Senin, 30 Juli 2018

Hamid, Buka Bimtek Manajemen Tata Kelola Kepala Laboratorium IPA

Redelong. Kelompok Musyawarahkan Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Bener Meriah melaksanakan Bimtek manajemen kepala laboratorium IPA di aulau SMAN Binaan 30/7. Kegiatan ini terlaksana atas inisiatif ketua MGMP Biologi Lebi Mardani guru SMA Negeri 2 Timang Gajah.

Kegiatan manajemen tata kelola laboratorium ini kami anggap sangat penting bagi kami guru IPA karena mata pelajaran yang kami ampu banyak materi praktik kata Leni Mardani dalam laporan pada pembukaan. Kebutuhan lain adalah banyak guru IPA ( biologi, fisika, dan kimia) tidak cukup jam mengajar di sekolahnya sehingga terhambatnya pencairan dana profesi tambah Leni.

Dengan adanya sertifikat kepala laboratorium maka akan membantu kami guru IPA 12 jam mengajar sudah tertutupi jam wajib kami sebagai guru sertifikasi kata salah seorang peserta dari Pidie yang diikuti bimtek ini.

Kegiatan bimtek manajemen tata kelola kepala laboratorium IPA di buka oleh Abdul Hamid SPd MPd. Hamid berterimakasih kepada Bu Leni atas inisiatif ini. Jarang jarang guru mau bersusah payah untuk menambah ilmu seperti bapak ibu.

Kegiatan ini sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Banyak siswa yang tidak tahu nama alat laboratorium karena siswa jarang menggunakan laboratorium untuk praktik. Hal ini tidak terlepas dari keterbatasan pengetahuan guru IPA, maka setelah kegiatan ini berlangsung guru IPA sudah mampu menggunakan laboratorium IPA untuk mengajar siswa praktik kata Hamid dihadapan 25 peserta.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari sejak 30 Juli sampai 3 Agustus atas kerjasama antara MGMP IPA dengan FKIP UNSYIAH yang diprakarsai Bu Leni. Peserta dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie dan Aceh Timur.

Jumat, 27 Juli 2018

Letkol Apu Tarigan Lanud Maimun Saleh Sosialisasi Bahaya Narkoba Bagi Siswa

Sabang.  Letkol Apu Tarigan Lanud Maimun Saleh membuku kegiatan sosialisasi bahaya penyakit menular seksual, bahaya narkoba dan safety Riding kepada siswa SMA kita Sabang di SMA Negeri 1 Sabang 26/7.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari empat instansi. Dinkes hadir dr. Encep Ivan Setiawan, Muhammad Yasin BNN, Iptu Fachrul Razi Kanit satlantas dan Lanud Letkol Apu Tarigan

dr. Encep Ivan Setiawan dari dinas kesehatan kota Sabang penyakit menular seksual sebagai materi yang dipaparkan kepada peserta siswa SMA 1 Sabang. Kalian harus memahami betapa bahayanya penyakit menular seksual, oleh karena itu kalian harus menjaga diri dan jangan pernah mencoba berbuat ini. Agama kita sangat melarang mendekati perbuatan zina. Hari ini terbukti perbuatan tersebut dilaknat Allah sehingga menjadi penyakit dan menular lagi pinta dokter Encep.

Kegitan ini juga hadir kepala BNN Sabang. Sosialisasi tentang bahaya narkoba, karena narkoba adalah raja kejahatan yg telah punya bukti sejak  jaman  jahiliah sampai sekarang. Sudah banyak orang gila karena narkoba jangan kalian tambah lagi pinta kepala BNN. Bila sudah gila diobati atau direhab tak akan kembali normal akhirnya mati dalam gila akibat Narkoba.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sabang Jamaluddin MM meminta siswa menjauhi narkoba fokus untuk belajar. Masa depan kalian ada di tangan kalian. Persiapkan diri untuk meraih masa depan yang gemilang. Jamal juga mencontohkan pada  syech barsisa merupakan ulama yg sangat terkenal di masanya, mati dalam keadaan tidak beriman, dan mati terhina gara2 meminum khamar, yg akhir nya Suul Khatimah.

