Assalamu'alaikum Wr. Wb. Yth Bpk/ibu (1) Kepala Sekolah TK Pertiwi B.Aceh (2) Kepala Sekolah SD 24 B. Aceh, (3) Kepala Sekolah SMP 1 Meulaboh dan Kepala Sekolah SMK 1 Takengon masing2 di tempat. Kemarin menjelang sore saya mendapat konfirmasi dari Kemendikbud ttg hasil LSS tk Nasional bln Juli lalu. Dari keempat sekolah wakil dari Aceh hanya 1 sekolah yaitu SMK 1 Takengon yg masuk dlm nominasi juara dan akan diverifikasi pada tgl 17-19 Sept 2018 oleh tim UKS/M Pusat. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, patut kita bersyukur dan mengucapkan Alhamdulillah. Kita berharap sekolah yg mewakili Aceh mendapatkan hasil yg terbaik di tingkat nasional. Kpd sekolah yg belum masuk dlm nominasi juara tingkat nasional kita masih punya kesempatan di tahun yg akan datang. Terima kasih atas partisipasi dan dukungannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita sekalian, Amin. Mohon maaf dari kami mewakili TP UKS/M Aceh bila dlm proses pelaksanaan LSS terdapat kesalahan dan kekhilafan. Kita secara bersama-sama terus berupaya yg terbaik utk generasi kita ke depan sesuai dgn tupoksi kita masing2. Hormat kami, TP-UKS/M Aceh Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Persrilis
Senin, 10 September 2018
SMKN 1 Takengon Masuk Nominasi Lomba Sekolah Sehat
Minggu, 09 September 2018
Wali Siswa SMAN 19 Takengon spontan bantu sekolah
Takengon. Kepala SMA Negeri 19 Takengon memanggil semua wali siswa kesekolah 4/9. Muhammad, S.Ag memanggil wali siswa untuk menyampaikan kemajuan sekolah.
Sekolah yang dibangun beberapa tahun yang lalu, kini sudah banyak perubahan kata Muhammad dihadapan 125 wali dari 127 siswanya, dulu sekolah kita hanya ada satu unit tiga ruang. Namun tahun ini kita sudah mendapat bantuan ruang perpustakaan, ruang laboratorium, mck.
Ruang perpustakaan sudah ada namun ruang perpustakaan tersebut belum ada buku, baik buku fiksi atau non fiksi, buku penunjang, maupun buku lainnya. Begitu juga dengan ruang laboratorium. Kita hanya ada ruang.
Tahun ini sekolah kita sudah mendapat bantuan komputer dari kementerian dan Dinas Pendidikan Aceh sebanyak 32 unit. Komputer ini mau kami tempati di ruang laboratorium, namun ruang tersebut tidak ada besi pengaman. Kami belum berani membawa komputer itu kesekolah dan komputer tersebut masih kami titip di rumah penduduk.
Hari ini kami ingin mengajak bapak ibu wali siswa untuk membantu sekolah yaitu pengadaan besi pengaman tersebut agar komputer bisa kita bawa kesekolah. Bagaimana pendapat bapak ibu? Semua peserta rapat spontan menjawab setuju.
Keseriusan wali siswa Rusep Antara hari itu juga menyumbang secara suka rela. Ada yang menyumbang 50 ribu sampai 500 ribu. Bagi wali yang membawa uang langsung diserahkan. Pada hari itu terkumpul 5 juta rupiah.
Saya sudah memesan besi pengaman mungkin bulan ini sudah terpasang uarai alumni fakultas dakwah UIN Ar-Raniry angkatan 89 kepada gureacehnews.
Tahun ini siswa kami tidak lagi ikut ujian ke sekolah lain di Takengon. Alhamdulillah tahun ini anak kami sudah bisa ujian Nasional berbasis komputer disekolah sendiri harap Muhammad.
Jumat, 07 September 2018
TATA CARA PELAKSANAAN LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA
Salam sastra! Pada postingan kali ini, saya ingin sharing mengenai tata cara dalam lomba debat bahasa indonesia, dari perturan debat, petunjuk penyampaian argumen, serta tugas-tugas dari tim afirmatif maupun tim oposisi. Semoga apa yang saya posting bermanfaat bagi anda. Selamat membaca!
LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA (LDBI)
Catatan:
1. pidato substantif maks
imal 7 menit 20 detik (pembuca
2. pada saat pidato substantif, lawan diperbolehkan mengajukan interupsi (bisa diterima atau ditolak).
3. pembicara balasan (kesimpulan) maksimal 4 menit 20 detik.
4. Peringatan waktu akan diberikan ketukan, ketukan pertama (1 kali) diperbolehkan menginterupsi, ketukan kedua (1 kali) tidak diizinkan menginterupsi, ketukan ketiga (2 kali) sebagai peringatan waktu akan berakhir, dan terakhir ketukan secara beruntun (3 kali atau lebih) menandakan waktu untuk berargumen telah selesai.
5. untuk rangkain waktu dan peraturan debat secara rinci akan dijelaskan oleh moderator/pemimpin sidang.
6. Dalam menyampaikan argumen atau menjawab intrupsi dari lawan, sapalah sesekali dewan juri untuk meyakinkan argumentasi yang disampaikan.
7. Untuk pembicara 2 dan 3, catatlah poin-poin argumen yang disampaikan lawan, kemudian gunakan untuk menyangga dan memperkuat argumentasi dari pembicara pertama.
PETUNJUK PENYAMPAIAN ARGUMEN DEBAT TIM AFIRMATIF!
Pembicara 1:
Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi, para dewan juri yang saya hormati. Rekan-rekan dari tim oposisi yang kami sayangi. Juga tak lupa pemimpin sidang dan pengatur waktu, serta para hadirin yang turut menyaksikan perdebatan pada pagi hari ini. Salam sejahtera untuk kita semua.
Perkenalkan nama saya ...... selaku pembicara pertama dari tim pemerintah (afirmatif), yang akan menentukan limitasi, paramater, definisi, serta latar belakang mengapa mosi kali ini dapat kita perdebatkan. Kami juga akan memaparkan argumen-argumen dari tim pemerintah (afirmatif). Selanjutnya argumentasi kami akan dilanjutkan oleh teman saya ........ selaku pembicara kedua. Yang akan memperkuat dan membangun ulang argumen-argumen dari tim pemerintah. Dan yang terakhir teman saya ....... selaku pembicara ketiga, akan merekonstruksi jalannya debat pada pagi hari ini. Argumentasi dari kami akan ditutup oleh saya selaku pembicara balasan, yang akan meninjau ulang dan menganalisis hasil perdebatan kali ini.
Baiklah, dewan juri yang kami hormati, adapun mosi yang akan diperdebatkan seperti yang sudah disampaikan oleh pimpinan sidang tadi, yaitu ..................................................(mosi)
Yang perlu kami garis bawahi bahwa mosi ini ............................................(batasan masalah/limitasi)
Sebelum kami mengemukakan argumentasi, izinkan kami menyampaikan definisi topik terlebih dahulu.........................(definisi topik dalam mosi, sertakan juga data yang akurat)
Perlu kami tekankan bahwa parameter dalam mosi ini yaitu.........................
Argumen pertama kami, yaitu kami mulai dari...................... (sampaikan argumentasi poin pertama, kemudian sertakan kesimpulan dari poin pertama dengan menekankan bahwa anda sangat setuju dengan mosi yang diperdebatkan)
Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih, wassalamualaikum War. Wab.
Pembicara balasan/kesimpulan 2 (afirmatif):
Terimakasih atas kesempatannya pimpinan sidang.
Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para dewan juri. Rekan-rekan dari tim oposisi. Pemimpin sidang dan pengatur waktu, serta hadirin sekalian. Salam sejahtera bagi kita semua.
Saya berdiri kembali di sini selaku pembicara balasan dari tim pemerintah. Akan menyampaikan perbandingan argumen kami dengan tim oposisi. Kami tegaskan bahwa kami sangat setuju mosi kali ini.
