Rabu, 12 Desember 2018

DISDIK ACEH LAKSANAKAN RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM PENDIDIKAN

GURE NEWS ACEH. BANDA ACEH. Dalam upaya membangun pendidikan di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan tahun 2018-2019.

Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 11 - 14 Desember 2018 di Grand Aceh Syariah yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin M Pd, Rabu (11/12).

Kepala Sub Bagian Program, Informasi dan Humas Dinas Pendidikan Aceh, Chaidir, SE MM selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan tahun 2018.

Selanjutnya untuk menyamakan persepsi terhadap kebijakan program dan pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2019 sebagaimana qanun Aceh nomor 1 tahun 2018, ujar Chaidir.

Lebih lanjut Chaidir menyampaikan kegiatan ini juga sebagai wadah konsolidasi stacholder pendidikan untuk bersama-sama membangun pendidikan di Aceh serta sebagai langkah dan tindakan konkrit Pemerintah Aceh bersama unsur terkait lainnya untuk menuntaskan program kegiatan prioritas pendidikan di Aceh.

Kadisdik Aceh, Syaridin M Pd dalam arahannya menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan daerah. Melalui pendidikan, kita semua sebagai masyarakat dapat mengetahui kearah mana Aceh ini akan dibawa, ujarnya.

Syaridin menjelaskan berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, misalnya pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan dan berbagai kegiatan lomba serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini sungguh suatu senergi yang baik dalam rangka menghasilkan pengelolaan pendidikan yang bermutu. Sinergi dalam mengembangkan pendidikan untuk semua jenjang pendidikan perlu kita tingkatkan," kata Syaridin.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan adalah Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ketua Majelis Pendidikan Daerah dari 23 kabupaten/kota.

Selanjutnya turut hadir para Kepala Bidang dan Kasie di jajaran Disdik Aceh dan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh masing-masing wilayah serta ketua organisasi profesi keguruan dan LSM seperti PGRI, IGI Aceh, FIKGA dan KOBAR GB Aceh.

Penulis : Baihaki

Selasa, 11 Desember 2018

Kadisdik Aceh mantapkan program undang Disdik, kemenag,MPD dan Ketua Organisasi Profesi

Banda Aceh.Disdik Aceh melakukan pemantapan program pendidikan 2019. Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi program pendidikan Aceh tahun 2019 dilaksanakan di aula hotel grand Aceh syariah selama empat hari 11-14/12.

Ketua panitia pelaksana kasubbag program pada dinas pendidikan Aceh Chaidir SE MM melaporkan. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dinas pendidikan seluruh Aceh, kepala kementerian agama kabupaten kota, ketua Majelis Pendidikan kabupaten kota se-Aceh kasubbag program Danis pendidikan se-Aceh.

Kadis pendidikan Aceh Syaridin SPd MPd menyampaikan terimakasih kepada para undangan yang berhadir. Syadirin meminta kadis, Kankemenag, ketua MPD ketua IGI, IGTKI, KoBar GB dan PGRI untuk duduk bersama untuk menyatukan visi dan misi membangun pendidikan Aceh.

Dalam kesempatan ini sampaikan pemikiran pemikiran terbaik untuk pendidikan Aceh pinta manta Kadisdik kota Banda Aceh. Pendidikan salah satu indikator kemajuan suatu daerah, maka kita sebagai steak holder memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan daerah. Keseriusan elemen pengambil kebijakan sangat menentukan arah kemajuan pendidikan Aceh kedepannya minta kadis Syaridin.

Dana alokasi kabupaten kota (DOKA) akan dikelola oleh kabupaten kota. Hal ini menjadi eporia kadis pendidikan kabupaten kota dan tepuk tangan terus berbunyi, kesenangan Kadisdik kabupaten kota terlihat dari senyum bahagia. Ketika DOKA sudah menjadi tanggung jawab kadis pendidikan kabupaten kota untuk mengimplementasikan sesuai dengan program yang telah disusun pinta mantan guru berprestasi.