Jika siswa-siswi sudah mencicipi narkoba, jika tidak tertangkap sama polisi/BNN, akhirnya menjadi gila, jika tidak gila juga akan menderita penyakit yg susah di sembuhkan, akhirnya mati dalam keadaan kurang wajar ulas sekdis kota Sabang turut hadir Lanud letkol Apu Tarigan, iptu Fachrul Razi Kanit satlantas Sabang.

Lanud Maimun Saleh dan BNN Sabang Sosialisasi Bahaya Narkoba, Penyakit Seksual.

Sabang. Lanud Maimun Saleh melaksanakan sosialisasi bahaya penyakit menular seksual, bahaya narkoba dan safety Riding di SMA Negeri 1 Sabang 26/7. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari empat instansi. Dinkes hadir dr. Encep Ivan Setiawan, Muhammad Yasin BNN, Iptu Fachrul Razi Kanit satlantas dan Lanud Letkol Apu Tarigan


dr. Encep Ivan Setiawan dari dinas kesehatan kota Sabang penyakit menular seksual sebagai materi yang dipaparkan kepada peserta siswa SMA 1 Sabang. Kalian harus memahami betapa bahayanya penyakit menular seksual, oleh karena itu kalian harus menjaga diri dan jangan pernah mencoba berbuat ini. Agama kita sangat melarang mendekati perbuatan zina. Hari ini terbukti perbuatan tersebut dilaknat Allah sehingga menjadi penyakit dan menular lagi pinta dokter Encep.


Kegitan ini juga hadir kepala BNN Sabang. Sosialisasi tentang bahaya narkoba, karena narkoba adalah raja kejahatan yg telah punya bukti sejak  jaman  jahiliah sampai sekarang. Sudah banyak orang gila karena narkoba jangan kalian tambah lagi pinta kepala BNN. Bila sudah gila diobati atau direhab tak akan kembali normal akhirnya mati dalam gila akibat Narkoba.


Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sabang Jamaluddin MM meminta siswa menjauhi narkoba fokus untuk belajar. Masa depan kalian ada di tangan kalian. Persiapkan diri untuk meraih masa depan yang gemilang. Jamal juga mencontohkan pada  syech barsisa merupakan ulama yg sangat terkenal di masanya, mati dalam keadaan tidak beriman, dan mati terhina gara2 meminum khamar, yg akhir nya Suul Khatimah.


Jika siswa-siswi sudah mencicipi narkoba, jika tidak tertangkap sama polisi/BNN, akhirnya menjadi gila, jika tidak gila juga akan menderita penyakit yg susah di sembuhkan, akhirnya mati dalam keadaan kurang wajar ulas sekdis kota Sabang turut hadir Lanud letkol Apu Tarigan, iptu Fachrul Razi Kanit satlantas Sabang.


Rabu, 25 Juli 2018

Bupati Shabela Sambut Tim Penilaian Sekolah Sehat

Takengon. Bupati Shabela menyambut Tim penilaian sekolah sehat. Tim penilai sekolah sehat dari empat kementerian Republik Indonesia Kemendikbud hadir Suriyo S Doni Dir Pembinaan SMP ketua Tim, Tiwi Dir pembinaan SMK Kemendikbud, Iwan Supriyadi sedijen dikdasmen Kemendikbud, Maya Kemenkes, Syamsul Kemennag.

Bupati Shabela meminta tim penilai untuk memberi kontribusi positif agar Aceh Tengah lebih banyak sekolah sehat yang layak diperlombakan baik tingkat provinsi maupun tingkat Nasional. Dalam kesempatan  itu bupati Shabela memperkenalkan Takengon kepada tim yang diketuai Doni. Takengon kota diatas awan hal ini bisa dilihat dari pantan terong pada pukul 06.00 wib. Pada jam ini hanya terlihat awan tidak bapak tanah. Pantan terong adalah obyek wisata untuk Selfi kata Shabela di hadapan tim sekolah sehat.

