Kamis, 08 November 2018

Banyak Pengangguran lulusan SMK, apa yang salah

Jakarta - Jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia memang turun menjadi 7,001 juta. Namun yang masih menjadi masalah kebanyakan dari pengangguran itu merupakan lulusan SMK yang sejatinya dipersiapkan untuk langsung bekerja.

Lalu apa yang salah dengan para lulusan SMK di Indonesia?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan, angka TPT dari SMK dalam tren positif. tahun lalu TPT yang berasal dari SMK sebesar 11,41%, sementara tahun ini menjadi 11,24%.

"Jadi sebenarnya pengangguran di SMK turun, meskipun porsinya masih tinggi," ujarnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018)

Menurut Muhadjir, masih banyaknya TPT lulusan SMK lantaran lulusan yang ada saat ini belum tersentuh upaya revitalisasi SMK yang dilakukan pemerintah. Revitalisasi SMK baru dilakukan pada awal 2017 setelah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) dikeluarkan pada 9 September 2016.

"Jadi lulusan SMK yang sekarang belum dapat sentuhan revitalisasi. Saya yakin lulusan SMK 3-4 tahun ke depan di posisi yang tepat dan akan meningkat kualitasnya," tambahnya.

Sebelum adanya upaya revitalisasi itu, kata Muhadjir, kondisi pendidikan SMK memang jauh dari kata sempurna. Bisa dilihat dari total SMK di Indonesia yang sekitar 14.000 SMK, hanya sekitar 3.500 yang merupakan SMK negeri, sisanya SMK swasta.

Sayangnya jumlah siswa SMK negeri jauh lebih banyak. Berbanding terbalik dengan SMK swasta yang sepi peminat. Hal itu menunjukan juga kualitas dari pendidikan SMK swasta tersebut.

Dari sisi para pendidik atau guru juga masih kurang baik. Di SMK sendiri ada 3 jenis guru yakni guru adaptif yang mengajarkan mata pelajaran murni seperti biologi, kimia dan lain sebagainya.

Kemudian ada guru normatif yang mengajarkan pendidikan seperti agama, PKN ataupun bahasa Indonesia. Ketiga guru produktif yang mengajarkan tentang keahlian khusus sesuai bidangnya.

"Sayangnya waktu saya masuk jadi menteri, jumlah guru produktif hanya 37%. Bahkan ada SMK yang guru normatifnya lebih banyak," tambahnya.

Selain itu menurutnya saat ini guru produktif masih banyak yang belum sesuai ketrampilannya. Oleh akrena itu salah satu upaya dalam revitalisasi SMK guru produjtif akan diambil dari para pekerja yang sesuai dengan jurusannya.

"Mislanya sekokah kelautan itu sebenarnya cocoknya gurunya pelaut. Pelaut itu biasanya 45 tahun tidak mau melaut lagi, nah dia bisa jadi guru," terangnya. 

(das/ara) 
Sumber detik.com

Kadisdik Aceh dan wadirbinmas Polda Aceh Buka Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas

BANDA ACEH. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd bersama Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat Polisi Daerah Aceh, AKBP Drs. Arsyad KH secara resmi membuka pilihan Duta Pelajar Keamanan dan Ketertiban Masyarkat (Kamtibmas) tingkat Provinsi Aceh tahun 2018, Kamis (08/11).


Penabuhan gendang Rapa'i yang ditabuh oleh Kadisdik Aceh bersama Wadir Binmas Aceh Polda mengiringi semaraknya kegiatan tersebut.


Ketua panitia pelaksana AKBP Drs Zakaria dari Polda Aceh Melaporkan kegiatan pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tingkat Provinsi Aceh tahun 2018 diatasi oleh siswa SMA / SMK 23 kabupaten / kota di luar penyeleksian di daerah.


Zakaria mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 08 - 10 November yang dilaksanakan di Grand Aceh Syariah kerjasama Polda Aceh dengan Disdik Aceh.


Sementara Wadir Binmas Polda Aceh AKBP Drs Arsyad KH dalam sambutannya memberikan apresiasi terlaksananya kegiatan ini.


“Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas merupakan tindak lanjut dari kegiatan Polisi Saweu Sikula yang kemudian Polda Aceh melakukan MoU dengan Disdik Aceh untuk melaksanakan kegiatan berskala provinsi,” ujar Arsyad.


Kegiatan ini sambung Arsyad adalah yang kedua untuk yang pertama dilaksanakan pada tahun 2017 yang lalu dan hanya Provinsi Aceh yang melakukan kegiatan seperti ini, say.


"Tujuan dari kegiatan Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas antara lain membentuk karakter moral generasi muda Aceh sesuai dengan norma agama, membentengi diri dari pengaruh budaya, meningkatkan prestasi siswa di sekolah, membangun budaya dan meningkatkan wawasan kebangsaan dari berbagai narkoba," pungkas Arsyad.


