Senin, 17 Oktober 2016

Keceriaan belajar bersama di SD 2 Ujong Rimba Pidie Aceh




           Ujong Rimba merupakan desa yang jauh dari kota Kecamatan Mutia Kabupaten Pidie. Desa ini merupakan daerah basis ketika aceh dilanda konfiks dulu. Kini pasa siswa yang bersekolah di SDN Ujong Rimba ini telah menikmati keceriaan saat guru mendapatkan pelatihan Praktik yang baik oleh Usaid Prioritas. Keceriaan mereka saat belajar cerlihat saat guru menggunakan pembelajaran kontekstual learning.



 Guru menerapkan salah satu model pembelajaran yang diarahkan oleh fasda usaid ssat pelatihan, yaitu guru mengajak semua siswa membuat sebuah lingkaran, dalam linkaran tersebut telah dibuat garis di lantai ubin dan setia ubin diberi nomor dimulai dari angka nol, satu dua, tiga dst, juga angka negative satu, negative dua dst. Membentuk sebuah garis bilangan. Salah satu siswa diminta untuk berdiri di nomor yang dia sukai lalu ia diminta bergeser keriri atau kekanan. Siswa yang lain memperhatikan dan menulis setiap gerakan yang di lakukan oleh siswa yang satu tadi. Siswa melakukan dengan senang dan mereka sangat ceria. (h.mid Fasda Pidie)
                                                                                    




















RTL Guru pasca pelatihan tugas kami kepala UPTD, Pengawas dan Kepala Sekolah

UPTD Mutiara merupakan salah satu UPTD pendidikan dalam kabupaten Pidie yang telah melaksanakan desiminasi modul 1 Praktik yang Baik dan kegiatan itu sudah berlalu, meninggalkan banyak kenangan, pengalaman berharga bahkan pengetahuan yang belum pernah didapatkan sebelumnya oleh guru di wilayah saya kata T. Bukhari, S.Pd kepala UPTD Mutiara. Pelatihan pembelajaran ini sangat menarik, hal ini terlihat pada saat saya memantau, mengamati guru mengajar pasca pelatihan ini. Anak anak terlihat bersemangat, gembira, bagaikan tiada beban apapun di raut wajah imutnya itu. Hal ini terjadi karena guru telah mengubah peran dikelas adari actor tunggal dikelas menjadi fasilitator pengembang potensi siswanya.
Siswa terlihat akrab dengan gurunya. Banyak siswa berani bertanya, berdiskusi dengan teman bahkan dengan guru.. kami sangat menikmati dan saya tidak terlalu capek dalam mengajar kata Juhari, S.Pd Guru nSD Blang Malu. Kepala SDN Jaman Mutiara H. Sofyan lain lagi ceritanya, saya melihat perubahan sangat signifikan terlihat guru di sekolah saya mengajar sangat baik dan sudah membuat RPP lengakap dengan LKS dan menggunakan media sehingga siswa asyik dikelas bersama gurunya. Iskandar S.Pd salah seorang pengawas yang ikut mengamati guru mengajar, member apresiasi kepada fasda usaid yang begitu baik member materi hal ini terlihat saat guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran efektif, telah terbuai dan larut keasyikan siswa belajar bersama guru. Oleh karena itu kami di UPTD Mutia akan terus memntau dan mendorong guru guru untuk terus mengajar dengan pola usaid yaitu pola PAKEM. RTL merukan tanggung jawab kami untuk keterlaksannya. (h mid fasda Pidie)




















.












Batalkan Surat Keputusan Sayembara Logo UIN Ar-Raniry




Oleh : Muhammad Jabnnur, SHI, MAP (Jabal Bluek)


Keputusan panitia sayembara logo UIN Ar-Raniry tentang logo pemenang sayembara berdasarkan surat keputusan panitia Nomor: 02/ LOGO/ AR-RANIRY/X/2016, tanggal 12 Oktober 2016 tentang Pemenang sayembara Desain logo UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang di ketuai oleh Dr. Abdul Jalil Salam, MA, mendapat kecaman dan protes dari sejumlah kalangan. 


