Minggu, 20 November 2016

Kebersamaan Menuju Prestasi Bersama

Sabtu 19 nov 2016 saya di minta oleh co usaid prioritas pidie mashadi untuk mendatangi SD Lueng Tahe, untuk melihat kegiatan pembelajaran pasca pelatihan modul I prakti yang baik.


Kepala sekolah SD ini tidak tahu bahwa saya datang hari ini, begitu juga dengan guru. Pukul 08.00wib saya sudah tiba di sekolah, saya melihat halaman sekolah sudah bersih dari sampah. Tidak ada lagi kegitan di halaman depan sekolah, semua siswa sudah masuk kelas. Di halaman terlihat hanya kepala sekolah mender mandir sepertinya memastikan semua siswa sudah hadir dan memastikan semua guru sudah masuk kelas. Saya menyapa ibu kepsek dengan salam, beliau menjawab salam lalu kami terlibat diskusi singkat sambil berjalan menuju kelas. Saya masuk kesemua kelas dan benar guru sedang memandu siswa membaca Al quran sebagai sarapan pagi sebelum pembelajaran dimulai.


Ternyata sekolah ini sudah merobah cara mengajar dari cara guru membuka pelajaran, metode, sampai tempat duduk siswa tidak seperti sebelum mereka mendapat pelatihan dari usaid. Siswa nampak gembira belajar dan semua siswa bersemangat, juga berani menyampaikan ide idenya. Dengan mengajar seperti ini guru tidak terlalu capek kata Bu Ainsyah kepala sekolah. Siswa tidak ada lagi yang terlambat ke sekolah. Itu yang Kepsek sampaikan,  saya melihat sendiri.


Selama ini banyak prestasi yang telah kami peroleh seperti juara I hafal Al Quran tingkat kabupaten berturut turut dua tahun. Tim seudati SD ini juga sudah beberapa kali tampil di taman budaya Banda Aceh. Tim tarian larup lampuan sudah menjadi rutinitas tampil pada acara pesta perkawinan di kampong sekitas sekolah, tambah kepsek Ainsyah, S.Pd.



 Kami tim fasda Pidie bangga, teman guru bisa menerapkan hasil pelatihan yg kami berikan dan kalau ada kendala PBM hubungi kami, kami siap membantu teman.

Kebersamaan Menuju Prestasi Bersama

Sabtu 19 nov 2016 saya di minta oleh co usaid prioritas pidie mashadi untuk mendatangi SD Lueng Tahe, untuk melihat kegiatan pembelajaran pasca pelatihan modul I prakti yang baik.


Kepala sekolah SD ini tidak tahu bahwa saya datang hari ini, begitu juga dengan guru. Pukul 08.00wib saya sudah tiba di sekolah, saya melihat halaman sekolah sudah bersih dari sampah. Tidak ada lagi kegitan di halaman depan sekolah, semua siswa sudah masuk kelas. Di halaman terlihat hanya kepala sekolah mender mandir sepertinya memastikan semua siswa sudah hadir dan memastikan semua guru sudah masuk kelas. Saya menyapa ibu kepsek dengan salam, beliau menjawab salam lalu kami terlibat diskusi singkat sambil berjalan menuju kelas. Saya masuk kesemua kelas dan benar guru sedang memandu siswa membaca Al quran sebagai sarapan pagi sebelum pembelajaran dimulai.


Ternyata sekolah ini sudah merobah cara mengajar dari cara guru membuka pelajaran, metode, sampai tempat duduk siswa tidak seperti sebelum mereka mendapat pelatihan dari usaid. Siswa nampak gembira belajar dan semua siswa bersemangat, juga berani menyampaikan ide idenya. Dengan mengajar seperti ini guru tidak terlalu capek kata Bu Ainsyah kepala sekolah. Siswa tidak ada lagi yang terlambat ke sekolah. Itu yang Kepsek sampaikan,  saya melihat sendiri.


Selama ini banyak prestasi yang telah kami peroleh seperti juara I hafal Al Quran tingkat kabupaten berturut turut dua tahun. Tim seudati SD ini juga sudah beberapa kali tampil di taman budaya Banda Aceh. Tim tarian larup lampuan sudah menjadi rutinitas tampil pada acara pesta perkawinan di kampong sekitas sekolah, tambah kepsek Ainsyah, S.Pd.



