Rabu, 08 Agustus 2018

IGI Ajak Guru Aceh Tengah Menulis Buku

Takengon. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Aceh tengah mengajak guru untuk menulis buku. Demi literasi kami ingin guru mau membiasakan diri untuk menulis kata ketua IGI  Supri kepada gureacehnews 7/8.

Niat kami ini akan kami laksanakan pada tanggal 11 dan 12 Agustus di aula PPMG wilayah V Takengon. Kegiatan peduli guru menulis ini kami hadirkan instruktur dari provinsi Balik Papan jelas Bu guru Supri.

Oleh karena itu kami berharap banyak guru yang mau ikut kegiatan ini. Sangat kami sayangi bila kesempatan baik ini tidak dimanfaatkan oleh teman guru guru Aceh Tengah harap ketua IGI.

Kepada peserta yang ingin ikut kegiatan menulis ini silakan daftar pinta Supri.

Sehubungan dengan kegiatan workshop menulis Satu Guru Satu Buku (SAGUSAKU) Untuk guru oleh IGI, hal ini sangat bermanfaat untuk kompetensi guru, maka kami mohon kepada kepala sekolah SMA SMK  untuk mengirim 3 orang guru setiap sekolah. Kegiatan ini akan dilaksanakan Sabtu dan Minggu 11 dan 12  Agustus 18 di aula PPMG wilayah V Takengon, pendaftaran Rp. 100.000 per orang. Konfirmasi peserta melalui WA 085260023099 dan 082166905152 sebelum hari H
Kotibutor Abdul Hamid

Selasa, 07 Agustus 2018

Kadisdik Aceh Tanda Tangan Kelender Pendidikan 2018/2019

Banda Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh menandatangani Kelender Pendidikan Aceh tahun ajaran 2018/2019. Di aula hotel permata hati Selasa 7/8.

Sebelum Kelender Pendidikan Aceh ini di tandatangani kadis  Syaridin mengulas bahwa kalender pendidikan adalah pedoman pelaksanaan kegiatan di sekolah. Kelender ini juga sudah terakomodar kearifan lokal yaitu bernuansa islami. Dalam Kelender Pendidikan sudah termasuk libur hari hari besar Islam, seperti libur mengang dan lebaran Idul Fitri dan idul Adha. Ulas mantan Kadisdik kota Banda Aceh di hadapan Kadisdik kabupaten kota dan Kankemenag kabupaten kota.

Syaridin menambahkan Selain hari libur Nasional, keagamaan Islam juga mengatur hari libur semester dengan memperhatikan hari efektif yang menjadi hak anak untuk belajar di sekolah. Hari efektif semester I adalah 129 hari 21 Minggu dan 122 hari 20 Minggu efektif untuk semester II.

Kankemenag kota Langsa Drs. Salahuddin, M.Pd mewakili Kanwil Kemenag Aceh ikut menyaksikan prosesi penandatanganan Kelender Pendidikan Aceh. Kami dari Kankemenag sudah siap ikut aturan yang termaktub dalam Kelender ini. Salahuddin juga menyahuti dan siap ikut aturan PPDB tahun 2019 dengan waktu bersamaan dengan semua sekolah termasuk kami MI, MTs dan MA seluruh Aceh.

Kadis Syaridin juga meminta tidak adalagi sekolah baik TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA SMK/MA melakukan kegiatan berbeda beda. Bila libur bersama, ujian bersama ajak Syaridin.

Majelis Pendidikan Daerah harus bisa menjembatani antara dinas cabang, Dinas Pendidikan kabupaten dan Kankemenag agar kebersamaan dapat terwujud sehingga iklim kondusif akan tercipta di semua sekolah.

Senin, 06 Agustus 2018

YAYASAN BAITUL ILMI PIDIE JAYA RESMIKAN PUSAT LAYANAN KHUSUS DAN PEDIDIKAN KHUSUS DI TRIENGGADENG

Trienggadeng. Setiap anak berhak atas memperoleh pendidikan yang seluas-luasnya bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa atau dengan kata lain siswa berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuaanya yang sama dengan anak lainnya dalam memperoleh akses pendidikan.

Serangkai seremonial dalam peresmian pusat layanan khusus dan pedidikan khusus di desa Sagoe kecamatan Trienggadeng, diantara doa bersama, silaturrahmi dengan orang tua siswa, dewan guru dan juga dengan warga setempat. Adapun kegiatan yang akan di jalankan oleh Yayasan baitul Ilmi Pidie Jaya yaitu Pendidikan Anak Usia Dini Layanan Khusus (PAUD LK) Baitul ilmi, Sekolah Luar Biasa (SLB) Baitul Ilmi dimana nantinya anak-anak usia sekolah dapat belajar dan bermain bersama di sekolah ini ujar Mashadi selaku pimpinan sekolah dan juga Yayasan Baitul Ilmi dalam waktu dekat akan menghadirkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang di khususkan untuk warga sekitar guna mengasah kemampuan dan skill warga setempat agar berdaya guna dan kita berharap ini nanti nnya dapat menjadi salah satu mata pencaharian tambahan mereka.