Tentu ini beralasan bahwa semua argumen dari tim oposisi tadi tidak menggunakan data yang falid,
(sampaikanlah poin poin kelemahan dari seluruh argumen pembicara tim oposisi)
(sampaikanlah kegagalan tim oposisi dalam menanggapi interupsi anda)
(sampaikanlah kesimpulan untuk mempertegas bahwa anda sangat, sangat, sangat setuju dengan mosi yang diangkat)
Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih, wassalamualaikum War. Wab.
LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA (LDBI)
Catatan:
1. pidato substantif maksimal 7 menit 20 detik (pembuca
2. pada saat pidato substantif, lawan diperbolehkan mengajukan interupsi (bisa diterima atau ditolak).
3. pembicara balasan (kesimpulan) maksimal 4 menit 20 detik.
4. Peringatan waktu akan diberikan ketukan, ketukan pertama (1 kali) diperbolehkan menginterupsi, ketukan kedua (1 kali) tidak diizinkan menginterupsi, ketukan ketiga (2 kali) sebagai peringatan waktu akan berakhir, dan terakhir ketukan secara beruntun (3 kali atau lebih) menandakan waktu untuk berargumen telah selesai.
5. untuk rangkain waktu dan peraturan debat secara rinci akan dijelaskan oleh moderator/pemimpin sidang.
6. Dalam menyampaikan argumen atau menjawab intrupsi dari lawan, sapalah sesekali dewan juri untuk meyakinkan argumentasi yang disampaikan.
7. Untuk pembicara 2 dan 3, catatlah poin-poin argumen yang disampaikan lawan, kemudian gunakan untuk menyangga dan memperkuat argumentasi dari pembicara pertama.
PETUNJUK PENYAMPAIAN ARGUMEN DEBAT TIM AFIRMATIF!
Pembicara 2:
Terimakasih atas kesempatannya pimpinan sidang.
Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi, para dewan juri yang saya hormati. Rekan-rekan dari tim oposisi yang kami kasihii. Pemimpin sidang dan pengatur waktu, serta hadirin sekalian yang begitu antusias menyaksikan prosesi debat pada pagi hari ini.
Sebelumnya, perkenalkan nama saya ............. selaku pembicara kedua dari tim pemerintah, yang akan memperkuat argumen-argumen yang telah disampaikan pembicara pertama kami dari tim pemerintah yaitu ...............
Namun sebelum saya menyampaikan penguatan terhadap argumen-argumen kami, dan menyatakan kembali argumen kami. Saya ingin menyangga beberapa poin yang telah disampaikan pembicara pertama dari tim oposisi.
Anda mengatakan bahwa........................ (sampaikan kelemahan argumen lawan dan berikan penguatan terhadap argumen pembicara 1)
Masuk ke dalam argumen saya, dimana saya berpikir bahwa .....................................(sampaikan argumentasi poin kedua, kemudian sertakan kesimpulan dari poin yang disampaikan dengan menekankan bahwa anda sangat setuju dengan mosi yang diperdebatkan)
Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih, wassalamualaikum War. Wab
LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA (LDBI)
Catatan:
1. pidato substantif maksimal 7 menit 20 detik (pembuca
2. pada saat pidato substantif, lawan diperbolehkan mengajukan interupsi (bisa diterima atau ditolak).
3. pembicara balasan (kesimpulan) maksimal 4 menit 20 detik.
4. Peringatan waktu akan diberikan ketukan, ketukan pertama (1 kali) diperbolehkan menginterupsi, ketukan kedua (1 kali) tidak diizinkan menginterupsi, ketukan ketiga (2 kali) sebagai peringatan waktu akan berakhir, dan terakhir ketukan secara beruntun (3 kali atau lebih) menandakan waktu untuk berargumen telah selesai.
5. untuk rangkain waktu dan peraturan debat secara rinci akan dijelaskan oleh moderator/pemimpin sidang.
6. Dalam menyampaikan argumen atau menjawab intrupsi dari lawan, sapalah sesekali dewan juri untuk meyakinkan argumentasi yang disampaikan.
