Selasa, 16 Mei 2017

Memilih Sekolah Kondusif Ian Gilbert

Biasanya orangtua memilih sekolah baik berdasarkan kriteria: nilai ujian siswa, passing grade, atau biayanya. Namun pakar pendidikan Ian Gilbert dalam bukunya, Independent Thinking, mengajukan 25 parameter yang bisa jadi panduan bagi orangtua dalam memilih sekolah dengan atmosfer pembelajaran yang kondusif bagi anaknya. Tentu saja daftar ini bukan harga mati, karena bisa-bisa kita tidak akan pernah menemukan sekolah seideal itu. Bagi pengelola sekolah [juga masyarakat di sekitar sekolah], daftar ini bisa jadi panduan tambahan untuk menciptakan atmosfer pembelajaran yang kondusif di dalam lingkungan sekolah.

01.   Apakah para siswa menikmati belajar di sekolah itu?
02.   Apakah para guru menikmati mendidik di sekolah itu?
03.   Apakah para siswa merasa tertantang dengan kegiatan-kegiatan di sekolah itu?
04.   Apakah para siswa juga mengembangkan kompetensi, tidak hanya mendapat nilai tinggi belaka?
05.  Apakah para siswa juga mempelajari keterampilan dan tidak hanya fakta-fakta pengetahuan?
06.   Apakah nilai-nilai moral juga menjadi fokus dan diteladankan oleh setiap anggota komunitas sekolah?
07.  Apakah terdapat cukup atmosfer inklusif di mana semua siswa dihargai berdasar jati diri mereka dan apa yang mereka bisa?
08.  Apakah isu-isu penting seperti bullying dan berbagai aspek sosial dan emosional lain dalam kehidupan sekolah didiskusikan secara terbuka dan positif?
09.  Apakah kemampuan untuk berpikir sendiri didorong dan dikembangkan bagi seluruh siswa?
10. Apakah sekolah memiliki unsur kesenangan dan keriangan?
11. Apakah aspek-aspek seperti rasa ingin tahu, kekaguman, keberanian, kegigihan dan ketahanan didorong dan disambut secara aktif?
12. Apakah para guru terbuka terhadap ide-ide baru dan tertarik melakukan berbagai kegiatan bersama – bukan terhadap – para siswa?
13.  Apakah sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan dan pembelajaran?
14. Apakah sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia teknologi pendidikan?
15.  Apakah harapan yang tinggi juga disematkan kepada para guru dan pengelola sekolah, seperti juga disematkan kepada para siswa?
16. Apakah kepala sekolah “terlihat” dan mudah diajak berinteraksi?
17. Apakah para siswa disadarkan bahwa mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri tidak harus berarti menjadi lebih baik dari orang lain?
18. Apakah sekolah terbuka terhadap hal-hal di luar dugaan (yang positif)?
19. Apakah para siswa diajak berpikir tentang, berinteraksi dengan, dan berusaha berkontribusi pada kehidupan di luar dinding sekolah?
20. Apakah sekolah sadar bahwa pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dilakukan siswa kapan pun, di mana pun, dan hanya sebagian di antaranya saja yang perlu dilakukan di dalam dinding sekolah?
21. Apakah komunitas sekolah terbentang sampai keluar dinding sekolah (melibatkan masyarakat)?
22. Apakah proses belajar mengajar di dalam sekolah memasukkan berbagai variasi kemungkinan dan kesempatan pembelajaran?
23. Apakah para siswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap sesuatu dan untuk mengambil keputusan yang berdampak penting?
24. Apakah hasil pembelajaran yang didapatkan cukup sebagai bekal siswa untuk melangkah ke fase hidupnya berikutnya?
25. Apakah resepsionis, guru, petugas kebersihan, dan seluruh staf sekolah tersenyum kepada orangtua dan pengunjung sekolah?

***
Sumber
FB Agung Wibowo guru terbaik saya

.

Sabtu, 13 Mei 2017

PPMG II dapat kado dari Siswa SMAN 2 Sigli CC 4 Pilar

Setelah sebulan mempersiapkan diri, akhirnya sepuluh siswa SMA 2 Sigli menjuarai cerdar cermat 4 pilar kebangsaan. Sepuluh siswa cerdas ini mampu mengalahkan sepuluh kabupaten lain.

Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan dalam hitungan detik mampu dijawab dengan cermat.

Tim CC 4 pilar dari pidie ini mewakili PPMG wilayah II. Mereka bertolak ke Banda Kamis 8 Mei sampai 10 Mei. Perjuangan yang melelahkan membuahkan hasil maksimal.

Juara II mereka persembahkan kepala PPMG. Tim kebanggaan SMA ini juga disambut gembira oleh kepala sekolahnya

Armia Jawahir menyalami satu persatu ketika mereka turun dari mobil pengawas. Kalian patut mendapat apresiasi dari PPMG kata kepala PPMG Drs Muslim MM. Perjuangan kalian masih pajang dan masih banyak even lain yang tidak kalah hebat dari ini tambah muslim saat menyapa mereka.

Jumat, 12 Mei 2017

Sudut Cantik Kerja Siswa SD Kp. Blang

Banyak cara membuat siswa kreatif. Ini salah satu dari sekian banyak hasil kerja siswa yang terpajang di sudut kelas VI SD Kp.Blang Iboih.

Sekolah ini hampir setiap even lomba baik tingkat gugus, UPTD, maupun tingkat kabupaten, selalu membawa pulang juara.

Kemampuan guru mampu mengekplorasi kompetensi peserta didik terlihat dari banyaknya piala yang terpajang dalam lemari yang dirancang khusus untuk piala. Selain itu banyak lulusan yang diterima di SMP pavorit seperti SMP unggul Swiss, SMP YPPU , MTS Jeumala amal dll.

Marlina,S.Pd guru kelas VI yang terlihat sangat sibuk mengatur tempat duduk siswa untuk ujian Nasional hari Senin lusa. Kami saling bekerja sama untuk membuat siswa kami untuk memperoleh juara, kata ibu guru yang terlihat ramah itu.

Dukungan Kepala sekolah juga membuat kami senang berbuat yang terbaik untuk sekolah ini sambungnya sambil mengangkat kursi siswa.

Sekolah terlihat bersih ini sedikit jauh dari kota kecamatan.