Kontributor Abdul Hamid

Goodbye UNE goodbye Armidale. Berguru ke Negeri Kangguru

Hello frend ini adalah bangunan tempat student Islam melaksanakan Ibadah shalat. Bangunan ini terletak di kampus UNE. Inilah mesjid kampus dan ini juga tempat ibadah satu satunya sejagat armidale. Disini pula berkumpul student islam dari berbagai negara.student Indonesia hanya dari Aceh 16 orang dan satu orang dari Lampung. Mesjid ini terlihat rame saat shalat jumat. Mesjid ini hanya muat 30an jamaah, namun shalat jumat 50an jamaah hadir ketempat ini. Terlihat suasana haru dan akrab seakan semua bersatu, saling berjabat tangan sambil menyamoaikan assalamualaikum. Tidak terlihat perbedaan disini walau hampir sebagian besar jamaah belum bisa berbahasa Inggris, walau sebagian besar mereka berbahasa arab. Kami student Aceh sudah menambah daftar jamaah mesjid ini. Kami masih ingin shalat di mesjid ini, namun hari  ini adalah jumat terakhir kami shalat di medjid kebanggaan kita. Jumat hari ini merupakan jumat keenam kami nenjadi jamaah setia. Hari Sabtu 13.12.2014 kami sudah meninggalkan UNE kembali ke Aceh. Hello frend ini adalah bangunan tempat student Islam melaksanakan Ibadah shalat. Bangunan ini terletak di kampus UNE. Inilah mesjid kampus dan ini juga tempat ibadah satu satunya sejagat armidale. Disini pula berkumpul student islam dari berbagai negara.student Indonesia hanya dari Aceh 16 orang dan satu orang dari Lampung. Mesjid ini terlihat rame saat shalat jumat. Mesjid ini hanya muat 30an jamaah, namun shalat jumat 50an jamaah hadir ketempat ini. Terlihat suasana haru dan akrab seakan semua bersatu, saling berjabat tangan sambil menyamoaikan assalamualaikum. Tidak terlihat perbedaan disini walau hampir sebagian besar jamaah belum bisa berbahasa Inggris, walau sebagian besar mereka berbahasa arab. Kami student Aceh sudah menambah daftar jamaah mesjid ini. Kami masih ingin shalat di mesjid ini, namun hari  ini adalah jumat terakhir kami shalat di medjid kebanggaan kita. Jumat hari ini merupakan jumat keenam kami nenjadi jamaah setia. Hari Sabtu 13.12.2014 kami sudah meninggalkan UNE kembali ke Aceh. Goodbye UNE goodbye Armidale. UNE goodbye Armidale.

Tulisan ini saya tulis saat saya di Australia

Senin, 10 Desember 2018

Persiapan Dapodik Menjelang Cut OFF BOS Triwulan 1 Tahun 2019 Tanggal 15 Desember 2018

Diposkan Oleh : Admin  |  Tanggal : 07 Desember 2018  |  Kategori : Informasi
Bagikan berita:

bos

Yang terhormat,

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
Kepala Sekolah SD, SMP, SLB, SMA dan SMK
Operator Dapodik

Di Seluruh Nusantara

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam rangka untuk menyiapkan data sebagai dasar alokasi dana BOS Triwulan 1 (Januari – Maret Tahun 2019) maka akan dilakukan pengambilan data (Cut-off) dari Dapodikdasmen pada tanggal 15 Desember 2019, Pukul 23.59 WIB. Dari pengecekkan data di server Dapodikdasmen per-tanggal 5 Desember 2019 diketahui bahwa masih banyak sekolah dengan status partisipasi BOS adalah “menerima” (pada aplikasi Dapodikdasmen menjawab “Ya”), akan tetapi belum melakukan sinkronisasi (Daftar sekolah dapat diunduh pada lampiran berita ini).

Sehubungan dengan hal tersebut, maka beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan adalah sebagai berikut:

Data siswa yang akan terhitung adalah data siswa pada semester 1 (Ganjil) Tahun Ajaran 2018/2019.
Pada saat melakukan installasi dan registrasi Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019, DILARANG menggunakan prefill lama karena dapat menyebabkan data siswa menjadi ganda.
Data Rombongan Belajar harus diisi dengan lengkap dan benar, dan jenis rombel yang dihitung adalah Rombel Kelas dan Reguler, sedangkan Rombel teori, Ekskul, Kelas Terbuka, Kelas Jauh/Kecil  dan praktek tidak dihitung.
Khususnya untuk SMA dan SMK harus memperhatikan pengisian data program pengajaran/program keahlian/ kompetensi keahlian.
          Berikut ketentuan pengisian data program pengajaran/program keahlian/Kompetensi Keahlian untuk SMA dan SMK:

          a. SMA KTSP 2006

              - Kelas XI dan XII = Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)/Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)/Bahasab

          b. SMA Kurikulum 2013

              -  Kelas X, XI, dan XII = Bahasa dan Budaya, MIPA, Ilmu Pengetahuan Sosial

          c. SMK KTSP

              -  Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian

          d. SMK Kurikulum 2013

              -  Kelas X = Program Keahlian

              -  Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian

      5. Data Rombongan Belajar harus diisikan WALI KELAS.

      6. Rombongan Belajar harus diisikan lengkap sampai dengan data pembelajaran.

      7. Data siswa lakukan proses verifikasi dan validasi NISN pada layanan vervalpd.data.kemdikbud.go.id pada semua jenjang (untuk saat ini baru SMA yang menjadi prasyarat/diharuskan, dan  mulai Tahun 2019 di semua jenjang akan wajib dan menjadi prasyarat).

Untuk itu sekolah dihimbau untuk segera melakukan  proses sinkronisasi data  pada semester 1 (ganjil) Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan memperhatikan kelengkapan dan kevalidan datanya. Apabila data yang diisikan tidak lengkap maka TIDAK AKAN TERHITUNG untuk penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu serta teman-teman operator sekalian, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Satu Data,

Admin Dapodikdasmen

http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/persiapan-dapodik-menjelang-cut-off-bos-triwulan-1-tahun-2019-tanggal-15-desember-2018

Sabtu, 08 Desember 2018

Alm Sayuti Aulia mendapat penghargaan dari Kadisdik Aceh di HGN

Banda Aceh. Almarhum Sayuti Aulia adalah sosok  guru yang sangat peduli dan aktif memperjuangkan nasib guru semasa hidupnya. Pria yang  Lahir di Aceh Utara pada 31 Desember 1958 ini guru yang paling dikenal oleh semua guru Aceh bahkan pejabat Aceh.

Ketua presidium KoBar GB Aceh ini sangat peduli pada nasib guru. Bukan hanya memperjuangkan tunjangan NAD tapi juga pemperjuangkan hak hak guru semisal Jufri guru Abdya yang diturunkan pangkatnya oleh bupati, Sayuti Aulia yang berjuang di PTUN sehingga pemerintah daerah harus mengembalikan pangkat Jufri.

Pria pemberani ini berawal sekolah di SD matang glp dua tahun 1974. SMP matang glp dua PGA 1979. Hanya tamatan Diploma II FKIP Unsyiah di jurusan bahasa Inggris tahun 1980 sosok yang guru yang mampu menggerakkan massa untuk memperjuangkan nasib guru.

Berawal karier sebagai Guru SMP 1 Sabang pada 1983 sampai 2003. Saat di Sabang pejuang nasib guru ini juga pemasok mobil eks Singapura ke pulau Weh Sabang. Kemudian Sayuti Aulia pindah ke Banda Aceh menjadi  Guru SMP 12 Banda Aceh dari  2004 sampai 2018. Menjelang pensiun pahlawan guru mulai sakit dan tidak lama sakit beliau meninggal dunia.

Banyak guru menyampaikan terimakasih kepada Kadisdik Syaridin SPd MPd yang telah menobatkan sebagai guru yang patut mendapat penghargaan di hari terindah yaitu Di JGN tahun ini. Penghargaan diterima oleh istri almarhum Sayuti Aulia didampingi oleh penerusnya yaitu Husniati Bantasyam.

Saya selaku ketua KoBar GB Aceh sekarang menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Aceh khususnya pak Syaridin SPd MPd selaku kepala Dinas Pendidikan Aceh ucap Husniati Bantasyam kepada gureacehnews disela sela kegiatan malam resepsi HGN di aula SMK 1, 2 dan 3 Banda Aceh.

Selain Sayuti Aulia penghargaan juga diberikan kepada sosok pendidikan sekolah untuk anak anak penggulung di kampung Pandee Banda Aceh yaitu ibu  Maulidar Yusuf SPdi. Sosok peduli pendidikan ini dengan mendirikan sekolah taman kanak-kanak pemulung sejak tahun 2012. Maulidar  Lahir di Sigli 18 September 1991.

Penghargaan ketiga diberikan kepada Ronald Simanjuntak lahir 10 Desember 1953 guru honor sejak tahun 1993 SD telaga bakti Singkil.