7. Untuk pembicara 2 dan 3, catatlah poin-poin argumen yang disampaikan lawan, kemudian gunakan untuk menyangga dan memperkuat argumentasi dari pembicara pertama.
PETUNJUK PENYAMPAIAN ARGUMEN DEBAT TIM AFIRMATIF!
Pembicara 3 (afirmasi):
Terimakasih atas kesempatannya pimpinan sidang.
Bismillahirahmanirahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para dewan juri. Rekan-rekan dari tim oposisi. Pemimpin sidang dan pengatur waktu, serta hadirin sekalian yang insya Allah di rahmati Allah Subhanahu wataala.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Saya ............. selaku pembicara ketiga dari tim pemerintah, akan merekonstruksi kembali prosesi debat kali ini. Saya juga akan mempertegas kembali pernyataan yang telah disampaikan pembicara kami dari tim pemerintah.
Sebelumnya, izinkan saya terlebih dahulu menyangga argumen-argumen yang telah disampaikan tim oposisi tadi. Baiklah, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mosi kita kali ini adalah.....................
Langsung saja. Pembicara kedua dari tim oposisi tadi beragumen bahwasanya ................... (sampaikan kembali kelemahan dan menyangga poin yang disampaikan oleh pembiacara kedua dari tim oposisi, dan sampaikan penguatan dari argumen pembicara kedua tim pemerintah)
Masuk ke dalam argumen saya, dimana saya berpikir bahwa .....................................(sampaikan argumentasi poin ketiga, kemudian sertakan kesimpulan dari poin yang disampaikan dengan menekankan bahwa anda sangat, sangat, sangat setuju dengan mosi yang diperdebatkan)
Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih, wassalamualaikum War. Wab
Kamis, 06 September 2018
SELAMAT JALAN AYAH
Selamat Jalan Ayah
Yth. Ayahnda tercinta Sayuthi Aulia Bin Yusuf. Hari ini ayah sudah tidak lagi bersama kami, tepat 10:30 ayah pergi untuk selamanya.
Kenangan bertubi tubi terus mengingatkan kami. 29 tahun ayah mendidik kami dengan miliaran keringat yang ayah keluarkan. Hari ini keringat ayah telah mengering, tiada lagi keringat ayah yang terlihat. Kami rindu sekali bertemu ayah kembali, namun Sang Pencipta Allah SWT sangat mencintai ayah.
Mulai saat ini ayah jangan khawatir, putra ayah ini persis seperti ayah, bunda dan anak ayah lainnya sekarang menjadi tanggung jawab putra ayah ini.
Ayah silahkan pergi meraih kebahagiaan yang haqiqi, pesan ayah akan selalu kami ingat. Doa kami selalu untuk ayah, selamat jalan Ayahnda kami terncinta.
6 September 2018
Nanda Sayuti Aulia Yusuf
Senin, 03 September 2018
SEKDISDIK MUSLEM BUKA PELATIHAN DAPODIKDASMEN VERSI TERBARU
Banda Aceh. Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Muslem,S.Ag.M.Pd hari selasa tgl 4 September 2018 jam 09.00 wib membuka Kegiatan Peningkatan Kualitas Data Dapodik SMA Tahap I tahun 2018 di aula Hotel Grand Aceh Syari'ah Lamdom. Kegiatan pelatihan operator Dapodik SMA se-Aceh yg berjumlah 173 org berlangsung dari tgl 3 s.d. 6 September 2018.
Muslem menjelaskan tentang tujuan kehiatan pelatihan yaitu untuk memverifikasi data Dapodik khususnya data satuan pendidikan SMA, peserta didik dan tenaga kependidikan guna meningkatkan kualitas data Dapodik.
Disamping itu jelas muslem kegiatan ini juga sebagai momentum bagi operator data DAPODIK untuk mengetahui versi terbaru aplikasi DAPODIKDASMEN sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam pembukaan acara tersebut, sekdisdik Aceh Muslem Yacob, S. Ag, M.Pd menekankan betapa pentingnya data Dapodik yang berkorelasi dengan perencanaan anggaran baik yang bersumber dari APBA maupun APBN, baik terkait dengan dana BOS, Beasiswa Yatim, sarana dan prasarana, aneka tunjangan guru dan tenaga kependidikan PNS maupun honorarium guru dan tenaga kependidikan PNS.