 Kami tim fasda Pidie bangga, teman guru bisa menerapkan hasil pelatihan yg kami berikan dan kalau ada kendala PBM hubungi kami, kami siap membantu teman.

Kebersamaan Menuju Prestasi Bersama

Sabtu 19 nov 2016 saya di minta oleh co usaid prioritas pidie mashadi untuk mendatangi SD Lueng Tahe, untuk melihat kegiatan pembelajaran pasca pelatihan modul I prakti yang baik.


Kepala sekolah SD ini tidak tahu bahwa saya datang hari ini, begitu juga dengan guru. Pukul 08.00wib saya sudah tiba di sekolah, saya melihat halaman sekolah sudah bersih dari sampah. Tidak ada lagi kegitan di halaman depan sekolah, semua siswa sudah masuk kelas. Di halaman terlihat hanya kepala sekolah mender mandir sepertinya memastikan semua siswa sudah hadir dan memastikan semua guru sudah masuk kelas. Saya menyapa ibu kepsek dengan salam, beliau menjawab salam lalu kami terlibat diskusi singkat sambil berjalan menuju kelas. Saya masuk kesemua kelas dan benar guru sedang memandu siswa membaca Al quran sebagai sarapan pagi sebelum pembelajaran dimulai.


Ternyata sekolah ini sudah merobah cara mengajar dari cara guru membuka pelajaran, metode, sampai tempat duduk siswa tidak seperti sebelum mereka mendapat pelatihan dari usaid. Siswa nampak gembira belajar dan semua siswa bersemangat, juga berani menyampaikan ide idenya. Dengan mengajar seperti ini guru tidak terlalu capek kata Bu Ainsyah kepala sekolah. Siswa tidak ada lagi yang terlambat ke sekolah. Itu yang Kepsek sampaikan,  saya melihat sendiri.


Selama ini banyak prestasi yang telah kami peroleh seperti juara I hafal Al Quran tingkat kabupaten berturut turut dua tahun. Tim seudati SD ini juga sudah beberapa kali tampil di taman budaya Banda Aceh. Tim tarian larup lampuan sudah menjadi rutinitas tampil pada acara pesta perkawinan di kampong sekitas sekolah, tambah kepsek Ainsyah, S.Pd.



 Kami tim fasda Pidie bangga, teman guru bisa menerapkan hasil pelatihan yg kami berikan dan kalau ada kendala PBM hubungi kami, kami siap membantu teman.

Jumat, 18 November 2016

Kegiatan tahunan SD 2 Gigieng


Kegiatan tahunan SD 2 Gigieng

SD 2 Gigieng merupakan salah satu sekolah Inti Gugus IV di Kecamatan Simpang Tiga dari 14 SD lainnya,  melakukan berbagai aneka kegiatan untuk mengakhiri tahun pelajaran. Sepeti biasanya tahun pelajaran kali ini juga memberikan piala kepada siswa berprestasi tingkat kelas. Kepala SD ini di kepalai oleh Nurdin, S.Pd mengatakan, hal ini dilakukan untuk memotivasi siswa untuk belajar sehingga memperoleh piala.


Selain itu kepala sekolah juga mengundang wali murid untuk menerima hadiah atas prestasi anaknya. Saya sangat bangga karerna anak saya memperoleh juara kelas dan mendapat piala ini, kata seorang wali siswa Yusmaidi ayah dari Jihan Zahara kepada guyrubak aceh.

Mustafa, M.Pd guru olah raga di SD ini berpendapat bahwa, saya mendukung program ini agar siswa termotivasi belajar dan hal ini harus selalu dilakukan. 

Sekolah ini mendidik 252 siswa tergabung dalam 12 rombel. selain piala para juara kelas, siswa sekolah kami juga sudah sering menjadi juara di even tingkat UPTD bahkan tingkat kabupaten memperoleh juara I lomba hafalan Al Quran kata Ida operator sekolah. 

Rabu, 16 November 2016

Mengajar HobbyKU

Mengajar Hobby

Hari ini mendapat kesempatan untuk melatih guru SD Kota Sigli kelas rendah. Pelatihan yang dilaksakan oleh Dinas Pendidikan Pidie bekerjasama dengan Usaid Prioritas. Pada pelatihan ini melatih 110 peserta terdiri dari guru kelas I, II, dan III. Semua peserta akan mendapat materi dari modul II Praktik yang Biak Usaid Prioritas.