Suryo S Doni sebagai ketua tim menyampaikan terimakasih atas sambutan yang meriah ini. Lomba sekolah sehat adalah program. Dari UKSN yaitu keputusan bersama dari 4 kementerian. Kegitan lomba sekolah sehat ini sudah menjadi kegiatan rutin tahunan keempat menteri. Nanti kegiatan ini akan lahir keputusan presiden. Tingkat pembina UKS nasional provinsi kabupaten dan sekolah. Tujuan dari program ini agar lahir anak anak Indonesia sehat cerdas dan berkarakter. Selain itu IKS harus memberi dampak kepada linkungan kata Doni.

Lomba sekolah sehat bukanlah tujuan utama tapi sekolah sehat harus memberi nampak kepada lingkungan sekitar sehingga akan berdampak kepada kabupaten sehat sampai nageri sehat tambah Doni pada acara yang dihadiri oleh SKPA dan SKPK dari dinas pendidikan Aceh hadir Amiruddin kasi SMA dan Abdul Hamid SPd MPd.

Selasa, 24 Juli 2018

Stetegi Pengawas Meningkatkan Mutu Pendidikan

Takengon. Pengawas Aceh Tengah melaksanakan rapat penyusunan program kegiatan kepengawasan tahun ajaran 2018/2019. Pengurangan waktu nongkrong di caffee harus dikurangi apalagi siswa tidak boleh  cafe menjadi tempat nongkrong kata Usman Pengawas binaan bidang SMK.

Guru harus memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar sehingga siswa lebih peka dan cepat memahami materi pembelajaran sambung Usman. Selain itu guru harus memperkenalkan dan memperdengarkan lagu lagu kebangsaan agar siswa lebih peka dan cinta tanah air.

Budaya literasi harus menjadi prioritas kegiatan di semua sekolah. Budaya baca sudah harus menjadi sasaran belajar. Sudut baca salah satu langkah yang harus dilakukan sekolah.

Ketua pengawas Aceh Tengah Drs Hasan Basri meminta semua pengawas harus lebih aktif memonitor guru di kelas. Bimbingan kepada guru harus terus dilakukan. Supervisi klinis salah satu kegiatan harus menjadi andalan dalam meningkatkan kemampuan guru. Kata ketua MKPS.

Penilaian kinerja kepala sekolah harus objektif sesuai dengan haril pengamatan. Pemeriksaan administrasi sekolah harus ada keseragaman untuk semua sekolah seluruh Aceh arti ada instrumen yang sama dan waktu pemeriksaan juga harus seragam. Bila ini bisa kita lakukan akan dengan mudah kita mengetahui permasalahan yang harus diselesaikan kata Timbul Pengawas SMK.

Pengawas juga harus terus menerus mendapat pembinaan dan pelatihan sebagai bekal untuk memudahkan pengawas melaksanakan tugasnya.

Sabtu, 21 Juli 2018

LPMP SOSIALISASIKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Meureudu, LPMP Aceh Sosialisasikan Penguatan Pendidikan Karakter Kepada Pemangku Pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya kegiatan berlangsung di Oproom Kantor Bupati Lama.

Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah dari Pengawas SD dan SMP, Kepala Sekolah Jenjang SD dan SMP serta perwakilan dari Dinas Pendidikan diwakili oleh Kasi Pembinaan SD dan Kasi Pembinaan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Saiful, M.Pd, dalam Sambutannya mengatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bukan hal baru, PPK sudah duluan  dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Beliau  adalah Tokoh Karakter yang diakui oleh Dunia.

Kita sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban dalam menjalankan karakter baik dirumah maupun di Sekolah ajak Saiful  karena apapun yang kita lakukan di Sekolah adalah menjadi langkah awal perilaku yang dapat ditiru oleh peserta didik.

