Kamis, 08 Maret 2018

Terkait USBN, Ketua Komisi V Dukung Kebijakan Disdik Aceh

Ketua komisi V DPRA, Al Fatah mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Aceh tentang pengunduran jadwal pelaksanaan USBN tahun ajaran 2017/2018.

Hal tersebut disampaikan Al Fatah setelah mendengar penjelasan Kadisdik Aceh, Drs.H.Laisani, M.Si bersama Kabid Pembina SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd di ruang komisi V DPRA, Kamis (08/03).

Al Fatah menjelaskan, beberapa hari terakhir ini banyak wali siswa yang menghubungi kami bahkan siswapun menyampaikan aspirasi mereka ke DPRA keberatan pengunduran  USBN.

Setelah kami mendengar penjelasan Kadisdik Aceh, ujar Al Fatah, semua persoalan sudah clear. Apa yang disampaikan oleh Kadisdik Aceh, terutama melalui surat edaran bersama Kankemenag Provinsi Aceh jelas sekali mencantumkan item-item tentang pelaksanaan USBN.

"Intinya, apa yang dipaparkan oleh Kadisdik Aceh sangat positif, akan tetapi barangkali dalam dua hari ini kurang adanya sosialisasi oleh pihak sekolah kepada siswa dan wali siswa." Ujar Al Fatah.

Al Fatah mengajak berbagai pihak untuk mempelajari dan memahami isi dari surat edaran tersebut, karena di dalamnya sudah jelas tercantum item-item yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah untuk kepentingan tertentu, melaksanakan USBN sebelum atau sesudah UNBK. Semua sudah clear dan tidak ada polemik lagi, ujarnya.

Selanjutnya Al Fatah menyampaikan ada beberapa persoalan yang dibicarakan tadi, pertama terkait penundaan USBN dan yang kedua masalah pengumuman guru kontrak hasil tes UKG beberapa waktu yang lalu, ketiga tentang menerapkan kurikulum Islami di sekolah dan yang terakhir pengusulan bagi siswa SMP yang melanjutkan ke SMA harus dilakukan tes bebas narkoba.

Menyangkut jadwal pengumuman hasil tes UKG bagi guru yang akan dikontrak,  Al Fatah membenarkan apa yang disampaikan oleh Laisani, menunggu pengesahan APBA," pungkasnya. (Bay)

Selasa, 06 Maret 2018

Laisani Ajak Semua Pihak BerSinergi Demi Membangun Pendidikan

Pada acara pengukuhan pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) SLB Aceh periode 2017-2019, Rabu (07/03), Laisani ajak semua stakeholders pendidikan untuk menyatukan kekuatan dalam membangun pendidikan.

Acara pengukuhan yang dilaksanakan di Aula Disdik Aceh dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB, turut dihadiri Kabid SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd, KTU PPMG Wilayah II, Abdul Hamid, M.Pd, Ketua MKKS PKLK Aceh, Saoman, S.Pd serta beberapa tamu undangan lainnya.

Kadisdik Aceh, Laisani dalam sambutannya, menyampaikan pengurus KKG SLB yang dikukuhkan hari ini harus bekerja ikhlas dengan dedikasi yang tinggi.

"Mari kita satukan energi untuk membangun kekuatan demi kemajuan pendidikan menuju Aceh Carong seperti yang cita-citakan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan harapan dari masyarakat Aceh." Imbau Laisani.

Menyinggung sedang hangatnya pemberitaan di media massa tentang pengunduran jadwal pelaksanaan UASBN. Laisani mengatakan untuk mengoptimalisasi USBN tahun 2018 kita laksanakan setelah pelaksanaan UNBK.

"Kebijakan ini dilakukan bukan untuk mempersulit kegiatan  guru dan siswa di sekolah, justru sebaliknya. Namun bagi sekolah yang memiliki kepentingan bagi siswa yang mengikuti ujian di Perguruan Tinggi tertentu, silahkan saja dilaksanakan dengan rentang waktu yang sudah ditetapkan dalam POS UASBN, ujar Laisani."

Perlu di ingat, kata Laisani. Kebijakan yang dilakukan tidaklah secara serta merta, namun terlebih dahulu antara Disdik Aceh, Kankemenag dan masukan dari berbagai pihak agar pelaksanaan UASBN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan tujuan untuk mengoptimalisasikan materi pelajaran agar tercapai, pungkas Laisani. (Bay)

Senin, 05 Maret 2018

Ini Penjelasan USBN SMA, SMK dan MA Kadisdik Aceh Drs. Laisani, M.Si

Banda Aceh. Dinas pendidikan Aceh dianggap perlu memberi penjelasan menyangkut pelaksanaan USBN yang akan dilaksanakan pada tanggal 19,20,21,22,23,24 dan 25 April 2018. Kadisdik Aceh sudah membuat surat penjelasan khusus tentang USBN melalui surat edaran bernomor 4237/B.I/2593/2018 tanggal 05 Maret 2018 ini ditujukan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ kota, kepala kantor Kemenag kabupaten/ kota, kepala PPMG I s/d IX, ketua MKPS/MKKS/MKKM, kepala SMA SMK dan MA.

