Selasa, 12 Desember 2017

Kadisdik Aceh Lepas Jamaah Umrah *Guru dan Tenaga KependidikanBerprestasi  dan Berdedikasi

BANDA ACEH. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs.H.Laisani,M.Si di dampingi Kepala Bidang Pembina Guru dan Tenaga Kependidikan H.Darmansyah,S.Pd, MM melepaskan keberangkatan jamaah umrah di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Selasa (12-12).

Para rombongan jamaah umrah adalah guru dan tenaga Kependidikan yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, kepala tata usaha, penjaga laboratorium yang meraih juara pertama, kedua dan ketiga berprestasi dan berdedikasi tingkat SD, SMP hingga SMA yang berjumlah enam puluh orang di tambah dua orang pendamping dari Disdik Aceh.

Laisanai mengatakan, sebuah apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan bagi guru dan tenaga kependidikan yang meraih prestasi tingkat provinsi pada tahun 2017.

Tahun ini kita memberangkatkan para jamaah umrah dalam jumlah besar, bahkan awal tahun 2018 Dinas Pendidikan Aceh juga akan memberangkatkan umrah bagi guru PPKn yang meraih juara pertama, kedua dan ketiga pada lomba konstitusi dua bulan yang lalu, ujar Laisani.

Kita mengharapkan dengan hadiah umrah yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada insan pendidik, menjadi motivasi bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus berkarya dan berinovasi sehingga akan mewujudkan Aceh Carong.

Pemberangkatan jamaah umrah tahun ini, Dinas Pendidikan Aceh bekerjasama dengan SARMANIYA Travel Banda Aceh, karena selama ini travel ini telah memberikan pelayanan prima dan kenyamanan bagi para jamaah, ujar Laisani.

Senin, 11 Desember 2017

Wakapolda jamu Duta Pelajar Kamtibmas di Ruang Kerjanya

Banda Aceh. Waka Polda Aceh B. Soejahjo menjamu Duta Pelajar Kamtibmas di ruang kerjanya Selasa 12/12.

Kegiatan yang paling bergengsi ditingkat pelajar Aceh ini, sejak dinobatkan oleh Dir Humas Polda Aceh sudah mulai sibuk mengahadiri undangan para pejabat penting baik di provinsi Aceh maupun Jakarta.

Pagi tadi pak Kapolda mengundang para duta juara I, II,III langsung disambut oleh wakapolda Soejahjo.

Soejahjo menyampaikan arahan kepada para Duta pertama selamat datang di markas besar kepolisian Aceh. Kedua adik adik yang sudah terpilih sebagai Duta Pelajar Kamtibmas memiliki tugas besar yang harus diemban antara lain Duta harus menjadi model dan teladan bagi teman lain di sekolah. Ajak teman teman untuk menjauhi narkoba, tertib lalulintas juga harus menjadi rol model di sekolahnya.

Wakapolda juga berharap agar para Duta dapat membantu polisi mensosialisasikan program Kamtibmas terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pak Waka juga menyampaikan, program ini baru ada di Aceh maka Polda Aceh sudah melaporkan ke Kapolri.

Sebagai apresiasi dari mabes polri, para Duta di undang kejakarta untuk bertemu dengan Kapolri. Besok kalian akan take-off kejakarta bersama DirHumas, Kadisdik Aceh juga PPMG.

Terimakasih kepada dinas pendidikan Aceh yang telah melaksanakan kegiatan ini mudah-mudahan kegiatan ini akan diikuti oleh provinsi lain.



Pidie juara Duta Pelajar Kantibmas Aceh 2017

Banda Aceh. Seleksi Duta pelajar kantibmas tingkat provinsi Aceh sudah terlaksana. Proses pemilihan yang melakukan baik juri maupun siswa duta pelajar kantibmas wakil kabupaten kota sudah membuahkan hasil.