Kaji ulang modul I yang sudah diberikan tahun yang lalu, sehingga mereka merefleksi apa yang telah dilakukan di kelas selama ini. Dari curah pendapat hampir semua peserta sudah mempraktikan hasil pelatihan yang telah didapatkan. “ saya sudah mempraktikan di kelas saya ternyata saya tidak terlalu capek mengajar dan siswa saya semua gembira, dan menyenangi semua pembelajaran yang telah saya lakukan” kata Isna guru SD I Peukan Pidie.

Modul II yang sedang berlangsung sejak tanggal, 26/10/2016 sampai dengan 29/10/2016 dilaksanakan di SD 2 Tijue. Pelatihan ini dibuka oleh Kabiddikdas. Dunia pendidikan sekarang menuntut guru harus lebih proaktif terhadap pengembangan diri, jemput pengetahuan, jangan hanya menunggu ada pelatihan. Zaman sekarang banyak sekali pengetahuan di dunia manya atau internet. Oleh karena itu guru garus harus mampu menggunakan computer sebagai alat untuk memperoleh ilmu baru.

Pelatihan  ini tidak ada maknanya bila bapak/ibu tidak mengimplementasikan di kelas. Pelatihan hanya membantu guru untuk memperbaharui pengetahuan mengajar. Mengajar harus mengikuti perkembangan kekinian, tanpai itu siswa akan bosan menerima pembelajaran yang diajarkan.

Hari kempat pelatihan ini ada hal yang terperangah diri kami fasda, pasalnya ada seorang ibu guru peserta pelatihan tiba tiba di tunjuk tangan untuk berbicara. Apa yang disampaikan “ hai bapak tutor saya bulan dua belas ini pension, kemarin waktu kepala sekolah meminta saya untuk ikut pelatihan sempat saya tolak dengan berbagai alasan, saya hamper pensiunlah, pelatihan membosankanlah, tapi kepsek tetap memaksa saya untuk ikut. Hai pak tutor baru ini pelatihan yang membuat saya lupa hamper pension, saya sangat senang, banyak ilmu yang bias saya ambil, mulai dari cara membuka kegiatan, member materi ditambah dengan sedikit game saya sangat senang, sangat gembira. Kalau bias saya tidak pension saya memilih tidak pension dulu. Saya ingin mengajar seperti pelatihan usaid ini. Cerita ibu guru SD itu.


Ini sekelumit certa di pelatihan ini

Rabu, 02 November 2016

Ukur Kecepatan Membaca Anda

Bagaimanakah cara mengukur kecepatan membaca?
Untuk mengukur kecepatan membaca ,

Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:
1.Catatlah waktu Anda mulai membaca
2.Catatlah waktu Anda selesai membaca
3.Catatlah berapa lama Anda membaca, lamanya....menit ....detik
4.Hitunglah jumlah kata dalam bacaan. Jumlah kata :....
5.Hitunglah kecepatan membaca Anda !



Rumus menghitung kecepatan membaca :



Jumlah kata yang dibaca
---------------------------- X 60 = jumlah kata per menit
Jumlah waktu membaca




Tingkat Kecepatan Membaca
--------------------------------



1.Pascasarjana : 400 kpm (kata per menit )
2.Mahasiswa : 325 kpm (kata per menit ) 
3.SMA : 250 kpm (kata per menit )
4.SD / SMP : 200 kpm (kata per menit )



·         Manfaat atau keuntungan dari membaca cepat:


1. Menghemat waktu

2. Meningkatkan efesiensi
3. Memiliki nilai menyenangkan dan menghibur
4. Memperluas cakrawala mental
5. Membantu berbicara secara efektif
6. Membantu menghadapi ujian

Kemampuan membaca cepat mencakup dua kemampuan yaitu yaitu kemampuan SKIMMING danSCANNING. Skimming adalah tindakan mencari gagasan pokok atau hal hal penting dari bacaan secara cepat, dan bisanya skimming dilakukan jika seseorang ingin:
1. Mengenali topik bacaan atau memilih bacaan
2. Mengetahui pendapatan seseorang secara umum
3. Mendapatkan bagian penting dari suatu bacaan tanpa membaca keseluruhan
4. Melakukan penyegaran akan apa yang pernah dibaca