Irwandi Nova membangun Aceh

Nova Iriansyah (Cagub & Cawagub) Provinsi Aceh


"VISI & MISI"
IRWANDI - NOVA
Untuk Aceh Hebat 2017-2022
VISI :
Terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani.
MISI :
Visi di atas akan dicapai dengan 9 (sembilan) misi sebagai berikut:
1. Reformasi birokrasi untuk tercapainya pemerintahan yang bersih dan berwibawa guna mendukung pelayanan publik yang mudah, cepat, berkualitas dan berkeadilan;
2. Memperkuat pelaksanaan Syariat Islam beserta nilai-nilai keislaman dan budaya keacehan dalam kehidupan masyarakat dengan iktikad Ahlussunnah Waljamaah yang bersumber hukum Mazhab Syafi’iyah dengan tetap menghormati mazhab yang lain;
3. Menjaga integritas nasionalisme dan keberlanjutan perdamaian sebagai tindak lanjut prinsip-prinsip MoU Helsinki;
4. Membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional dan regional melalui peningkatan mutu pendidikan secara merata, baik pada pendidikan vokasional, dayah dan pendidikan umum;
5. Memastikan semua rakyat Aceh mendapatkan akses layanan kesehatan secara mudah, berkualitas dan terintegrasi;
6. Menjamin kedaulatan dan ketahanan pangan yang berimplikasi terhadap kesejahteraan petani dan nelayan melalui peningkatan produktifitas dan nilai tambah hasil pertanian dan kelautan;
7. Menyediakan sumber energi yang bersih dan terbarukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik bagi rakyat dan industri, sebagai komitmen Aceh dalam pembangunan rendah emisi;
8. Membangun dan melindungi sentra-sentra produksi dan industri jasa kreatif yang menghasilkan produk kompetitif untuk memperluas lapangan kerja serta memberikan kemudahan akses permodalan;
9. Revitalisasi fungsi perencanaan daerah dengan prinsip evidence based planning yang efektif, efisien dan berkelanjutan.
PROGRAM UNGGULAN
Dalam periode 2017-2022, pemerintahan Irwandi-Nova akan menjalankan 15 program unggulan sebagai berikut:
1. Aceh Seujahtra (JKA Plus)
JKA Plus merupakan singkatan dari Jaminan Kesejahteraan Aceh yang meliputi:
a. Pemenuhan akses layanan kesehatan gratis yang lebih mudah, berkualitas dan terintegrasi bagi seluruh rakyat;
b. Pemberian santunan untuk kalangan masyarakat usia lanjut;
c. Pembangunan Rumah Sakit Regional tanpa menggunakan hutang luar negeri (Loan);
d. Mengembalikan ruh JKA yang pernah dirasakan oleh rakyat Aceh.
2. Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu)
SIAT merupakan pengembangan sistem informasi dan database Aceh yang terpadu yang akan digunakan untuk semua sektor pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Dengan adanya SIAT seluruh informasi yang berguna untuk pembangunan dan pelayanan akan terupdate dengan cepat, dapat diakses oleh semua stakeholder melalui satu pintu, serta menjadi acuan bersama dalam perencanaan pembangunan pada setiap tingkat pemerintahan. Sistem ini perlu dibangun untuk menghindari perencanaan pembangunan yang tidak efektif, tidak efisien, dan tidak tepat sasaran akibat dari ketiadaan data yang valid dan terintegrasi.
3. Aceh Caròng
Anak Aceh cerdas (caròng) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas.
Program-program yang akan dijalankan untuk tujuan tersebut antara lain:
a. Penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal dan non formal;
b. Penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik di dayah-dayah;
c. Pemerataan rasio guru untuk seluruh bidang studi di seluruh penjuru Aceh khususnya daerah terpencil;
d. Peningkatan kompetensi guru dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh Aceh;
e. Penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak orang miskin mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri;
f. Pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas yang bergengsi di tingkat international dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan saat kembali ke Aceh.
4. Aceh Energi
Pemenuhan energi listrik bagi rakyat Aceh dan industri yang berasal dari energi bersih-terbarukan. Agenda-agenda strategis yang akan dilakukan untuk mendukung program ini adalah sebagai berikut:
a. Penyiapan Master Plan Energi Aceh yang komprehensif dan terintegrasi (validasi data primer dan rencana pengembangan);
b. Penerapan Public Private Partnership untuk utilisasi sumber daya energi skala menengah dan besar khususnya panas bumi dan tenaga air tanpa menggunakan hutang luar negeri;
c. Memastikan komitmen PLN untuk memperbaiki sistem transmisi sehingga tidak sering terjadi pemadaman listrik di Aceh;
d. Percepatan realisasi pembangkit listrik Geothermal Seulawah dan pembangkit listrik tenaga air (mini dan mikrohidro) dengan kapasitas menengah;
e. Pemberian kemudahan perizinan bagi pihak swasta yang berminat berinvestasi dalam sektor energi bersih dan terbarukan.
f. Memperkuat eksistensi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai perwujudan amanat yang telah ditetapkan dalam UUPA.
5. Aceh Meugoë dan Meulaôt
Pembangunan pertanian dan ekonomi maritim melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi.
a. Penuntasan penyediaan irigasi yang dapat mengaliri seluruh lahan pertanian rakyat dan pencetakan sawah baru;
b. Modernisasi teknologi bagi sektor pertanian termasuk teknologi pengolahan pasca panen;
c. Memperbaiki fasilitas dan teknologi perikanan serta jaringan pemasarannya;