Kesemua dewan juri adalah para Kompol dari Polda Aceh. Kegiatan yang di tutup oleh Dir Humas Polda Aceh. Pengumuman yang diumumkan oleh Kompol Amiruddin
Juara I SMA negeri 1 Sigli kabupaten Pidie PPMG Wil II Sigli.
Juara II kabupaten Abdya. Juara III kabupaten Aceh Tengah.

Para juara akan dijamu oleh Kapolda Aceh besok pagi. Untuk juara I akan dihadapkan dengan Kapolri RI kata  Burhanuddin juga Dir Humas Polda Aceh.

Kegiatan ini merupakan hal baru dan baru Aceh yang melaksanakan sehingga wajar bila juara akan kami hadapkan dengan Kapolri tambah DirHumas dihadapan peserta. Selain itu duta yang kita nobatkan pada malam ini akan menjadi rol model untuk pelajar Aceh.

Program ini juga akan kita lakukan untuk Dayah Aceh agar semua pelajar Aceh terhindar dari bahaya narkoba dan menjaga ketertiban masyarakat.

Minggu, 10 Desember 2017

Kapolda Aceh buka Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas 2017

Banda Aceh. Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas tingkat provinsi Aceh dibuka oleh Direktur Kimberly Pol Burhanuddin di aula hotel grand Aceh Syariah 10 s.d 12.

Kegiatan seleksi Duta Pelajar Kamtibmas ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang telah dilakukan oleh Kapolres dan PPMG di tingkat kabupaten kota seAceh. Peserta yang ikut seleksi tingkat provinsi adalah duta pelajar kantibmas tingkat kabupaten kota.

Kegiatan ini Kerja sama dinas pendidikan Aceh dengan Kapolda Aceh sudah di MOU sejak 2011. Rangkaian polisi saweu sikula sejak MOU di tandatangani. Polisi sudah melaksanakan kegiatan ini dengan mendatangi sekolah sekolah untuk mensosialisasikan hukum kepada siswa siswa.

Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas merupakan evaluasi dari kegiatan polisi saweu sikula. Duta dari 23 kabupaten kota membawa nama Kapolres dan PPMG ini terdiri dari satu putra dan satu putri ditambah satu guru pendamping. 46 duta akan merebut tiga juara yaitu juara I,II dan III.

Para juara akan dinobatkan Duta Pelajar Kamtibmas Polda Aceh tahun 2017. Mereka akan dijamu oleh Polda Aceh juga akan di bawa ke Jakarta untuk berjumpa dengan Kapolri RI pada hari Rabu kata Kadisdik Aceh Drs Laisani, pada sambutannya.

Kapolda mengapresiasikan Dinas Pendidikan Aceh yang telah membatu polisi untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum di kalangan pelajar Aceh. Saya berharap kegitan ini dapat belajar dengan baik. Bagi yang juara jangan berbesar hati jangan sombong dan bagi yang belum juara jangan berkecil hati semua ada hikmahnya kata Kombes Pol Burhanuddin yang membacakan amanat Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Jambak.

Kapolda Aceh buka Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas 2017

Banda Aceh. Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas tingkat provinsi Aceh dibuka oleh Direktur Kimberly Pol Burhanuddin di aula hotel grand Aceh Syariah 10 s.d 12.

Kegiatan seleksi Duta Pelajar Kamtibmas ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang telah dilakukan oleh Kapolres dan PPMG di tingkat kabupaten kota seAceh. Peserta yang ikut seleksi tingkat provinsi adalah duta pelajar kantibmas tingkat kabupaten kota.

Kegiatan ini Kerja sama dinas pendidikan Aceh dengan Kapolda Aceh sudah di MOU sejak 2011. Rangkaian polisi saweu sikula sejak MOU di tandatangani. Polisi sudah melaksanakan kegiatan ini dengan mendatangi sekolah sekolah untuk mensosialisasikan hukum kepada siswa siswa.