Logo pemenang sayembara tersebut mirip dengan lambang yahudi. Sejumlah masyarakat menilainya sangat tidak pantas logo tersebut di jadikan sebagai logo Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Aceh. Aceh yang dalam kekhususannya berhak menjalankan Syariat Islam dan didukung oleh semua lapisan masyarakat, semestinyalah semua bidang pekerjaan yang akan dilakoni di Aceh harus bernuansa Islami, lebih lagi dibidang pendidikan.



Pada awal pelaksanaan syariat islam di aceh, pemerintah aceh melahirkan peraturan bahwa untuk papan nama kantor pemerintah dan swasta, agar menulisnya dengan dua tulisan yaitu dengan tulisan latin dan tulisan arab. Tentunya hal ini bertujuan agar terlihat kekhasan daerah yang melaksanakan syariat islam.


Nama dan logo membuktikan syirikas atau kekhasan seseorang atau daerah. Misalnya namanya “Muhammad, Umar. Ibrahim, Musa, Ilyas, dll yang namanya bersumber dari Islam” dan logo-logo yang melambang kekhasan daerah atau sebuah negara seperti “Bulan bintang, lambang kakbah, kubah mesjid dan lain-lain”. Lambang dan nama sesuatu yang sangat menentukan dalam menilai sesuatu. Misalnya seseorang yang menggunakan atau mengantongi biji tasbih yang di rangkai dengan bintang bulan atau gambar kabah, saat ianya meninggal kecelakaan  maka dia akan di nilai sebagai orang muslim, Namun jika sebaliknya orang kafir yang mengantongi atau mengalungkan logo salib atau logo-logo yang melambangkan agamanya saat di kecelakaan atau meninggal dia akan dinilai sebagai penganut agama tersebut.” Namun jika kita sebagai muslim, mengantongi atau mengalungkan logo salib saat kita kecalakaan dan meninggal di tempat, orang-orang yang membantu kita pada saat kecalakaan tersebut meninggal kita sebagai orang kafir.”

Penolakan terhadap penggunaan logo pemenangan sayembara tersebut di lakukan oleh sejumlah pihak, hal ini sebagaimana yang di ungkapkan oleh Abdul Hamid, S. Pd, M. Pd yang menjabat sebagai Kepala TU BPMG (Pusat Pengembangan Mutu Guru) Wilayah II Sigli, yang membawahi dua kabupaten yaitu Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya, beliau juga alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry tahun 1989 yang hari ini telah naik tingkatan menjadi UIN Ar-Raniry. Dalam hasil wawancara dengan beliau mengemukakan bahwa logo yang di umumkan sebagai pemenangan logo baru untuk UIN Ar-Raniry tidak mencerminkan ke khasan aceh dan  pula tidak mencerminkan UIN Ar-Raniry sebagai lembaga perguruan tinggi Islam di aceh, beliau juga menyarankan agar membatalkan surat keputusan pemenangan hasil sayembara tersebut. Mengenai sepuluh besar logo yang telah diumumkan beliau lebih condong agar panitia sayembara memilih nomor urut 3 dan 2.

Dari beberapa tanggapan sejumlah para tokoh dan masyarakat penulis menyimpulkan rata-rata mereka menolak penggunaan logo hasil pemenangan yang di umumkan tersebut. Tidak sedikitpun logo yang diumumkan tersebut melambangkan kekhasan aceh, mestinya para juri belajar dan berpedomanlah pada logo-logo perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia, mereka tetap menggambarkan jati diri daerahnya masing-masing seperti  UIN Wali Songo, UIN Alaudin Makasar, UIN Sunan Kalijaga di Yokyakarta, UIN Suska Riau dan UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. 

Dari hasil pembahasan di atas penulis menyimpulkan agar para penanggung jawab sayembara atau panitia sayembara logo UIN Ar-Raniry tentang logo berdasarkan surat keputusan panitia Nomor: 02/ LOGO/ AR-RANIRY/X/2016, tanggal 12 Oktober 2016 tentang Pemenang sayembara Desain logo UIN Ar-Raniry Banda Aceh, di batalkan. Panitia kiranya berpedoman pada logo-logo UIN lain yang ada di Indonesia dan menerima masukan-masukan dari rakyat aceh.