Minggu, 30 Oktober 2016

Empat langkah menuju Pendidikan bermutu

Empat langkah menuju  Pendidikan bermutu
(Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd)
Kasubbag Umum PPMG wil II Sigli
A.      Latar belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan bagian dari peningkatan mutu pembelajaran secara keseluruhan. Peningkatan mutu pembelajaran terlebih dahulu perlu diperbaiki

mutu pendidik. Banyak ahli yang mencoba mendefinisikan mutu pendidikan, salah satunya Kemendikbud (2014:7) mendefinisikan bahwa mutu pendidikan di sekolah dasar adalah kemampuan sekolah  dalam pengelolaan secara operasional dan efisiensi terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah, sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma/standar yang berlaku. Dalam pengertian tersebut diungkapkan bahwa pada dasarnya mutu pendidikan merupakan kemampuan sekolah (guru) dalam menghasilkan nilai tambah yang diperolehnya menurut standar yang belaku. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka pengertian mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam menyenggarakan pembelajaran secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang bernilai bagi pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan.
B. Komponen-komponen Peningkatan Mutu Pendidikan
1. Penampilan Guru. Komponen yang menunjang terhadap peningkatan mutu pembelajaran adalah penampilan guru, artinya bahwa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan pengajaran sangat menentukan terhadap mutu pembelajaran. Keadan tersebut dikarenakan guru merupakan salah satu pelaku dan pemeran utama dalam penyelenggaraan pembelajaran. Oleh karena itu diharapkan guru harus benar-benar memiliki kemampuan, keterampilan dan sikap seorang guru yang profesional, sehingga mampu menunjang terhadap peningkatan mutu pembelajaran yang akan dicapai.
2. Penguasaan Materi/Kurikulum. Komponen lainnya yang menunjang terhadap peningkatan mutu pembelajaran yaitu penguasaan materi/kurikulum, artinya bahwa penguasaan materi/kurikulum sangat mutlak harus dilakukan oleh guru dalam menyelenggaran pembelajaran. Keadaan tersebut dikarenakan kurikulum/materi merupakan objek yang akan disampaikan pada peserta didik. Dengan demikian kedudukan penguasaan materi ini merupakan kunci yang menentukan keberhasilan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut atau ditekankan untuk menguasai materi/kurikulum sebelum melaksanakan pengajaran di depan kelas.
3. Penggunaan Metode Mengajar. Penggunaan metode mengajar merupakan komponen dalam peningkatan mutu pembelajaran, artinya penggunaan metode mengajar yang dipakai guru dalam menerangkan di depan kelas tentunya akan memberikan kontribusi untuk peningkatan mutu pembelajaran. Dengan menggunakan metode mengajar yang benar dan tepat, maka memungkinkan siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disapaikan guru.
4. Pendayagunaan Alat/Fasilitas Pendidikan. Komponen lainnya yang menentukan peningkatan mutu pembelajaran yaitu pendayagunaan alat/fasilitas pendidikan. Mutu pembelajaran akan baik apabila dalam pelaksanaan pembelajaran didukung oleh alat/fasilitas pendidikan yang tersedia. Keadaan tersebut memudahkan guru dan siswa untuk menyelenggarakan pembelajaran. Dengan demikian diharapkan pendayagunaan alat/fasilitas belajar harus memperoleh perhatian yang baik bagi sekolah dalam upayanya mendukung terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
5. Penyelenggaraan Pembelajaran dan Evaluasi. Mutu pembelajaran juga ditentukan oleh penyelenggaraan pembelajaran dan evaluasinya. Keadaan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya mutu akan dipengaruhi oleh proses. Dengan demikian guru harus mampu mengelola pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, sehingga mampu mewujudkan peningkatan mutu yang tinggi.
6. Pelaksanaan Kegiatan Kurikuler dan Ekstra-kurikuler. Peningkatan mutu pembelajaran pula dipengaruhi oleh pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler, artinya bahwa mutu akan mampu ditingkatkan apabila dalam pembelajaran siswa ditambah dengan adanya kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler. Keadaan ini beralasan bahwa dengan diadakannya kegiatan tersebut akan menambah pengetahuan siswa di luar pengajaran inti di kelas dan tentunya hal tersebut akan lebih meningkatkan kreativitas dan kompetensi siswa.
C. Langkah konkrit menuju pendidikan bermutu

