Senin, 30 Agustus 2021
BUPATI SIMEULUE BUKA TRY OUT ONLINE P3K GURU dan Voucher 5 juta untuk Guru Terbaik
Minggu, 29 Agustus 2021
ABU BEUREUEH, PUSA DAN KONSOLIDASI ULAMA ACEH
Jumat, 27 Agustus 2021
Senin, 23 Agustus 2021
cara ganti nama di akun instagram anda
Jumat, 20 Agustus 2021
Perbedaan Seni Mural Dengan Graffiti
Banyak diantara kita yang masih bingung apa perbedaan mural dan graffiti. Jika dilihat di media lukisan mural dan grafiti biasanya dibuat di media dinding.
Khususnya di jalanan, mungkin banyak diantara kalian yang melihat mural dengan karakter yang berbeda atau bentuk tulisan lainnya.
Lalu, apa perbedaan dari mural dan graffiti?
Sebelum kita membandingkan mural dan graffiti, akan lebih baik jika kita sama-sama mengetahui apa arti atau pengertian daripada Graffiti.
Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding di mana komposisi warna, garis, bentuk dan volume digunakan untuk menulis kata-kata, simbol atau kalimat tertentu.
Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan kuas atau kapur dengan sapuan kuas.
Jadi, perbedaan mural dengan graffiti yaitu jika mural gambar yang dibuat lebih bebas dan luas, sedangkan grafiti adalah dalam bentuk tulisan atau kata-kata. Dan biasanya grafiti lebih umum dibuat dengan cat semprot saat ini.
Minggu, 08 Agustus 2021
Hidupkan Gotong royong, Tanamkan Nilai Pancasila sejak Dini di sekolah
Dari sabang. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila menjadi ideolologi sebagai pedoman hidup Bangsa Indonesia.
Kelima sila tersebut adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam kelima ideologi tersebut terkandung nilai-nilai luhur yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu nilai luhur yang terkandung dalam sila kelima adalah gotong-royong.
Dilansir dari Kemenko PMK, gotong royong adalah partisipasi aktif setiap individu dalam kepentingan orang banyak.
Gotong royong adalah sikap saling tolong-menolong, bahu-membahu, dan peduli kepada sesama tanpa memandang ras dan status sosial.
Sikap gotong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia sejak jaman dahulu. Berikut adalah contoh penerapan nilai-nilai luhur Pancasila gotong-royong:
1. Ikut membantu orang tua dalam pekerjaan rumah dengan cara menyapu, mencuci piring, dan juga membereskan rumah.
2. Selalu saling menolong sesama tanpa membeda-bedakan ras, agama, maupun status sosial.
3. Ikut serta dalam acara kerja bakti secara aktif dan tidak malas-malasan baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
4. Mengerjakan tugas kelompok dengan baik dan tidak hanya mengandalkan satu orang dalam kelompok.
5. Ikut serta membantu korban bencana alam dengan cara menjadi relawan, menyumbangkan barang dan uang, ataupun mengajak orang lain untuk turut membantu.
6. Membantu jika ada tetangga ataupun teman yang sedang kesulitan maupun terkena bencana.
7. Tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan saat pandemi Covid-19 agar tidak memperluas penyebaran virus.
8. Selalu menggunakan masker saat ke luar rumah pada saat pandemi Covid-19 agar membantu menghentikan penyebaran virus.
9. Bergotong-royong menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan daur ulang.
10. Bergotong-royong dalam menegakkan hukum dengan mematuhi tata tertib dan peraturan baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. kompas.com
Kepala cabang dinas pendidikan wilayah kota sabang mengintrusika sekolah SMA, SMK dan PKLK yang menjadi kewenangannya untuk menghidupkan kembali pembiasaan gotong-royong dalam dilingkungan sekolah sebagai wujud kebersamaan tanpa membeda-bedakan ras, agama, maupun status sosial.
Kamis, 22 Juli 2021
DPMGA Umumkan Pemenang Lomba Gampong Aceh
Banda Aceh – Gampong (desa) Ujong Batee, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, ditetapkan sebagai juara pertama Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh tahun 2021. Desa ini menyisihkan 9 peserta lainnya, termasuk Gampong Geuceu Meunara Kota Banda Aceh.
Pemilihan desa terbaik tingkat Provinsi Aceh dilaksanaan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMAG) Aceh. Proses penilaian terdiri atas beberapa tahapan, mulai seleksi dokumen, pemaparan, hingga klarifikasi lapangan.
Kepala Bidang Pemerintahan Mukim dan Gampong DPMG Aceh Teuku Aznal Zahri mengatakan kepada KABARAKTUAL.id, Kamis (22/7/2021), proses penilaian lomba desa dilaksanakan oleh sebuah tim yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur Aceh Nomor 414.2/1077/2021 tanggal 14 April 2021.
Untuk tahun ini, kata Aznal, terdapat 10 gampong yang berpartisipasi pada lomba yang dilaksanakan pihaknya. Ke-10 desa tersebut, yaitu:
1. Ujong Batee, Aceh Selatan
2. Bukit Kemuning, Aceh Tengah
4. Leupe, Aceh Jaya
5. Bundar, Aceh Tamiang
6. Timang Gajah, Bener Meriah
7. Beurawang, Pidie Jaya
8. Geuceu Meunara, Kota Banda Aceh
9. Buket Meutuah, Kota Langsa
10. Lae Saga, Kota Subulussalam
Mantan Kacabdis Pendidkan Aceh Utara itu menambahkan, setelah dilakukan penilaian oleh tim, ditetapkan 6 desa yang masuk nominasi. Keenam desa itu adalah Ujong Batee, Bukit Kemuning, Pante, Geuceu Meunara, Buket Meutuah, dan Lae Saga.
Setelah melewati tahapan penilaian yang sangat alot, kata Aznal, tim penilai akhirnya menetapkan Ujong Batee sebagai juara pertama, Lae Saga juara dua, dan Bukit Kemuning juara tiga. Penetapan pemenang telah ditetapkan dalam keputusan Gubernur Aceh Nomor: 4144/1341/2021 tanggal 8 Juli 2021.
Aznal menerangkan, para juara lomba gampong ini mendapatkan dana pembinaan dari Pemerintah Aceh, masing-masing Rp 100 juta untuk juara I, Rp 90 juta untuk juara II, dan juara III mendapatkan Rp 80 juta. Selain itu, masingmasing juara juga mendapatkan piala, plakat dan piagam.[]
Sudah tayang di Kabaraktual. Id dan acehsiana.com