Minggu, 16 Agustus 2020

Peran Penting ABUYA MUDA WALY & ABU HASAN KR KALEE Awal Kemerdekaan Indonesia

*Peran Penting ABUYA MUDA WALY & ABU HASAN KR KALEE Awal Kemerdekaan Indonesia*

*#Tanpa 2 ulama Aceh, Soekarno tidak diakui sebagai Presiden oleh ulama Nusantara.*

*#TOLAK LUPA* 

Abuya Muhammad Waly Al Khalidy,
Pada tanggal 14 Oktober 1957 diundang oleh presiden pertama RI Soekarno ke Istana Cipanas, Abuya Syeikh Muda Waly Al-Khalidy di undang bersama dengan Abu Muhammad Hasan Krueng Kalee, serta beberapa ulama lain dari seluruh Indonesia sekitar 500 orang untuk membicarakan status Negara RI dan presidennya dalam tinjauan agama Islam, apakah sah atau tidak.

Berangkatlah ulama-ulama Aceh ini melalui bandara Polonia Medan. Dalam perjalanan itu Tgk Syihabuddin Syah atau Tgk Keumala juga ikut mengantarkan Abuya sampai ke bandara.

Setiba Abuya di Jakarta, beliau bertemu tokoh-tokoh ulama dari daerah lain di antaranya Sumatera, Jawa, dan daerah-daerah lain seluruh Indonesia. Setelah para ulama-ulama ini berkumpul di istana Negara, Presiden mengucapkan selamat datang dan menyampaikan maksud dan tujuan undangannya.

Presiden berkata: "Saya meminta kepada para ulama yang hadir untuk merumuskan nama keberadaan dan kedudukan saya sebagai Presiden RI."

Setiap Ulama dari berbagai perwakilan menyampaikan sikap dan pandangan mereka. Ulama Masyumi dan Muhammadiyah secara tegas menolak keabsahan Soekarno sebagai presiden yang sah dalam tinjauan Islam karena tidak diangkat oleh Ahlul Halli Wal 'Aqdi (Suatu lembaga yang bertugas memilih, mengangkat, dan mengawasi khalifah/ pemimpin dalam politik Islam).

Hingga sampai pada giliran seorang ulama kharismatik dari jawa yang bergelar Sulthanul Ulama, beliau juga mengatakan tidak sah dengan berbagai alasan dan hujjah.

Ketika semua orang hampir pada kesimpulan itu, pimpinan sidang menanyakan kepada ulama dari Aceh tentang pandangan mereka. Abu Krueng Kalee mempersilahkan Abuya Syeikh Muda Waly angkat bicara. Abuya menyatakan Soekarno sah menjadi presiden "Dharurat", alasannya karena ia mempunyai "Syaukah" (kekuasaan yang kuat).

Kekuasaannya itu adalah sebagai panglima tertinggi membawahi polisi dan Tentara Nasional Indonesia. Intinya, Abuya dan Abu Krueng Kalee menilai pemerintah RI dan presiden Soekarno sah untuk disebut sebagai pemerintah (Ulil Amri) menurut Islam, walaupun secara Dharuri Bi Asy-Syaukah.

Ulil Amri Bisy-Syaukah adalah pemerintah yang memiliki kekuasaan untuk sementara waktu (Pemerintah Masa Transisi) hingga terbentuknya Pemerintahan yang sah dan benar. Pemerintahan ini oleh sebagian ulama dianggap sah selama tidak kafir pemimpinnya, dan tidak mengingkari keberadaan hukum-hukum syari'at, baik secara I'tiqad (Kepercayaan), 'Inad (Pembangkangan), atau istihzak (menghina hukum Islam) walaupun mereka tidak menerapkan sebagiannya, mereka harus menyadari bahwa hal tersebut adalah dosa, dan tidak menghalalkan perbuatan mereka yang tidak menerapkan hukum Allah Swt.