Dari enam komponen utama yang mempengaruhi mutu pendidikan, maka perlu melakukan beberapa terbosan konkrit untuk menuju pedidikan bermutu, Pelatihan adalah satu satunya cara untuk memperbaiki mutu tersebut. Pelatihan yang diberikan berbentuk pelatihan yang mengarah kepada kebutuhan guru dilapangan saat mereka melaksanakan pembelajaran dikelas, yaitu Penguasaan Materi/Kurikulum. Penggunaan Metode Mengajar, penggunaa media, dan Evaluasi yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran. Untuk itu langkah langkah yang ditempuh antara lain:
1.        Perekrutan fasilitator kabupaten.
Mengingat banyak guru yang perlu mendapatkan pelatihan sesua dengan kebutuhan, maka langkah pertama yang dilakukan adalah menyeleksi guru yang memiliki kemampuan sangat bagus untuk dilatih sebagai fasilitator kabupaten atau PPMG ( melakukan tes dengan berpedoman pada hasil nilai UKG 2015). Mereka dilatih di PPMG atau ditempat lain sesuai dengan kemampuan bidang studinya.
2.        Perekrutan tutor inti
Perekutan tutor inti dilakukan untuk membantu guru lain yang bertugas di gugus yang menjadi kewenangannya. Tutor inti direkrut dengan instrument tes. Semua guru dalam gugus tersebut dilakukan tes, dan hasil tes tersebut akan dianalisis dengan mengurutkan nilai tertinggi permata pelajaran. Pemerolehan nilai tertinggi mata pelajaran,yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Sains, IPS, PPKn, PAI, Penjaskes, KTK, maka guru tersebut akan dilatih oleh PPMG untuk menjadi tutor mata pelajaran di inti digugusnya.
3.        Pengawas
Pemberdayaan Semua pengawas sesuai dengan tupoksi pengawas itu sendiri. Mereka juga harus mendapatkan pelatihan yang menjurus dengan materi yang berikan kepada guru. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi perbedaan pendapat saat membantu guru dalam menjalankan tugas sebagai supervisor.
4.        Pemberdayaan fasilitator kabupaten.
Fasilitator kabupaten (fasda) berfungsi ganda yaitu sebagar traner tutor inti, mereka juga mendampingi tutor inti saat mereka melatih guru dalam gugusnya. Dengan kata lain fasda ikut mendampingi tutor inti di setiap kegiatan gugus.
5.        Pembentukan tim gebrakan mutu
Fasca pelatihan yang dilakukan kepada pengawas sekolah, fasda. Kemudian fasda melatih tutor inti (tuti). Fasca inilah mereka membuat tim gebrakan mutu yang terdiri dari pengawas, fasda dan tuti. Tim ini akan melakukan pendampingan guru mengajar dikelas. Hal ini untuk memastikan apakah guru mengajar sudah sesuai dengan hasil pelatihan. Setelah pendampingan dilakukan tim akan mengevaluasi dan menganalis hasil pendampingannya, lalu tim akan merekomendasikan hasil tersebuit kepada PPMG untuk tindak lanjut. PPMG akan mereviu mata pelajaran apa yang perlu di training ulang dan siapa yang akan di latih kembali. Siklus pembinaan
D. Penutup
1 Proses. Proses diatas merupakan unsur penting yang mempengaruhi terhadap mutu pembelajaran. Dalam hal ini pembelajaran harus didukung oleh adanya interaksi yang aktif antara peserta didik dengan guru. Komunikasi yang kondusif merupakan suatu hal yang penting dalam mewujudkan peningkatan mutu pembelajaran.
2. Output. Output yang diharapkan, yaitu akan melahirkan guru yang berkualitas dan berwawasan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman untuk menjadikan guru yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan siswa dalam belajar. Oleh karena itu, maka ouput pengajaran yang menjadi ukuran mutu pembelajaran mencakup nilai prestasi dan perubahan sikap peserta didik.

3. Setelah Proses ini dilakukan, Tahun berikutnya PPMG hanya mengevaluasi FASDA dan pembekalan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan (kurikulum). Fasda mendampingi TUTI pendampingan pembelajaran dikelas dan dengan melibatkan pengawas akan mengevaluasi kinerja guru, melaporkan ke PPMG. PPMG mengambil langkah pembinaan selanjutnya. Jadi PPMG hanya membina Fasilitator Kabupaten dan bersama tim mengevaluasi setiap kegiatan pendapingan.