Jika data yang disajikan benar dan valid, maka arah dan sasaran yg ingin dicapai sudah pasti tepat dan benar. Sebaliknya bila data tidak valid maka sasarannya jg tidak tepat. Oleh karenanya sekdisdik Aceh mengharapkan kepada para operator sekolah untuk lebih teliti dalam hal meng input data Dapodik satuan pendidikan, peserta didik, guru dan tenaga kependidikan.
Data DAPODIK merupakan sumber data yang menjadi acuan bagi penyusun program. Begitu juga hal nya untuk kepentingan akreditasi.
DAPODIK menjadi sumber rujukan bagi asesor dalam melakukan akreditasi satuan pendidikan. Jangan sampai hanya untuk mendapatkan akreditasi A, inputan data DAPODIK keliru. Hal ini berimplikasi kepada penganggaran kegiatan sarpras khususnya yg bersumber dari DAK jelas sekretaris Dinas Pendidikan Aceh yang sangat berpengalaman dengan data juga mantan Kabid program.
Para kepala sekolah sudah mengusulkan sarpras yg didanai DAK tahun 2019. Usulan tersebut ada yg diterima dan ada yg ditolak. Ketika melihat usulan yg ditolak ternyata kebanyakan kegiatan2 tersebut tidak sesuai dengan data DAPODIK. Supaya data DAPODIK berkualitas, melalui kegiatan ini saya mengharapkan supaya data yg diinput ke DAPODIK sesuai dengan faktual di satuan pendidikan. Semoga sektor pendidikan di Aceh dalam mendukung program Pemerintah Aceh yaitu ACEH CARONG bisa terwujud sesuai dengan harapan masyarakat Aceh. Jika hal ini bisa terwujud, maka Aceh akan menjadi HEBAT dalam semua sektor khususnya PENDIDIKAN.
Kontributor : gureacehnews
Minggu, 02 September 2018
Disdik Pidie Jaya Meriahkan HARDIKDA dengan Jalan Santai dan Lomba Siswa
Meureudu. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) ke 59, Wakil Bupati Pidie Jaya didampingi Sekda, Kadis Pebdidikan Pidie Jaya, dan SKPK lainnya, membuka jalan santai bersama pada Minggu (02/09/2018) di lapangan kantor Dinas Pendidikan.
Terlihat peserta yang terdiri Para siswa, Para Guru dan Pegawai dari berbagai SKPK di Kabupaten Pidie Jaya. Ratusan peserta jalan santai dilepas langsung oleh Wakil Bupati Said Mulyadi dengan ditandai pengangkatan bendara star sebagai tanda dimulainya kegiatan jalan santai. “mengharapkan kegiatan santai ini dapat dijadikan ajang tiga bulan dan memperkuat tali silaturrahim,
Saiful, M.Pd Kadis Pendidikan Pidie jaya mengatakan, Selain Jalan Santai, Disdik juga melaksanakan ajang Kreatifitas anak-anak memang tiada habisnya. Untuk siswa siswi TK/RA, SD/MI, Momentum Hardikda Pidie Jaya 2018 menjadi salah satu ajang peningkatan kreatifitas mereka dalam lomba menggambar dan mewarnai.
Permainan warna dan ide-ide yang dituangkan dalam kertas memiliki nilai estetika tersendiri yang telah dituangkan para siswa siswi sebagai aspek kreatifitasnya. Dengan memperingati Hardikda, mengajak anak anak untuk lebih memahami pola hidup sehat dan bersih terutama dilingkungan rumah dan sekolah merupakan hal penting dalam mempersipakan generasi masa depan yang cerdas dan sehat.
Said Mulyadi. Wabup Pidie Jaya saat melakukan kunjungan ke lokasi. “ini merupakan salah satu ajang unjuk kreativitas siswa/i dalam menuangkan imajinasinya dalam bentuk gambar dan warna”
Safriani, M.Pd Kabid PAUD DIKMAS selaku ketua panitia menggabar dan mewarnai mengatakan, Lomba dilaksanakan di lapangan Futsal Cot trieng Meureudu Pidie Jaya di ikuti oleh 850 siswa/i, dimana Lomba ini dibagi dalam 2 katagori.