Bagi siswa peserta USBN dan atau sekolah penyelenggara USBN tidak dapat mengikuti atau penyelenggaraan USBN pada pada jadwal tersebut dengan alasan penting, maka diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Satuan pendidikan harus memfasilitasi siswa peserta USBN tersebut melalui fasilitas USBN, setelah pertimbangan kepala sekolah.
2. Satuan pendidikan yang memiliki alasan penting, dibenarkan untuk menyelenggarakan USBN diluar jadwal tersebut setelah mendapat pertimbangan kepala Dinas Pendidikan Aceh bagi sekolah SMA/ SMK cq Kabid SMA dan PKLK atau Kabid SMK, kepala kantor kementerian agama provinsi Aceh bagi MA cq kepala bidang pendidikan Agama Islam.

3.pengaturan jadwal poin 1 dan 2 harus mengikuti tentang waktu yang ditetapkan dalam POS USBN tahun 2017/2018 yaitu tanggal 19 Maret sampai 28 April 2018.
Demikian penjelasan Kadisdik Aceh Drs. Laisani, M.Si kepada gureacehnews.

Minggu, 04 Maret 2018

Wakil Bupati Buka Kegiatan Casablanca 2018 di Sukma Bangsa Pidie*

Sigli, 5 Maret 2018 Sekolah Sukma Bangsa Pidie menggelar agenda tahunan _open house_ Casablanca _(competition on academics, sports, arts, brilliantly and creatively)_ dengan tema "Mengembangkan Kreativitas untuk Menggapai Prestasi"

Turut hadir dalam pembukaan, Bapak Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah, T.M. Daud, S.T. sekaligus memberikan sambutan dan membuka kegiatan Casablanca. Selain itu, juga hadir bersama Wakil Bupati, Bapak Sulaiman, mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pidie mengapresiasi Sekolah Sukma Bangsa Pidie dengan gebrakan yang dilakukan dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pidie. "Kami mengapresiasi sekolah Sukma Bangsa Pidie yang telah memajukan pendidikan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini," ujarnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie yang diwakili oleh Bapak Sulaiman juga menegaskan dalam sambutannya tentang lingkungan belajar hijau dan rindang yang dimiliki oleh Sekolah Sukma Bangsa Pidie menjadi modal dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini. "Pohon-pohon yang besar dan rindang ini membuat anak-anak antusias dan nyaman dalam belajar, sehingga prestasi demi prestasi dengan mudah didapatkan. Kalau ada 10 siswa terbaik dalam ajang apapun di Pidie ini, maka bisa dipastikan lebih setengahnya berasal dari Sekolah Sukma Bangsa Pidie," tegas Pak Sulaiman disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Adapun kegiatan Casablanca ini akan digelar selama 4 hari ke depan sampai tanggal 8 Maret 2018 dengan berbagai agenda seperti perlombaan, workshop teater guru dan siswa, serta bazar buku dan stand lainnya.

*_By: Humas Sukma Bangsa Pidie (Muchlisan Putra)_*

Kamis, 01 Maret 2018

NURDIN DAN LAISANI BUKA FLASH 2018


BANDA ACEH. Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Nurdin Muhammad Husen, SH, M.Hum bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs.H.Laisani, M.Si membuka acara FLASH (Future Language and art for Smart Student of High School) tahun 2018, Kamis (01/02).

Kegiatan yang dilaksanakan pada SMA Negeri Modal Bangsa Banda Aceh, mulai tanggal 01-05 Maret 2018 di ikuti pelajar tingkat SMP dan SMA dari dua puluh tiga kabupaten/ kota di Aceh, serta satu sekolah berasal dari utusan Propinsi Riau.

Nurdin Muhammad Husen dalam sambutannya mewakili Gubernur Aceh menyampaikan, tantangan memasuki era globalisasi dewasa ini, kita dihadapkan dengan persaingan IPTEK. Diharapkan kepada generasi muda Aceh mampu meningkatkan pengetahuan, intelektualitas, kecakapan skill dan kemampuan dalam berbahasa Inggris serta bahasa lain di dunia dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islami dan budaya ke-Acehan.

"Dengan adanya acara ini, diharapkan generasi muda khususnya para siswa dapat memahami pentingnya IPTEK, nilai-nilai seni serta tidak mengabaikan nilai-nilai spiritual dan dapat mengembangkan kemampuan bahasa asingnya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nurdin.

Diakhir acara, Nurdin dan Laisani menabuh Rapa'i serta menyerahkan piala bergilir kepada kepala SMA Negeri Modal Bangsa pertanda dibukanya secara resmi kegiatan FLASH 2018. (Bay).