Setelah Abuya dan Abu Krueng Kalee menilai pemerintah RI dan presiden Soekarno sah untuk disebut sebagai Ulil Amri walaupun secara Dharuri Bisy-Syaukah, hal itu disanggah kembali oleh Sulthanul Ulama. Lalu Abuya membaca dalil dari matan Tuhfah yang mengakui keabsahan 'Ulil Amri Dharuri Bisy-Syaukah".

Alasan ini disanggah kembali oleh Sulthanul Ulama. Akhirnya Abuya dari duduk langsung bangun, dan berkata dengan meminjam kalimat yang pernah diucapkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab:

"Tafaqqahu qabla an tasuudu...!" "Tafaqqahu qabla an tasuudu...!" "Tafaqqahu qabla an tasuudu...!" (pelajarilah fiqh sebelum kamu diangkat menjadi pemimpin). Kata-kata itu diulang hingga tiga kali. Lalu Abuya meminta persetujuan Abu Krueng Kalee atas ucapannya itu: "Kon Nyo Menan Abu?" (bukankah demikian Abu?)

Abu Krueng Kalee menjawab: Nyoe betoi ( iya, benar ).

Pertemuan itu akhirnya menyimpulkan kesepakatan Ulama sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Ulama Aceh. Pertama, kemerdekaan RI adalah sah. Kedua, Presiden RI Soekarno adalah presiden sah dalam posisi Ulil Amri Dharuri Bisy-Syaukah.

Dalil-dalil Abuya Syeikh Muda Waly tentang Pemerintahan RI dan tinjauan Agama hukum berontak kepada pemerintah yang sah:

1. Bughyatul Mustarsyidin sha. 271 bab al-qadhaa

2. Bughyatul Mustarsyidin sha. 249 bab arriddah

3. Tuhfatul Muhtaj juz 9 sha. 87 kitab arriddah

4. Tuhfatul Muhtaj juz 9 sha. 78 kitab al-Bughah

5. Tuhfatul Muhtaj juz 9 sha. 88 kitab arriddah

6. Shawi 'Alal Jalalain Juz 1 sha. 378 tafsir surah al-Ma-idah ayat 54

7. Jam'ul Jawami' juz 2 sha. 439

8. Tuhfatul Muhtaj juz 9 sha. 66

9. Mishbahul munir sha. 124

10. Tuhfatul Muhtaj Juz 9 sha. 71

Sumber:

Mutiara Fahmi Razali Dkk, Tengku Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee (Banda Aceh: Yayasan Darul Ihsan Tgk H Hasan Krueng Kalee, 2010), hal.126,127.

#Mustafa Woyla, Humas Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee

Senin, 13 Juli 2020

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Undang Qori Aceh Lantun Al Qur'an

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (10/7/2020) mengeluarkan keputusan mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid yang akan ditandai dengan pelaksanaan sholat Jumat perdana pada 24 Juli mendatang.

Keputusan Erdogan disampaikan setelah sebelumnya pengadilan tinggi Turki mencabut status museum yang disematkan kepada Hagia Sophia.

"Dengan putusan pengadilan ini, dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan keputusan itu, Hagia Sophia menjadi masjid lagi, setelah 86 tahun, seperti yang diinginkan Sultan Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel," kata Erdogan dalam pidato nasional, Jumat (10/7/2020).

Dua tahun lalu Presiden Erdogan mengundang putra Aceh Ustadz Takdir Feriza Hasan untuk membacakan ayat suci Al-Quran di Hagia Sophia.

Sebuah persiapan untuk kembalinya Hagia Shopia menjadi rumah ibadah tempat bersujud dan mengagungkan Sang Penguasa Alam Semesta.

Dua tahun kemudian, hari ini, Hagia Shopia kembali ke pangkuan Umat Islam menjadi masjid.

Ustadz Takdir Feriza Hasan membacakan surat Fathir ayat 29-35.

29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi..

30. Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.

31. Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur'an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

[@portalmuslim ]

Jumat, 10 Juli 2020

Sepenggal kisah dari Negeri Serambi Mekah "I Love Aceh

Sepenggal kisah dari Negeri Serambi Mekah
Penulis: Ida Ayu Komang copas Fb teman
I Love Aceh

Buat buzzeRP yang anti syari'at dan suka menjelekkan Aceh. Sini, aku bisikin. 