Kadisdik Aceh, Syaridin M Pd saat memberikan sambutan, kegiatan Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas salah satu kegiatan terbaik tingkat pelajar yang pernah dilaksanakan oleh Disdik Aceh.


“Disdik Aceh akan mendukung dan memperbanyak kegiatan dan perlombaan yang dapat meningkatkan prestasi dan kreatifitas siswa,” ujar Syaridin.


Syaridin meminta kepada Polda Aceh, bagi siswa yang terpilih menjadi Duta Pelajar Kamtibmas yang menyatakan daerah masing-masing ke tingkat provinsi, setelah mereka menamatkan pendidikannya dan mereka bercita-cita ingin jadi Polisi agar direkomendasikan.


“Saya meminta kepada pihak Polda dan Polres bagi siswa-siswa yang menjadi Duta Pelajar Kamtibmas bersih untuk memuluskan langkah-langkah mereka dalam rangka pemilihan calon Polisi,” pinta Syaridin.


Laporan: Baihaki


Rabu, 07 November 2018

Kadisdikbud Buka Lomba Pentas PAI SD-SMP Tingkat Kabupaten Aceh Besar

ACEH BESAR---gureacehnews. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  menggelar lomba Pentas PAI  jenjang  SD-SMP se-Aceh Besar yang berlangsung 07-08 November 2018 di SMPN 3 Ingin Jaya.

Pembukaan acara dilakukan  pada rabu (07/11/2018) di aula SMP Negeri 3 Ingin Jaya yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg.

Dalam sambutannya, Dr Silahuddin menyebutkan anak-anak bukan hanya menguasai teori semata namun harus  menguasai ketrampilan softskill dan lifeskill.

"Kegiatan seperti ini kami dukung penuh dan penting untuk terus digalakkan karena, pertama : Dengan lomba Pentas PAI ini anak-anak semakin mendalami ilmu agama, "terang Dr Silahuddin.

"Selanjutnya yang kedua bisa menumbuhkan keberanian. Dengan ada tantangan akan mencoba  menghadapinya dan akan menjadi hebat, "tambahnya.

"Seterusnya yang ketiga anak-anak bisa meraih prestasi dan berbudi pekerti. Tidak ada artinya juara kalau tidak bagus budi pekertinya, "sebutnya.

Kadisdikbud menambahkan, ayo junjung tinggi kejujuran dalam lomba ini. Kepada para juri lakukan penilaian sesuai dengan aturan dan jangan sampai ada pilih kasih.

Sementara ketua panitia, Drs Imran mengungkapkan seleksi peserta ini dimulai dari tingkat gugus, sub rayon, dan uptd, sehingga lolos untuk tingkat kabupaten.

"Yang dilombakan  untuk jenjang SD, Pidato (pa/pi), MTQ (pa/pi), Tahfidz (pa/pi), dan Cerdas Cermat (group) yang berasal dari perwakilan lima UPTD dengan 45 peserta, "sebutnya.

"Sementara yang dilombakan untuk jenjang SMP, Pidato (pa/pi), MTQ (pa/pi), Tahfidz(pa/pi), Cerdas Cermat (group), dan Kaligrafi  yang berasal dari perwakilan  enam sub rayon dengan 60 peserta, "urai Imran.

Turut hadir pada acara pembukaan, Kasi Peserta Didik, Afwah SH, Staf Kasi Peserta Didik, Abdurrahman SE, Bendahara Disdikbud, Masdar Amd dan staf Disdikbud Aceh Besar lainnya.

Penulis : Rusydi

Kemenaq Kota Banda Aceh intruksikan penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD) bagi Madrasah

Kementerian Agama Kota Banda Aceh melaksanakan sosialisasi penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD) bagi operator Madrasah dari jenjang MI, MTs dan MA di Laboratorium MAN 2 Kota Banda Aceh, Rabu (07/11).


Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh yang diwakili Kasi PENMAD Mulizar MPd dalam sambutannya mengatakan penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD) bagi seluruh madrasah seluruh Indonesia merupakan keharusan bagi seluruh Madrasah.


Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag R.I Nomor 1594 Tahun 2018 tentang Penggunaan Aplikasi Raport Digital (ARD) mulai Tahun Pelajaran 2018/2019, “ujar Mulizar.


Sosialisasi ARD diikuti seluruh operator Madrasah di lingkungan  Kemenag Kota Banda Aceh mulai tingkat MI, MTs, dan MA.


Kata Mulizar,  dengan hadirnya aplikasi ini tentu akan bertambah tugas operator madrasah yang selama ini sudah mengemban segudang tugas administrasi lainnya.