Seleksi Duta Pelajar Kamtibmas merupakan evaluasi dari kegiatan polisi saweu sikula. Duta dari 23 kabupaten kota membawa nama Kapolres dan PPMG ini terdiri dari satu putra dan satu putri ditambah satu guru pendamping. 46 duta akan merebut tiga juara yaitu juara I,II dan III.

Para juara akan dinobatkan Duta Pelajar Kamtibmas Polda Aceh tahun 2017. Mereka akan dijamu oleh Polda Aceh juga akan di bawa ke Jakarta untuk berjumpa dengan Kapolri RI pada hari Rabu kata Kadisdik Aceh Drs Laisani, pada sambutannya.

Kapolda mengapresiasikan Dinas Pendidikan Aceh yang telah membatu polisi untuk menciptakan masyarakat yang sadar hukum di kalangan pelajar Aceh. Saya berharap kegitan ini dapat belajar dengan baik. Bagi yang juara jangan berbesar hati jangan sombong dan bagi yang belum juara jangan berkecil hati semua ada hikmahnya kata Kombes Pol Burhanuddin yang membacakan amanat Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Jambak.

Sabtu, 09 Desember 2017

Mengenang Bireuen Sebagai Ibukota R.I

“Walau hanya seminggu, Bireuen pernah menjadi ibukota RI yang ketiga setelah Yogyakarta dan Bukittinggi jatuh ke tangan penjajah dalam agresi kedua Belanda. Namun sayangnya fakta sejarah itu tidak pernah tercatat dalam sejarah Kemerdekaan RI. Sebuah benang merah sejarah yang terputus…”

Sekilas, tidak ada yang terlalu istimewa di Pendopo Bupati Kabupaten Bireuen tersebut. Hanya sebuah bangunan semi permanen yang berarsitektur rumah adat Aceh. Namun siapa nyana, dibalik bangunan tua itu tersimpan sejarah perjuangan kemerdekaan RI yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Malah,di sana pernah menjadi tempat pengasingan presiden Soekarno.

Kedatangan presiden pertama RI itu ke Bireuen memang sangat fenomenal. Waktu itu, tahun 1948, Belanda melancarkan agresi keduanya terhadap Yogyakarta. Dalam waktu sekejap ibukota RI kedua itu jatuh dan dikuasai Belanda. Presiden pertama Soekarno yang ketika itu berdomisili dan mengendalikan pemerintahan di sana pun harus kalang kabut. Tidak ada pilihan lain, presiden Soekarno terpaksa mengasingkan diri ke Aceh. Tepatnya di Bireuen,yang relatif aman. Soekarno hijrah ke Bireuen dengan menumpang pesawat udara Dakota. Pesawat udara khusus yang dipiloti Teuku Iskandar itu, mendarat dengan mulus di lapangan terbang sipil Cot Gapu pada Juni 1948.

Kedatangan rombongan presidendi sambut Gubernur Militer Aceh, Teungku Daud Beureu’eh, atau yang akrab disapa Abu Daud Beureueh, Panglima Divisi X, Kolonel Hussein Joesoef, para perwira militer Divisi X, alim ulama dan para tokoh masyarakat. Tidak ketinggalan anak-anak Sekolah Rakyat (SR) juga ikut menyambut kedatangan presiden sekaligus PanglimaTertinggi Militer itu.

Malam harinya di lapangan terbang Cot Gapu diselenggarakan Leising (rapat umum) akbar. Presiden Soekarno dengan ciri khasnya, berpidato berapi-api, membakar semangat juang rakyat di Keresidenan Bireuen yang membludak lapangan terbang Cot Gapu. Masyarakat Bireuen sangat bangga dan berbahagia sekali dapat bertemu mukadan mendengar langsung pidato presiden Soekarno tentang agresi Belanda 1947-1948 yang telah menguasaikembali Sumatera Timur(Sumatera Utara) sekarang.