Pemerintah  Pidie Jaya sudah membuat Perbub tentang Penguatan pendidikan Karakter Islami pada Tahun 2017 ulas Kadisdik Pijay dihadapan peserta. Hal senada juga disampaikan oleh Syamsuar, SE.,M.Si selaku ketua panitia dari LPMP Aceh  mengatakan betapa pentingnya karakter disekolah. Disinilah awal anak mencontoh perilaku dan akan menjadi bekal disaat anak didik kita berada  bersama masyarakat.

Hadir sebagai Pemateri Pada kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah T. Husni dari LPMP Aceh beliau sangat mengharapkan Pidie Jaya menjadi  Contoh Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Aceh dan lagi Pidie Jaya sudah ada perbub tentang Penguatan Pendidikan Karakter Islami yang sudah dicanangkan Oleh Pemerintah Daerah setempat. #Kontraktor pijay Zulw#

Aceh Caroeng Penebar Isu

Sepintas asing ditelingaku. Karena  tulisan ini berasal dari negeri serambi mekah. Setelah melihat dengan seksama dan membaca di media online Acehtrend.com.lhokseumawe.
Maka terpenuhi "kepo" rasa keingintahuanku yang tak mengerti bahasa Aceh.

Juga setelah mencari tahu dengan sahabat yang terlibat dalam perhelatan ini. Ternyata semangat para IGIers seperti  Khaidir Rasyid, Teuku Didi Pianda,Imran Lahore berkontribusi di dalamnya.

Kembali ke Aceh Caroeng. Ternyata berarti "Aceh Cerdas". Merupakan gagasan atau program Gunernur Aceh yang kini diimplementasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsii Aceh.

Mengundang 40 guru SD, SMP, SMA dan SMK se Provinsi Aceh yang berasal dari 23 Kab/Kota . Nantinya mereka kelak akan dimotivasi menjadi kontributor "Berita Pendidikan" di media Masa.

Menurutku sebagai orang yang terlibat dalam dunia pendidikan gerakan literasi, program ini sangat hebat. Menjadikan guru cerdas berpikir dan bertindak khususnya di bidang pendidikan.

Apapun itu bentuknya. Dapat menjadi penerang bagi guru-guru lainnya, apalagi yang berada di daerah terpencil. Dengan akses yang sukit dijangkau baik transportasi maupun di dunia maya "internet".

Kegiatan yang dilaksanakan di kota Lhokseumawe ini dibuka oleh Sekretaris Disdik Aceh Muslem Yacob, S.Ag M.Pd dan Tabrani Yunis dari majalah Potret serta Yarmen Dinamika wakil Harian Serambi Indonesia didaulat menjadi narasumber.

jika kusejajarkan dengan pergerakan literasi di kotaku tercinta "BALIKPAPAN". maka tak menutup kemungkinan akan bersinergi untuk memajukan konyribusi para "kulikapur" guru penulis.

Setelah di bulan Mei 2018 lalu ingin menjadikan Balikpapan Kota Literasi. Disepakati dengan menandatangi kesepakatan  oleh Kadisdikbud, Kasi Kurikulum disdikbud, DPK . Kampung literaai , dan aku sendiri sebagai Penggiat Literasi di kotaku.

Digawangi Mata Pena Enggang memberiku kesempatan sebagai narsum di talkshow tersebut.

Semangat Aceh Cerdas juga merasuki para peserta dan aku berharap ini juga sebagai pelecut daerah-daerah lain di Indonesia. Agar kelak pendidikan dan guru lebih berkualitas dengan mudahnya informasi yang didapat.

Untukku Untukmu Untuk Kita Untuk Indonesia
Aceh Caroeng
Balikpapan Kota Literasi

Salam Literasi
Me Bunda Diana Masdik
IGI Kota Balikpapan

#caroengcerdaskotakuliterasi#tanpaediting"

Catatan di atas dari saya copas dari fb seorang guru dan juga intruktur litarasi nasional, dari balik papan kalimantan timur.
#tulisan Khaidir Aceh Utara#