Muzdalifah SPd lahir 18 Agustus 1986 guru honorer di SLB labui Banda Aceh adah guru tunanetra dan  Muliadi SPd lahir Payakumbuh 27 February 1983 guru SLB kota langsa keduanya tunanetra juga guru untuk siswa tunanetra.

Senin, 03 Desember 2018

Cabdinwilkab Latih 90 Guru BK SMA, SMK se Aceh Tengah dan Bener Meriah

Takengon. Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah melatih 90 guru Bimbingan Konseling selama 5 hari sejak tgl 3 s.d 7 Des 18 di SMAN 2 Takengon. Kegiatan pelatihan dalam peningkatan kualitas pelayanan guru bimbingan konseling kepada peserta didik dihadirkan narasumber dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Konselor dari Unsyiah ini akan mengajarkan cara menangani siswa yang bermasalah dalam belajar, siswa kurang disiplin, siswa sulit berkonsentrasi dalam belajar. Kepala cabdinwilkab Abdul Hamid SPd MPd dalam pembukaan kegiatan mengajak guru BK untuk memahami karakteristik setiap siswa. Bila guru sudah memahami karakter dan latar belakang siswa maka dengan mudah memberi pertolongan setiap permasalahan siswa. Ada siswa yang terlambat kesekolah jangan cepat memberi label sebagai siswa pemalas, tapi pelajari dulu apa penyebab ia malas. Bisa jadi anak tersebut diserap pagi ia harus mengurus adik adiknya dulu baru ia kesekolah ulas mantan kasubbag Tata usaha PPMG 2. Bila guru sudah memahami latar belakang siswa maka tidak ada guru yang menghukum siswanya, malah guru harus memberi pelayanan khusus. Plt Kacabdinwikab mengulas peran guru BK kepada peserta. Setiap manusia Allah sudah menentukan Masa depannya, namun perlu upaya upaya untuk menggapai masa dengan itu. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab besar guru BK. Bimbingan dan arahan menuju masa yang gemilang. Sentuhan kebersamaan antara guru dengan siswa akan dengan mudah menggapai itu.

Sabtu, 01 Desember 2018

Disdik Pidie Jaya Latih Guru Pembina/Pelaksana UKS/M

Meureudu (1/12/2018). Dalam rangka meningkatkan kesadaran warga sekolah akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Dinas Pendidikan Pidie Jaya menyelenggarakan program Sekolah Sehat dengan melatih Guru Pembina UKS/M.

Saiful, M.Pd Selaku Kadisdik Pidie Jaya dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini  sejalan dengan program Gerakan Sekolah Bersih Menyenangkan (GSBM) yang dinilai penting untuk memaksimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tiap Sekolah/Madrasah.
“Sasarannya guru pembina UKS/M yang meliputi SD/MI dan SMP/MTs sekapubaten Pidie, dengan komitmen melaksanakan dan menjaga Sekolah/Madrasah tetap bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan serta selalu mengontrol jajanan anak yg dijual kurang sehat,” ujarnya saat pembukaan Pelatihan Guru Pembina UKS/M di Aula SMPN 2 Meureudu, Sabtu 1 Desember 2018, yang dikuti oleh 161 peserta dari Sekelah/Madrasah sekabupaten Pidie Jaya (92 SD, 25 MI, 32 SMP dan 12 MTs)

Dengan adanya komitmen ini ia berharap, permasalahan kesehatan yang ada pada anak Sekolah/Madrasah bisa diatasi dengan pembinaan dan pembangunan karakter untuk membangun prestasi kedepan.
“Karena anak yang berprestasi adalah anak yang sehat. Semoga peserta yang hadir bisa mengimplementasikan kembali di sekolah masing-masing untuk membangun Sekolah/Madrasah sehat,” jelas Saiful.

Sementara Ketua Pelaksanan Rahmady Saputra menjelas-kan program yang dilakukan di tingkat SD/MI dan SMP/MTs  merupakan program tahunan Disdik Pidie Jaya. “dengan pelatihan ini dapat memberikan pemahaman mendalam bagi Pembina UKS/M (sesuai SKB 4 Menteri ) tentang pentingnya UKS/M dan melakukan Pembinaan serta pengembangan usaha kesehatan sekolah/madrasah dengan pengupayakan lahirnya TIM Pembina UKS/M di masing-masing Sekolah/Madrasah dan tersusunnya Program Kerja Tim Pembina UKS/M” Paparnya

Kontributor Pijay: Mashadi