“Kami mengapresiasi yang tidak terhingga kepada pahlawan administrasi madrasah khususnya operator yang selama ini terus5 bekerja ,berkarya dan berinovasi untuk kepentingan lembaga,” ujar Mulizar.


Mulizar menegaskan, kami tidak akan memindahkan seluruh operator jika bukan pada posisi yang terhormat.


Mulizar berharap sepulangnya dari kegiatan sosialisasi ini,operator harus mengajarkan cara penggunaan aplikasi tersebut kepada seluruh wali kelas di madradah masing-masing, baik teknis maupun non tekhnis.


Laporan : Fadli Hasan


Minggu, 04 November 2018

IGI LATIH GURU BUAT MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TTS

Bireun. Gureacehnews. Sabtu 03 November bertempat di SDN 1 Bugeng, IGI hadir mengisi kegiatan pada KKG Bina Bangsa V Aceh Timur, materi yang dibawakan adalah TTS Pembelajaran, sekitar 20an Guru dari sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru inti Bugeng tampak antusias mengikuti wrokshop ini.

Nanda Saputra, S.Pd tampil sebagai Coach untuk melatih guru dalam membuat media pembelajaran berbasis TTS menyampaikan,Teka Teki Silang (TTS) Merupakan susunan tes peninjauan yang dapat mengundang minat dan partisipasi peserta didik. Teka-teki silang ini bisa diisi secara perorangan atau kelompok.

Teka-teki silang adalah salah satu metode pembelajaran aktif bagi peserta didik yang melibatkan semua peserta didik untuk berfikir saat pembelajaran berlangsung dengan mengisi teka–teki silang sehingga peserta didik menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran.

Teka teki silang yang dimaksudkan bahwa selain ada unsur permainannya juga ada unsur pendidikannya, dimana dengan mengisi teka-teki silang tersebut secara tidak sadar peserta didik belajar sehingga diharapkan selain kesenangan juga didapatkan pengetahuan dan pemahaman materi pelajaran. Maka diharapkan dengan membuka, membaca, dan mencari jawaban teka-teki silang tersebut, peserta didik akan selalu paham dan mengerti dengan sendirinya materi pelajaran.

Teka-teki silang yang digunakan akan memberikan nilai yang positif bagi peserta didik. Hal ini disebabkan karena dengan menjawab dan mengerjakan bersama, peserta didik akan selalu berlomba untuk dapat menemukan jawabannya dengan benar sehingga akan muncul persaingan sehat. Rasa kebersamaan yang tinggi akan tumbuh, karena bagi peserta didik yang menemukan jawaban akan dapat menjawab teka-teki silang tersebut dan peserta didik lain dalam kelompoknya juga akan mengetahui jawaban yang benar.

Ia juga menambahkan Faktor ketelitian dan ketepatan yang tinggi juga menjadi sangat menentukan dalam pengisian jawaban teka-teki silang. Karena huruf-huruf dalam jawaban dapat mempengaruhi jawaban yang lain baik dalam baris atau kolom.

Kepala Sekolah SD N 1 Bugeng selaku sekolah inti di KKG Bina Bangsa V mengpresiasi kemurahan hati orang orang IGI dalam berbagi ilmu, beliau sangat berterima kasih kepada IGI karena sudah sudi menyambangi sekolahnya. Pada kesempatan itu Mardiana, S.Pd juga berpesan pada guru guru yang mengikuti workshop ini, agar serius mengikutinya dan wajib sampai menghasilkan product supaya ada peningkatan dalam penyajian materi kepada siswa sspulang dari workshop pembuatan TTS Pembelajaran.

Kontributor: Putra juang

Cc. Mrr Muhammad Ramli Rahim, Mardiana, Imran Lahore, Khairuddin Budiman, Khaidir Rasyid, Bunda Diana Masdik, Muhammad Fauzi, Agussalim, Fitriadi Mahmud, Syukur Hadi Hadi, Qusthalani, Darmawan Buchari, Noni Nurul, Ida Royani, Leni Mardani, Tia Melissa, Nita Ayed, Abdul Hamid

Rabu, 31 Oktober 2018

Kabid pembinaan SMA tutup Giat PMR Siwa SMK: Aceh Tengah juara II

Banda Aceh. Giat Palang Merah Remaja Siswa SMK se-Aceh telah berlangsung selama 5 hari di hotel Aceh syariah. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Dinas Pendidikan Aceh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bulat sabit merah.

Peserta adalah siswa SMK se-Aceh dari 23 kabupaten/kota. Setiap kabupaten kota mengirim utusan 9 siswa. Mereka dilatih penanggulangan pertolongan pertama bencana alam, kecelakaan, bahkan pertolongan pertama di sekolahnya. Cara mendonor darah dan menjaga kebersihan.