Katagori pertama adalah Mawarnai untuk siswa/i TK/RA, SD/MI kelas 1-3. Sedangkan katagori kedua yaitu Menggambar untuk siswa/i kelas 4-6 SD/MI. Kegiatan ini di sponsori oleh Arline yang merupakan tindaklanjut dari MoU atara Pembkab Pidie Jaya dengan Arline.
Dalam kepempatan ini kami berharap guru guru dapat menjadi agen perubahan dalam menggali bakat bakat dan kreativitas anak dalam membantuk generasi yang cerdas dan sehat. Sesuai dengan tema “Sekolahku Bersih dan Sehat” Ungkap Safriani.
Kontributor : Mashadi dari pijay
PLT GUBERNUR ACEH INSPEKTUR UPACARA HARDIKDA ke 59
Banda Aceh. Gureacehnews. Tokoh pendahulu Aceh memiliki generasi tangguh menghadapi era perubahan yang terus bergerak dari masa ke masa, kelak diinskripkan sebagai Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh. Dari titik ini, tugu komitmen menempatkan SDM sebagai prioritas pembangunan, pelan-pelan dibangun.”
Tak bisa dinafikan bahwa Kota Pendidikan Darussalam adalah persembahan maha karya para pendahulu Aceh. Di situ, dua universitas termasyhur yaitu Unsyiah dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), kini berganti jubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, lahir dan menjadi ikon nusantara. “Ini adalah karya besar tokoh-tokoh pendahulu Aceh di bidang pendidikan,” kata Nova Iriansyah, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh.
Sebagai “Jantung Hatinya Rakyat Aceh”, Unsyiah dan UIN harus mampu pula menyuguhkan SDM yang memiliki karakter keacehan, keislaman dan keindonesiaan secara politik. Harapannya, kelak generasi Aceh mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan berkolaborasi sebagai karakter yang diperlukan dalam menghadapi tantangan perubahan zaman.
Pemerintah Aceh periode 2017-2022, kata Nova Iriansyah, sudah berupaya mengaktualisasi harapan itu dengan memprioritaskan pembangunan bidang pendidikan sebagai salah satu dari 15 program unggulan yang diberi nama “Aceh Carong”. “Program ini diharapkan dapat mengakselerasikan target capaian pembangunan bidang pendidikan sesuai dengan target nasional,” ungkap Nova Iriansyah.
Dari dasar pemikiran inilah maka peringatan Hardikda ke-59 tahun 2018 mengambil tema “Aceh Carong Menuju Era Industri 4.0.” Dan, momentum ini dijadikan wahana evaluasi terhadap berbagai program pendidikan yang sudah dijalankan.
Pelaksana Gubernur Aceh ini menilai, pendidikan merupakan satu fondasi terpenting dalam sebuah bangsa. Karena itu, hampir semua negara menjadikan isu pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Pemerintah Aceh telah memasukkan isu pendidikan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh tahun 2017-2022.
Dokumen tersebut, katanya, menunjukkan tekad pemerintah Aceh untuk menyediakan layanan pendidikan yang relevan dan bermutu sehingga menghasilkan lulusan berdaya saing dan memiliki karakter akhlakulkarimah.
Untuk mencapai target sasaran tersebut, tentu semua pihak harus terlibat secara terintegrasi, seperti; Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Dayah, BAPPEDA Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Lembaga Perguruan Tinggi dan seluruh komponen masyarakat lainnya.
Pemerataan Akses Pendidikan
Pemberlakuan UU No. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, tegas Nova Iriansyah, mengatur kewenangan dalam penyelenggaraan jenjang pendidikan. Dalam menyikapi regulasi tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas koordinasi antarjenjang pemerintahan sehingga perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan menjadi lebih sinergi.