d. Kemandirian rantai pasok (supply chain) di berbagai tingkatan dalam sektor peternakan rakyat;
e. Penyediaan sarana pendukung bagi nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas terhadap produk pertanian, peternakan dan perikanan.
6. Acèh Troë
Pemenuhan bahan pangan dan gizi bagi seluruh rakyat Aceh secara mandiri melalui:
a. Peningkatan produktifitas pertanian dan kemudahan akses terhadap bahan pangan;
b. Penertiban distribusi bibit, pupuk dan obat di bagi pertanian rakyat;
c. Membangun kemandirian pangan melalui penurunan ketergantungan terhadap provinsi tetangga;
d. Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian.
7. Acèh Kreatif
Mendorong tumbuhnya industri sesuai dengan potensi sumberdaya daerah dan memproteksi produk yang dihasilkannya;
Program ini dilaksanakan melalui:
a. Penyediaan sentra produksi yang berbasis potensi sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar lokal;
b. Perlindungan produk-produk yang dihasilkan oleh industri lokal agar dapat bersaing dengan produk dari luar Aceh;
c. Merangsang lahirnya industri-industri kreatif yang potensial terutama di sektor jasa;
8. Acèh Kaya
Merangsang tumbuhnya entrepreneur yang ditunjang dengan kemudahan akses terhadap modal, keterampilan dan pasar.
Program ini dilaksanakan melalui:
a. Peningkatan peran serta lembaga keuangan dan pembiayan lokal untuk terlibat aktif dalam pembinaan dan dukungan modal usaha bagi wirausahawan muda;
b. Memastikan partisipasi sektor swasta dan BUMN untuk menggunakan dana CSR secara terkoordinir dan satu pintu untuk meningkatkan sumber pembiayaan bagi entrepreneur;
c. Pelibatan perguruan tinggi dalam pembinaan manajemen bagi wirausaha muda.
9. Acèh Peumulia
Pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungutan liar (pungli) akan dijalankan dengan;
a. Pengembangan sistem pengawasan dan penilaian kinerja aparatur berbasis e-kinerja
b. Penetapan limit waktu pelayanan aparatur untuk setiap jenis dan fungsi layanan
c. Penempatan pimpinan SKPA yang berkualitas melalui uji kelayakan dan kepatutan
10. Acèh Damê
Penguatan pelaksanaan UUPA sesuai prinsip-prinsip MoU Helsinki secara konsisten dan komprehensif;
a. Menjadikan seluruh program pembangunan Aceh berbasis pengarusutamaan damai;
b. Penuntasan aturan turunan UUPA sehingga dapat diimplementasikan dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat;
c. Penguatan kapasitas Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh;
d. Memasukkan pendidikan damai (peace education) dalam kurikulum sekolah.
11. Acèh Meuadab
Mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari;
a. Penguatan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moral dalam setiap tingkatan pendidikan;
b. Melakukan penguatan budaya masyarakat adat yang berdampak kepada peningkatan kepekaan sosial;
c. Penguatan eksistensi kelembagaan institusi keislaman dalam menyebarluaskan nilai-nilai keislaman;
d. Mendorong sifat ketauladanan yang positif dari pimpinan masyarakat di setiap tingkatan.
12. Acèh Teuga
Mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh di tingkat nasional dan regional;
a. Membangun kerjasama bidang sepak bola dengan klub-klub/pelatih ternama luar negeri untuk membina bibit-bibit pesepak bola dari Aceh;
b. Peningkatan intensitas dan kualitas pembinaan olahraga bagi usia dini;
c. Penyediaan sarana dan prasarana olah raga serta insentif yang mendukung peningkatan prestasi olahragawan;
d. Meningkatkan frekuensi event kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul.
13. Acèh Green
Menegaskan kembali pembangunan aceh berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang sensitif terhadap resiko bencana alam;
a. Mendesain rencana pertumbuhan hijau Aceh (Green growth plan) sebagai bagian dari implementasi azas berkelanjutan dalam pembangunan Aceh;
b. Melakukan langkah-langkah strategis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim;
c. Menerapkan strategi mitigasi dan manajemen resiko bencana melalui penguatan kapasitas tim tanggap darurat dan penyadartahuan masyarakat;
d. Membangun rencana pemulihan spesies kunci yang kritis terancam punah;
e. Membangun manufaktur bagi penyediaan kayu alternatif (wood polymer composite) dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan kayu dunia untuk pencegahan degradasi hutan.
14. Acèh Seuninya
Penyediaan perumahan bagi masyarakat miskin dan pasangan muda. Pendekatan program ini dilakukan melalui:
a. Pembangunan rumah gratis untuk masyarakat miskin secara bertahap;
b. Penyediaan skema perumahan murah bagi pasangan muda yang kurang mampu.
15. Acèh Seumeugot
Memastikan tersedianya sarana dan prasarana (infrastruktur) secara cerdas dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan semua program unggulan terutama yang menjadi daya ungkit pembangunan ekonomi.
PENUTUP
Visi dan Misi serta program unggulan ini dilandasi semangat kesetaraan terhadap perempuan dan berbagai strata sosial lainnya. Dengan harapan bila kami diberi kepercayaan oleh Rakyat Aceh untuk menjadi Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022 semua gagasan ini dapat diwujudkan untuk perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh.
Teurimoeng Geunaseih.
Hormat Kami
(DR.Drh. Irwandi Yusuf M.Sc - Ir. Nova Iriansyah. MT)
Calon Gubernur & Wakil Gubernur Aceh Priode 2017-2022
 irwandinova.