Zulkifli SPd MPd Kabid pembinaan SMA dan PKLK dalam penutupan kegiatan meminta peserta untuk berkomitmen menjalankan tugas mulia ini dalam memberikan pertolongan kepada siapapun yang mengalami musibah. Apakah kalian siap tanya Kabid dengan serentak siswa menjawab siap pak.

Kabid  SMA Zulkifli ikut didampingi oleh Abdul Hamid SPd MPd PLT kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Aceh Tengah juga meminta panitia untuk terus memantau kegiatan pasca pelatihan giat PMR siswa ini. Jangan sampai kegiatan berakhir disini tanpa implementasi di sekolah. Kepada siswa juga diminta kalian harus bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekolah, kedisplinan, tanpa membuang sampah sesuka hati ya pinta Kabid yang murah senyum.

Kegiatan giat palang merah remaja siswa berakhir dengan memberikan hadiah kepada sang juara, juara ini berdasarkan nilai komulatif dari semua kegiatan dari pertama masuk ke sini sudah dinilai, sikap, disiplin, kekompakan tim, cara berkomunikasi, keseriusan melakukan kegiatan kata Zulkifli sebagai panitia pelaksana juga mantan kepala Tekkomdik Aceh.

Berdasarkan perolehan nilai maka yang menjadi juara adalah juara I kontingen Kota Banda Aceh, juara II kontingen Aceh Tengah dan juara III kota Langsa, kepada pemenang mendapatkan mendali, piagam dan uang pembinaan laporan gureacehnews.

Aceh Raih Emas di FLS SMK Tingkat Nasional

Gureacehnews. Festival Literasi Sekolah (FLS) SMK tingkat Nasional tahun 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Bogor selesai dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 30 Oktober 2018 dipusatkan di gedung Kemendikbud Jakarta dan The Mirah Hotel Bogor, ditutup oleh Direktur pembinaan SMK Kemendikbud Dr.Bahrum. untuk tingkat SMK, lomba yang diperlombakan meliputi Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi, Cerita Kearifan Vokasi Nusantara, Pojok Baca Vokasi dan Moda Literasi Vokasi Bergerak. Kegiatan FLS SMK tahun 2018 tingkat Nasional, selain kegiatan lomba siswa juga dirangkai dengan kegiatan apresiasi seni, pameran Literasi, bedah buku, dan Diskusi seputar pengembangan Literasi di Indonesia.

Aceh pada tahun 2018 mengirim 6 perwakilan, untuk mengikuti 4 bidang yang dilombakan pada grand final FLS. Ke enam siswa tersebut berasal dari SMKN 1 Al Mubarkeya, SMKN Taman Fajar, SMKN 1 Takengon dan SMKN 1 Bendahara. Para siswa yang mewakili Aceh merupakan masing-masing pemenang tingkat Provinsi. Setelah melewati berbagai proses seleksi mulai tingkat provinsi, kemudian tingkat Nasional secara daring, ke enam siswa tersebut lolos 10 besar Nasional dan berhak mengikuti grand final di Jakarta.

Setelah melewati rangkaian penilaian yang dilakukan oleh dewan juri Nasional, akhirnya perwakilan Aceh pada bidang Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi berhasil menjadi juara 1. Siswa yang berhasil meraih juara 1 tersebut atas nama Rajawali Saputra dan Elvia Yunda dari SMKN 1 Takengon, sedangkan untuk juara 2 diraih oleh perwakilan Sumatra Barat dan juara ke 3 dari perwakilan DKI Jakarta.

Karya buku elektronik yang diciptakan oleh perwakilan Aceh mengangkat judul tentang "Pengusaha Kopi Sukses". Buku tersebut menceritakan tentang seorang pengusaha kopi yang sukses mengelola usahanya. Ide mengangkat judul buku tersebut disesuaikan dengan tokoh vokasi yang mampu membangun ekonomi masyarakat serta memilki motivasi enterpreneur.

Direktur pembinaan SMK ketika menutup acara memberikan apresiasi yang luar biasa untuk karya-karya siswa SMK. Kita akan terus berusaha memberikan kesempatan dan peluang bagi siswa SMK di seluruh Indonesia untuk dapat berkarya, apalagi menghadapi era Industri 4.0 lulusan SMK harus literat. sebutnya

Juara bidang lomba lainnya, untuk bidang Cerita Kearifan Vokasi Nusantara juara 1 diraih Jawa Tengah, juara 2 Bali, dan juara 3 Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk bidang lomba Sudut Baca Vokasi, juara 1 diraih oleh Riau, Juara 2 Jawa Barat dan juara 3 Jawa Timur. Pada bidang lomba Moda Literasi Vokasi Bergerak juara 1 diraih oleh Jawa Barat, juara 2 Sumatra Selatan dan juara 3 Nusa Tenggara Barat.

Kontributor: Fitriadi