datanya secara cepat. Dia menjelaskan, langkah-langkah menyusun instrumen pengumpulan data melalui google formditempuh melalui tiga tahap, yaitu:

1.    Menyusun dan membuat formulir google form,

2.    Meng-entri hasil jawaban responden ke dalam aplikasi AKPD, dan

3.     Menganalisa hasil angket ke dalam program BK.

Dia menambahkan, guru BK atau konselor dapat menggunakan instrumen yang dikembangkan sendiri dengan langkah-langkah sebagaimana pengonstruksian instrumen tes.

Langkah-langkah pengembangan meliputi:

-       menetapkan tujuan pengungkapan data pribadi

-       menentukan aspek dan atau dimensi yang diukur

-       merumuskan definisi operasional, memilih cara pengukuran yang digunakan,

-       instrumen dan lembar jawaban

-       merumuskan manual penggunaan instrumen

-       penyekoran atau pengolahan, serta interpretasinya. (POP BK: 2016). Materi workshop dapat diunduh di web ini. | Ana Susanti
Copas wadahguruBK