PERJUANGKAN NASIB GURU HONORER, IRWANDI TEMUI MENPAN-RB

.BANDA ACEH. Satu hari pasca menerima audiensi guru honorer di ruang kerjanya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf langsung menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta, Kamis (01/03/2018).

Pada kesempatan itu Gubernur menyerahkan langsung surat yang ditandatanganinya  yang meminta Menpan-RB supaya melakukan  penetapan NIP K-2 Provinsi Aceh. Surat  tersebut diterima langsung oleh Menpan-RB, Asman Asbur.

Surat itu juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Mendagri, Mendikbud, Kepala BKN, Ketua DPRA, Bupati/walikota se Aceh, Kepala BKN Aceh dan Sekjen Asgunad.

Kepada Menteri, gubernur menyebutkan bahwasanya saat ini masih terdapat 823 orang tenaga honorer kategori K-2 di Aceh yang belum mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alasan karena tenaga honorer tersebut tidak bekerja pada instansi pemerintah tetapi bekerja/mengajar pada sekolah swasta.

“Kami mohon bantuan bapak agar dipertimbangkan untuk direkomendasikan penetapan NIP dari Badan Kepegawaian Negara sehingga dapat diproses  penetapan keputusan pengangkatan sebaga CPNS oleh pejabat Pembina kepegawaian kabupaten/kota,” ujar Irwandi Yusuf sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, Kamis (01/03/2018).

Mulyadi Nurdin mengatakan beberapa pertimbangan gubernur Aceh menyampaikan hal itu antara lain dikarenakan tenaga honorer kategori K-2 tersebut telah bertugas sebagai guru di sekolah-sekolah di berbagai pelosok kabupaten/kota di Aceh selama 10 tahun sampai dengan 20 tahun.

Selain itu kata Mulyadi, Tenaga honorer K-2 tersebut juga telah melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi yang diverifikasi dan divalidasi oleh tim yang dibentuk oleh kepala BKN dan juga telah dinyatakan lulus ujian tertulis kompetensi dasar dan kompetensi bidang oleh Panselnas.

“Dengan demikian secara ketentuan kepegawaian mereka dinilai sudah memenuhi persyaratan untuk ditetapkan NIP oleh BKN dan diangkat menjadi CPNS oleh pejabat Pembina kepegawaian kabupaten/kota,” tambah Mulyadi Nurdin.

Pada kesempatan itu kata Mulyadi, gubernur Aceh juga menyampaikan kondisi pendidikan Aceh, sarana prasarana, infrastruktur pendidikan di Aceh, termasuk persoalan guru dan kompetensinya.

Menyahuti permintaan Gubernur Aceh itu, Menpan-RB Asman Abnur mengakui akan melakukan verifikasi melalui Kementerian Pendidikan, dalam hal ini Dinas Pendidikan Aceh dan Kabupaten/kota.

“Kita juga manusiawi, kalau yang betul-betul dia mengabdi sekian puluh tahun nanti kita carikan solusi, mereka yang sudah mengabdi 10 tahun sampai 20 tahun dan betul-betul mengajar disitu maka ini betul-betul harus kita pertimbangkan,” ujar Menteri. (Bay)

Sumber: Biro Humas Pemerintah Aceh

SMA Negeri Jangka Buya Study Tour ke SMA Fajar Harapan

Banda Aceh. SMA Jangka Buya  studi tour ke SMA Fajar Harapan Banda Aceh Sabtu, 24/2. Ketua rombongan sekaligus kepala SMA Negeri Jangka Buya Pidie Jaya menjelaskan awal pemikirannya kepada gureacehnews.  SMA Negeri Jangka Buya Didirikan th. 2008.  Tahun 2013 masih berstatus sekolah tertinggal dg SK Bupati Pidie Jaya.

Tahun 2014 mulai berbenah diri, baru tahun  2015 mulai meraih prestasi, juara 1 IKM ( indeks kepuasan masyarakat) se Pijay.  Tahun 2016 banyak prestasi yang diraih diantaranya: Juara 3 sekolah terbersih se Pijay. Juara 3 OSN se Pijay tingkat SLTA.

Pada tahun yang sama  melakukan study tour ke SMA Modal bangsa untuk memotivasi siswa untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi. Minat nya masih kecil sekali sekitar 20% dari jumlah anak kls 3.  Jelas Azmi,M.Ed   

Alumnus UPSI ini melanjutkan penjelasannya yaitu Tahun 2017 dg jumlah robel 10,  tak kalah penting pemikiran inovasi Azmi penerima beasiswa pemerintah Aceh adalah melakukan study tour ke SMA 10 Fajar harapan tgl 24- 2- 2018, membawa 67 siswa dan 10 guru.

Alhamdulillah minat melanjutkan study ke perguruan tinggi sudah lebih dari 50 % dari jumlah anak kls 3, urai  Kepala sekolah Drs. Azmi, M.Ed .. Jebolan UPSI Malaysia.