Program kegiatan Yayasan Baitul Ilmi ini turut didukung dan bekerja sama dengan Yayasan Rahmania Fortuna Aceh (YRFA), yang berada di gampong sagoe kecamatan treinggadeng kabupaten Pidie Jaya. Pendirian Sekolah ini merupakan salah satu tidak lanjut dari Peraturan Bupati Pidie Jaya Nomor 11 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif, dalam memberikan pelayanan pendidikan secara merata tanpa adanya diskriminasi.

Secara terpisah Saiful, M.Pd Kadisdik Pidie Jaya mengatakan saat ini Pidie Jaya memang sedang gencar-gencarnya membangun peningkatan kualitas pendidikan yang salah satunya pendidikan Inklusif dan pendidikan karakter yang menjadi prioritas saat ini, apalagi Kabupaten Pidie Jaya sudah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten Penyelenggara pendidikan Inklusif dan kabupaten penyelengaraan pendidikan berkarakter, ujarnya, via telpon.

Sementara Kabid PAUD Dikmas Pidie Jaya Ibu Safriani, M.Pd mengharapkan kepada lembaga penyelenggara PAUDLK agar dapat memastikan potensi anak-anak kita untuk menjadi insan yang cerdas dan memiliki karekter sejak dini. Mengingat PAUDLK Baitul Ilmi merupakan lembaga perdana di Pidie Jaya dalam memberikan pelayan pendidikan khusus bagi anak anak pada masa ke emasan, pintanya.(mashadi)

Kadisdik Aceh Minta Kadisdik Kabupaten/Kota Samakan Program


BANDA ACEH. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, M. Pd meminta Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi membangun pendidikan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Syaridin saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pendidikan Tahun 2018 pada senin (06/08/2018) di aula Hotel Permata Hati.

Rakor tersebut mengambil tema “Kita Tingkatkan Koordinasi dan Sinergitas Program Pembangunan Pendidikan Yang Berkelanjutan.”

Kewenangan boleh berbeda namun program harus sama semua kabupaten/kota dengan Disdik Aceh, “tegas Syaridin.

Kedepan tidak ada lagi kabupaten kota yang melaksanakan ujian sendiri sendiri juga libur harus sama semua, oleh karena itu Disdik Aceh sudah menyusun kalender pendidikan Aceh. “Bila ada perbedaan silakan dibahas di forum ini, “pinta Syaridin.

“Menyangkut kegiatan Nasional seperti kegiatan lomba FL2SN, O2SN dan lain-lain, semua kabupaten kota harus ikut, “lanjutnya.

Kegiatan rakor yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 06-08 Agustus 2018 tersebut diikuti oleh Kepala Dinas, MPD 23 Kabupaten/Kota dan stakeholder pendidikan lainnya. Turut mengisi materi dari Komisi V DPRA, MPA (Majelis Pendidikan Aceh), Staf Ahli Bidang Pendidikan Aceh, Drs. Bakhtiar dan beberapa pemateri lainnya.

Laporan : Abdul Hamid

Komisi V Tidak Bahas Anggaran Pendidikan Bila Tidak Ada TPK Guru

Banda Aceh. Al Fatah ketua komisi V DPRA menyampaikan kami tidak mau membahas anggaran pendidikan Aceh ditingkat komisi bila Dinas Pendidikan bila tidak memasukkan anggaran untuk TPK guru SMA SMK dan PKLK.

Al Fatah menyampaikan hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya sejak guru SMA SMK dan PKLK menjadi kewenangan provinsi mereka tidak adalagi TPK. Mereka sekarang sudah 2 tahun mereka bekerja dengan pemerintah provinsi. Sementara pegawai provinsi lain mendapat TPK.

Maka tahun depan tidak ada alasan mereka tidak diberikan TPK jelas Fatah di hadapan para kadis pendidikan kabupaten kota, MKKS, MKPS di aula hotel pertama hati 6/8. Al Fatah juga minta dinas pendidikan Aceh anggaran harus banyak ke peningkatan mutu guru.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Laisani Caleg DPRA, Membangun Pendidikan Aceh di Legislatif Aceh Menuju Aceh Carong

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Laisani M.SI mengatakan bahwa dalam memajukan pendidikan di Aceh harus melibatkan semua pihak termasuk elemen masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Laisani kepada gureacehnews usai pertemuan dengan beberapa elemen masyarakat dan tokoh pendidikan  di Sigli, sabtu, 3 Agustus 2018.


“Seperti yang dikatakan pak Laisani usai pelantikan dulu sebagai kepala dinas Aceh bahwa jabatan yang diberikan itu suatu amanah yang besar yang harus dilakukan secara bersama-sama tentunya dengan semua elemen masyarakat,” ujar Laisani.


