Sopir yang piawai ini adalah putra teebaik. Banyak prestasi yang telah dilakukan ditempat tugasnya. Putra kelahiran Keumala tahun 1965. SD, SMP di Keumala dan SMA di sakti.
Tamat SMA melanjutkan studi bahasa asing di Jogyakarta. Saya ikut program ini karena saya cita cita ingin kerja di kedutaan, namun tidak kesampaian. Kata Azmi panggilan akrabnya. Kemudian saya memutuskan pulang kampung. Saya berjualan di Sabang. Inipun belum merasa nyaman seakan masih ada yang kurang kata kepala SMA jangka Buya ini.
Lagi lagi pulang' kampung. Saya memutuskan untuk kuliah, maka saya kuliah di Universitas Jabal Gafur. Selesai kuliah juga harus berjuang lagi yaitu menjadi guru honorer di banyak tempat SMP Mila, SMA mutiara, SMA glumpang tiga dan SMA Sigli tempat ia belajar memberi sesuatu kepada orang lain. Berbekal ilmu bahasa Jerman. Bahasa Jerman yang ia ajarkan.
Tahun 1997 baru sampai pada impiannya. Menjadi guru PNS di SMA Meureudu belum merasa puas. Tahun 2008 terbang ke Malaysia tepatnya di universitas pendidikan Sultan Idris (UPSI). Menjadi mahasiswa di UPSI ada pengalaman menarik. Seorang profesor momotor mau menjumpai mahasiswa, bukan masiswa yang mencari promotor kata master education ini.
Pulang dari negeri Ringgit, iapun mendapat promosi menjadi kepala SMA Jangka Buya. Tantangan ditempat baru menguras energi banyak pasalnya hampir 80 persen siswA bersekolah. Hampir tiap hari saya menjemput siswa dan memenuhi kebutuhan seperti yang jajan,sepatu, baju dan banyak lain lagi. Kata kepala yang akrab dengan siswa ini.
Hari ini 10 Mei menjadi sopir siswanya yang ikut olimpiade sains Nasional (OSN) di Banda Aceh.
Sosok seperti ini perlumendapat penghargaan dari semua pihak. Dengan keberanian beliau mampu merubah kebiasaan yang tidak lazim. Dalam dunia pendidikan terutama di tempat tugasnya.