Boh Lamp Panyot Cileut

Penggunaan bahan bekas salah satu model pembelajaran yang menarik. Banyak cara agar pembelajaran menarik yang dinamakan praktik yang baik.

Pembelajaran IPA misalnya dapat memanfaatkan boh lamp pijar yang putus. Kegiatan ini sangat mudah dan murah. Cara kerjanya pun  sangat mudah.

Bahan dan alat
1. Boh lamp pijar
2. Kain baju kaos bekas atau tali sepatu
3. Minyak
4. Kawat
5. Tang, obeng, pisau atau gunting

Cara kerja
Ambil kawat potong secukupnya dan bentuk sebagai tempat dudukan boh lamp.
Ambil boh lamp congkel isi boh lamp dengan obeng.
Ambil tutup botol sirup dan lobangi dengan obeng untuk memasukkan sumbu
Ambil kain bekas sobek membentuk sumbu  masukkan ke lobang tutup sirup.
Ambil boh lamp dudukan di atas kawat yang sudah dibentuk tadi
Masukkan minyak secukupnya dan masukkan sumbu sekaligus tutup boh lamp tersebut
Lampu cileut siap di nyalakan

Selamat mencoba ya

Rabu, 10 Mei 2017

Kepedulian kepala PPMG Wil II ter

Bicara' mutu pendidikan tidak terlepas dari peran guru, kepala sekolah, pengawas dan kepala PPMG. Mutu guru merupakan landasan awal menuju mutu siswa. Menjalin kerjasama antara semua pihak sudah harus dilakukan oleh semua pemangku kepentingan.

Kepala PPMG sudah melakukan hal terbaik untuk menuju ke kualitas. Keterlibatan disemua even yang dilakukan sudah menjadi motor menuju mutu. Keakraban guru dengan kepala pusat pengembangan mutu.

Tiga even besar sudah dilakukan oleh PPMG Wil II. UNBK dan UNKP tingkat SMA sudah berjalan dan sudah ada hasil. Begitu juga dengan even olimpiade baik OSN maupun O2SN sudah mengukirprestasi sedikit gemilang.

Wakil Bupati Pidie tutup program usaid prioritas

Hari ini Rabu 10 Mei 2017 hari bersejarah dunia pendidikan Pidie. Usaid prioritas setelah menjalankan program prioritas mencerdaskan guru guru pidie. Kini motor penggerak mutu guru ini sudah mengakhiri kegiatan melatih guru.

Lima tahun Usaid bersama guru pidie tinggal kenangan. Namun tonggak mutu sudah menjadi bukti pembelajaran yang modern. Bukan guru fasda saja yang mereka latih, tapi seluruh guru SD dan MI sudah mendapatkan pelatihan praktik yang baik.

Kerja keras Mashadi sudah membuahkan hasil maksimal. Banyak fasda menjadi kepala sekolah. Kepala sekolah menjadi pengawas bukti nyata kerja co Usaid prioritas wilayah Pidie.

Dukungan wakil Bupati Pidie sejak program ini di luncurkan di wilayah ini. M. Iriawan berulang kali menyampaikan terimakasih kepada tim Usaid saat menutup program ini.

Tim fasda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diperoleh. Saat penutupan dua siswa SD Lueng Tahe telah mendemonstrasikan di hadapan peserta cara kerja jantung manusia dengan memanfaatkan benda bekas.
Anak anak MTSN sakti juga berkesempatan menampilkan perubahan energi didepan pak wakil Bupati. Kesenangan dan keceriaannya terlihat di semua wajah pengunjung.

Kami tim fasda Usaid prioritas pidie mengucapkan terimakasih kepada Usaid dan bila ada program baru bawakan kepidie sehingga pendidikan pidie lebih baik di masa datang.