Aku pindah ke provinsi ini tahun 2011 akhir. November kalau nggak salah. Pindah karena suami asli orang sini. 

Aku kaget waktu pertama sampai. Jalanan mulus. Nggak seperti provinsi tempat asalku. Jalan provinsi pun penuh lobang hingga ada yang ditanami pisang oleh masyarakat. 

Kata suami waktu itu, "Di sini pantang jalan berlobang, Dek. Langsung diperbaiki." 

Lebih terkejut lagi, jalan setapak ke sawah dan ladang pun beraspal, minimal disemen. 

Keesokan hari, saat melapor ke kantor Bupati, aku terkejut. Semua pegawai dan Bupatinya ramah. Berbeda jauh dari tempat asalku. 

Malas rasanya berurusan ke kantor kalau di tempat asalku. Urus apa-apa pakai duit. Pegawainya songong tingkat awan. Pejabatnya, songong tingkat langit. Wajah nggak ramah. Setingkat lurah pun berlagak menteri. 

Di sini, justru aku yang ditanya, "Ada perlu apa, Kak?" Mereka pun yang antar kita ke dalam kantor menjumpai kepala dinas bahkan bupati.

Saat malam aku keluar bareng suami. Aku kaget lagi. Banyak penjual, terutama penjual sayur dan buah tidak menyimpan jualannya. 

Aku paling suka saat hari Jum'at. Terharu melihat toko-toko ditutup (ini nggak ditutup pintu, loh. Hanya diberi tanda dua kursi dan sapu, pertanda toko tak melayani pembeli karena sholat Jum'at. Nggak akan ada pencuri di sini.) Jalanan sepi karena para lelaki ke masjid untuk sholat Jum'at. Pemandangan yang menyejukkan buatku.

Saat awal datang aku sempat tanya ke suami perihal toko yang ditinggal begitu saja. "Nggak takut dicuri, Bang?"

"Di sini nggak ada pencuri, Dek." Itu jawaban suami saat itu. 

Sayang, sekarang mulai datang maling dari luar untuk mencuri ternak. 

Yang luar biasa, pelayanan RS. Gratis untuk seluruh masyarakat ber-KTP Aceh, bernama JKA, Jaminan Kesehatan Aceh. Cuci darah  pasang ring, operasi besar, dan treatment lainnya gratis. Saat ini, untuk test Covid pun gratis. 

Satu lagi, kalau kalian ke Aceh, nggak akan ketemu bus jelek. Orang Aceh itu kaya-kaya. Nggak mau naik bus jelek. 

Orang Aceh itu ramah-ramah dan baik. Aman tinggal di sini. Nggak takut kesasar juga. Orang akan dengan senang hati membantu. 

Pernah, aku pulang kampung naik bus. Muntah-muntah saat lewat Bireun. Saat itu pukul 3 dini hari. Aku turun dan naik becak. Lumayan jauh ke hotel. Butuh waktu satu jam. 

Sempat kepikiran macam-macam. Abang becak sepertinya membaca ketakutanku. "Nggak perlu takut, Kak. Kuantar Kakak selamat sampe hotel." 

Aku pernah ketinggalan dompet di toko buah. Lupa di mana. Setelah ditelusuri ternyata tertinggal di toko buah. Saat itu aku sudah di Jakarta. Suami yang jemput setelah 2 hari. Masih utuh tanpa hilang sepeser pun. 

Di tempatku ini susah mencari orang miskin, apalagi fakir. Sesusahnya orang di sini pakai emas dan masih punya rumah. 

Seringkali, ketika aku ingin bersedekah harus titip Ummi di kampung halamanku. 

Gaji buruh di sini lumayan tinggi. Itu sebabnya, banyak pendatang yang nggak mau lagi pulang. 

Oh, iya. PNS di Aceh setiap gajian dipotong 2,5% untuk zakat. Masuk ke Baitul Maal. Buat mahasiswa yang nggak punya uang bisa meminta bantuan uang ke situ. 