“Kita harus terus berikhtiar mewujudkan pembangunan berkeadilan melalui pemerataan akses dan mutu pendidikan di seluruh penjuru Aceh. Kita harus memastikan pendidikan yang terjangkau, tidak boleh ada masyarakat Aceh pada usia sekolah yang tidak mendapat layanan pendidikan,” tekad Nova.
Dengan kata lain, ujar Nova Iriansyah, dibutuhkan peran jajaran terkait untuk meningkatkan kepekaan yang lebih baik. Agar kesenjangan, problem dan tantangan, baik sebagai fenomena maupun fakta, dapat diidentifikasi dan diperkecil. “Kita patut bersyukur bahwa program dan kegiatan sebagai ikhtiar sudah mulai menunjukkan hasil yang positif,” ungkap Nova Iriansyah.
Ia menyebut beberapa indikasi keberhasilan antara lain; sebanyak 5.282 siswa calon mahasiswa asal Aceh dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018. Jumlah ini mendudukkan Aceh pada “peringkat lima” sebagai provinsi paling banyak meloloskan siswa-siswinya dari SMA/SMK/MA dalam SNMPTN 2018 dan peringkat ketiga nasional penerima beasiswa bidik misi.
Nova juga menyebut bahwa peningkatan kompetensi guru melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan juga menunjukkan pergerakan peningkatan capaian. Pada 2015, hasil UKG menunjukkan peringkat kompetensi guru Aceh berada pada urutan 3 (tiga) terendah secara nasional.
Kemudian, pada 2016 Aceh menempati peringkat 23 nasional. Pada ahun 2017, mengacu data pengembangan keprofesian berkelanjutan/uji kompetensi guru yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kompetensi guru Aceh berada pada peringkat 15 nasional, naik dari tahun sebelumnya.
Dia menambahkan, bahwa Aceh patut berbangga atas keberhasilan 6 personel Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang memperoleh medali emas nasional, dua gelar juara harapan I dan satu gelar juara harapan II pada ajang lomba Guru Berprestasi (gupres) Nasional tahun 2018. “Ini adalah prestasi yang membanggakan. Kita berharap prestasi ini berimbas pada peningkaan mutu pendidikan Aceh,” ujarnya.
Nova mengingatkan satu hal yang harus menjadi perhatian semua pihak bahwa tidak ada prestasi yang didapat secara instant, semua melalui proses secara terus-menerus. Oleh sebab itu, perlu langkah sinergi antarpenyelenggara kewenangan dalam melakukan gerakan inovatif untuk mempercepat perolehan target capaian yang telah dirumuskan.
Memangkas Mata Rantai Birokrasi
Masih banyak tugas dan tanggung jawab dalam membenahi pembangunan bidang pendidikan. Semua pihak harus bekerja lebih keras lagi agar dapat membenahi tingkat capaian indikator-indikator yang belum dicapai.
“Di tengah kebanggaan dan rasa syukur terhadap berbagai prestasi tersebut, kita juga harus terus berupaya meningkatkaEmbrio itu Dimulai dari Tugu Darussalam kualitas proses pembelajaran melalui perencanaan, pelaksanaan dan evalusi yang terukur,” harap Nova Iriansyah.
Agar hal itu dapat dicapai, kata Nova, para pihak terkait seperti siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, komite sekolah, manajemen penyelenggara dan masyarakat dapat meningkatkan peran dan tanggung jawab sesuai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Dengan segala keterbatasan, kesempurnaan proses pembelajaran membutuhkan dukungan yang optimal.”
Untuk memacu percepatan pembangunan dan memangkas mata rantai birokrasi, kata Nova Iriansyah, Pemerintah Aceh sudah membentuk 20 cabang Dinas Pendidikan di kabupaten/kota yang menangani berbagai jenis permasalahan dan peningkatan mutu pendidikan.
Secara simultan, melalui unit kerja yang ada, Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan kapasitas ribuan pendidik dan tenaga kependidikan. “Dengan kehadiran guru-guru yang memiliki kompetensi tinggi, kita berharap melahirkan output pendidikan berkreativitas dan memiliki kecerdasan tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Nova Iriansyah.
Kontributor: [Bay/rel]