Ia mengatakan, setelah dilantik, langkah awal yang akan dilakukan dalam membenah pendidikan di Aceh yaitu dengan cara melakukan identifikasi apa saja yang harus dilakukan sehingga dapat diaplikasikan menjadi tugas prioritas.


Selain itu, menurut Laisani, apa yang telah dilakukan Kadis Pendidikan Aceh sebelumnya merupakan kerangka dasar yang harus diperdalam lagi dan saya akan membantu kadis pendidikan sekarang semampu saya.


“Artinya bahwa ketika Kadis sebelumnya misalnya telah melakukan hal yang menyangkut dengan kegiatan katakan suatu kreatifitas siswa, itu harus  diperdalam, yang selama ini belum kita lakukan, ini menjadi tugas baru kita sehingga nantinya kualitas pendidikan Aceh meningkat,” kata Laisani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh.


Ia juga menyatakan tekatnya untuk meningkatkan daya saing pendidikan Aceh. Hal tersebut dinilai dapat diwujudkan dengan cara menanamkan kepada siswa-siswi di semua jenjang tentang pentingnya pendidikan.


“Kita juga harus melakukan bagaimana kita harus mampu mendesain SDM Aceh ini mulai dari TK, SD, SMP dan SMA sederajat, tentunya ini langkah yang sangat strategis, untuk melahirkan generasi yang cerdas, sehingga nanti dapat memudahkan dapat kerja, dengan mudah dapat kerja tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” jelasnya.


Mengenai belum maksimalnya prestasi pendidikan Aceh selama ini, menurut Laisani hal tersebut dikarenakan daya saing yang kuat dengan provinsi lain di Indonesia. Ia mengatakan, Aceh saat ini sedang dalam proses bersaing dengan daerah lain, tentunya dengan melakukan pembenahan-pembenahan di berbagai sektor. Untuk mewujudkan itu kadis pendidikan sekarang perlu bermitra dengan DPRA. Oleh karena itu saya berkeinginan untuk memperjuangkan hal tersebut di DPRA bila saya diutuskan oleh teman teman guru dan masyarakat Pidie dan Pidie Jaya.


“Segi kualitas pendidikan Aceh setara dengan daerah lain, memang kalau kita melihat persen memang kita masih melakukan langkah-langkah yang lain karena selama ini banyak hal yang telah dilakukan, barangkali finalisasi beberapa item yang harus kita lakukan sehingga kita nanti bisa di atas provinsi lain,” pungkasnya.

Kualitas guru harus terus menerus mendapat perhatian baik pelatihan maupun kesejahteraan. Kesejahteraan guru harus menjadi prioritas agar guru fokus dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Selain tunjangan profesi guru, guru harus kita perjuangkan Tunjangan Prestasi Kerja (TPK).


Guru honorer juga harus mendapat perhatian yang sama, mereka harus juga mendapat tunjangan yang setara dengan honorer lain kata Laisani.


Hal ini akan terwujud bila ada perwakilan guru di DPRA. Hal ini juga memudahkan kepala dinas pendidikan Aceh dalam penganggaran di sektor pendidikan. Dari hal inilah saya mencalonkan diri sebagai DPRA. Jalur ini dapat membantu mewujudkan pendidikan Aceh lebih baik dan kesejahteraan guru lebih manusiawi ulas Laisani. Saya mencalonkan diri sebagai calon DPRA melalui PAN nomor urut 1 dapil Pidie dan Pijay. Mohon dukungan dari bapak ibu semuanya pinta Laisani.


Rabu, 01 Agustus 2018

Septi Wakil Aceh Ke Papua Mengenal Nusantara Bersama BNI

Redelong. Septi Khairullah siswa Kelas. XI MIA .1 SMA Negeri Binaan Bener Meriah mewakili Aceh ke Papua. Kegiatan yang di ikuti 26 siswa SMA seAceh yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) BNI dan Dinas Pendidikan Aceh adalah  Kegiatan Mengenal Nusantara.

BUMM dan Dinas Pendidikan Aceh memperkenalkan Nusantara kepada siswa SMA. Setiap perlserta yang meraih juara I di tingkat provinsi maka berhak ikut kegiatan Mengenal Nusantara yang akan dilaksanakan di Papua.

Masalah keberangkatan waktu belum ada jadwal namun mereka sebelum berangakat harus mengikuti bimbingan di Banda Aceh tgl 3. 4 dan 5 di banda aceh kata Razali Kepala SMA Negeri Binaan Bener Meriah kepada gureacehnews Selasa 31/07. Razali juga menyampaikan terimakasih kepada BNI yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga dengan kegiatan Siswa Mengenal Nusantara 2018 menambah rasa cinta siswa terhadap tanah air dan keberagaman Nusantara ulas Razali.