Tahukah teman semua kalau jema'ah haji Aceh saat kembali ke tanah air dapat uang saku dari pemerintah Arab Saudi sebesar 1.200 Riyal atau kita-kira 5 juta? 

Dana ini diambil dari tanah wakaf warga Aceh, Habib Bugak al Asyi di Arab Saudi. Dikelola pemerintah Arab Saudi untuk kemudian dikembalikan pada warga Aceh yang menunaikan ibadah haji. 

Wakaf itu pernah diminta pemerintah Indonesia untuk dikelola, tetapi ditolak Arab Saudi. Mereka takut disalahgunakan. 

Hasil wakaf yang diterima oleh jamaah Aceh diperkirakan bernilai 200 juta riyal atau sekitar Rp5,2 triliun. Aset yang diperoleh dari wakaf tersebut berupa Menara Ajyad setinggi 28 lantai dan Hotel Ajyat 25 tingkat yang berada di 600 serta 500 meter dari Masjidil Haram.

Saat Idul Adha, daging kurban menumpuk karena banyak warga yang berkurban. Seringkali, hewan kurban tak dipotong di satu hari. Bingung mau bagi daging ke mana. Ujung-ujungnya, kulkas penuh daging. 

Belanja di sini, jangan harap kurang timbangan. Yang ada, timbangan dilebihkan. Karena syari'at Islam mengharamkan mengurangi timbangan. 

Jadi, ketika syari'at Islam ditegakkan, masyarakat hidup aman dan damai. Minim pencurian dan tindakan jahat serta maksiat lain. 

Sebaik apa pun sebuah tempat, pasti ada juga kekurangannya. Tak ada yang sempurna di muka bumi ini. Sebaik apa pun aturan syari'at ditegakkan, ada juga yang melanggar. 

Tetapi, dibandingkan jeleknya, bagusnya lebih banyak. 

Nah, yang aneh, bagus yang 9 tak dipublikasi, jelek yang 1 di-blow up seolah-olah itu yang yang selalu terjadi di Aceh. 

Menurutku, yang nggak betah tinggal di Aceh pasti pecinta maksiat. Maling, pezina, pemabuk, anti hijab, dan benci syari'at Islam. 

Datanglah ke Aceh. Coba tanya non Muslim yang tinggal di sini. Mereka saja pun betah. Aku sering ngobrol dengan mereka saat pekanan, hari Minggu, saat aku belanja. 

Aku tanya apa mereka betah dan bagaimana perlakuan saudara Muslim ke mereka. 

Mereka menjawab bahwa nyaman tinggal di Aceh dan nggak mau pulang kampung. Bahkan ada yang mengatakan ada anaknya yang muallaf. 

"Kenapa dikasih masuk Islam, Namboru?" 

"Dia suka. Yang penting, dia jadi baek. Kutengok, tambah baek dia abis masuk Islam. Udah nggak minum tuak lagi." Itu jawaban salah satu wanita setengah baya yang pernah kutanya waktu aku membeli baju bekas import yang dia jual. 

Oleh karena itu, jangan percaya pemberitaan tak benar apalagi yang disebarkan buzzeRp. 

Aku selalu berdo'a agar Aceh tetap menegakkan syari'at Islam. 

I love Aceh.
Dipublish: gureaceh. Blogspot. Com

Rabu, 20 Maret 2019

Jadwal pelaksanaan UNBK SMK dan SMA

1. Bahasa Indonesia: Senin, 25 Maret 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

2. Matematika: Selasa, 26 Maret 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

3. Bahasa Inggris: Rabu, 27 Maret 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

4. Teori Kejuruan: Kamis, 28 Maret 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

Jadwal pelaksanaan UNBK SMA/MA

1. Bahasa Indonesia: Senin, 1 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

2. Matematika: Selasa, 2 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

3. Bahasa Inggris: Kamis, 4 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

4. Mata Pelajaran Juruan (IPA/IPS/Bahasa/Keagamaan): Senin, 8 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00

Kamis, 28 Februari 2019

Cabdin Aceh Tengah Kumpulkan kepala SMA SMK MA SMP Mts

Takengon. Pelaksana Tugas Kepala Cabang Wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah Abdul Hamid SPd MPd bekerja sama dengan Pelaksana Tugas kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah Drs Uswatuddin MPd dan kepala Kankemenag Drs. H.Amrun Seleh MA mengumpulkan semua kepala sekolah SMP Mts SMA SMK MA se Aceh Tengah untuk mensosialisasikan Ujian Nasional (UN) dan UNBK Kamis 28/2 di gedung PPMG setempat.

Kegiatan berlangsung setengah hari ini kepala Kemenag meminta kepala sekolah untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin. Kegiatan UN ini adalah kegiatan rutin tahunan yang harus sukses. Kami hanya mengingatkan agar kita tidak lalai dalam menghadapi UN.

Sementara pelaksana tugas kepala cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah Abdul Hamid kepala sekolah harus menyukseskan agenda nasional. UN adalah prestise sekolah, walau hasil UN bukan ukuran kelulusan siswa, namun masyarakat masih menganggap UN ukuran kelulusan. Untuk itu kita harus serius menyukseskan UN.

Hamid juga memberikan tahapan agar UN sukses. Kepala sekolah harus membuat program les sore hari atau jam tambahan agar siswa lebih terbekali dan peka dengan soal soal yang menjadi materi UN. Untuk les sore guru harus mempedomani pada kisi kisi UN yang diberikan oleh pos UN. Kisi kisi inilah yang harus dijabarkan menjadi soal yang harus diajarkan kepada siswa ulas

Plt Cabdin dihadapan 86 kepala sekolah se Aceh Tengah sukses pelaksanaan dan sukses hasil. Plt Kadisdik Aceh Tengah Drs Uswatuddin MPd mempresentasikan langkah langkah sukses UN. Dengan gaya khas Uswah panggilan akrab sekdisdik, peserta sosialisasi terlihat enjoy. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh kepala sekolah, Uswah menjawab dengan baik dan penanya tersenyum bahagia. Kegiatan ini selain kepala sekolah dihadiri oleh kasi PAI, Kabid Disdik Aceh Tengah dan Riswan Desri SPd MPd.

UPI wisudakan Guru Produktif Aceh

Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia  kembali mewisuda 1600 mahasiswanya. Upacara wisuda tahun ini dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Wisuda gelombang 1 tahun 2019 adalah Program Sarjana, Magister, dan Doktor. Universitas Pendidikan Indonesia tgl. 27 Februari 2019 di Aula Gymnasium Bumi Seliwangi Bandung. Sebanyak 1600 org mahasiswa.

Pemerintah Aceh melalui dana APBA  membiayai 60 org guru yg kuliah di UPI. Dari 60 orang yang dikirim oleh pemerintah Aceh, yang selesai kuliah tepat waktu dan ikut wisuda saat ini sebanyak 53 org. Dari jumlah itu 35 orang meraih  cumloude. Sementara 7 org yg belum selesai. Direncanakan yg 7 org lagi selesai di bulan juni 2019 lapor Sulaiman salah seorang kasi di GTK Disdik Aceh dari Bandung.

Pemerintah Aceh telah menggelontorkan dana APBA selama 4 th untuk beasiswa untuk 35 guru jenjang SMA, Jenjang pendidikan khusus SLB /PKLK. Selebihnya utuk Jurusan kimputer 14 org, dan jurusan teknik bangunan 13 org. Mereka akan kembali ke Aceh untuk memenuhi kekurangan guru.

Rabu, 27 Februari 2019

Sarjanaku Rina Untukmu Ayah

Ayah, anakmu wisuda.. Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua.

Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 4 Februari 2019, tepat keesokan harinya rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit.

Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua.

Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmato kebahagiaan.

Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana. -------------- Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain.  ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang  untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak.
Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu.
Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana.
Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah:
Ayah, anakmu wisuda... ------ Alfatihah untuk rina
#uin
#wisuda #sarjanamuda  #uinar #uinarraniry