Asal Muasal Sebutan Bireuen Sebagai Kota Juang

Selama seminggu Presiden Soekarno berada di Bireuen aktivitas Republik dipusatkan di Bireuen. Dia menginap dan mengendalikan pemerintahan RI di rumah kediaman Kolonel Hussein Joesoef, Panglima Divisi X Komandemen Sumatera, Langkat dan tanah Karo, di Kantor Divisi X (Pendopo Bupati Bireuen sekarang). Jelasnya, dalam keadaan darurat, Bireuen pernah menjadi ibukota RI ketiga, setelah jatuhnya Yogyakarta ke dalam kekuasaan Belanda. Sayangnya catatan sejarah ini tidak pernah tersurat dalam sejarah kemerdekaan RI.

emang diakui atau tidak, peran dan pengorbanan rakyat Aceh atau Bireuen pada khususnya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Perjalanan sejarah membuktikannya. Di zaman Revolusi 1945, kemiliteran Aceh dipusatkan di Bireuen.Di bawah Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo dibawah pimpinan Panglima Kolonel Hussein Joesoef berkedudukan di Bireuen. Pendopo Bupati Bireuen sekarang adalah sebagai kantor DivisiX dan rumah kediaman Panglima Kolonel Hussein Joesoef. Waktu itu Bireuen dijadikan sebagai pusat perjuangan dalam menghadapi setiap serangan musuh. Karena itu pula sampai sekarang, Bireuen mendapat julukan sebagai “Kota Juang”.

Kemiliteran Aceh yang sebelumnya di Kutaradja, kemudian dipusatkan di Juli Keude Dua (Sekitar tiga kilometer jaraknya sebelah selatan Bireuen-red) di bawah Komando Panglima Divisi X, Kolonel HusseinJoesoef, yang membawahi Komandemen Sumatera, Langkat danTanah Karo. Dipilihnya Bireuen sebagaipusat kemiliteran Aceh, lantaran letaknya yang sangat strategis dalam mengatur strategi militer untuk memblokade serangan Belanda di Medan Area yang telah menguasai Sumatera Timur.

Pasukan tempur Divisi X Komandemen Sumatera yang bermarkas di Juli Keudee Dua, Bireuen, itu silih berganti dikirim ke Medan Area. Termasuk diantaranya pasukan tank dibawah pimpinan Letnan Yusuf Ahmad, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Letnan Yusuf Tank. Sekarang dia sudah Purnawirawan dan bertempat tinggal di Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Menurut Yusuf Tank, waktu itu pasukan Divisi X mempunyai puluhan unit mobil tank. Peralatan perang itu merupakan hasil rampasantank tentara Jepang yang bermarkas di Juli Keude Dua.

Dengan tank-tank itulah pasukan Divisi X mempertahankan Republik ini di Medan Area pada masa agresi Belanda pertama dan kedua tahun 1947-1948. Juli Keude Dua juga memiliki nilai historis kemiliteran penting dalam mempertahakan Republik. Terutama di zaman Revolusi 1945. Pendidikan Perwira Militer (Vandrecht), yakni untuk mendidik perwira-perwira yang tangguh di pusatkan di Juli Keude Dua.

Kendati usianya sudah uzur, Yusuf Tank masih dapat mengingat berbagai semua peristiwa sukaduka perjuangannya masa silam. Salah satu diantaranya tentang peranan Radio Rimba Raya milik DivisiX Komandemen Sumatera yang mengudara ke seluruh dunia dalam enam bahasa, Indonesia, Inggris, Urdu, Cina, belanda dan bahasa Arab. Dikatakan, “Radio Rimba Raya mengudara ke seluruh dunia 20 Desember 1948 untuk memblokade siaran propaganda Radio Hervenzent Belanda di Batavia yang yang menyiarkan bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Dalam siaran bohong Radio Belanda seluruh wilayah nusantara sudah habis dikuasai Belanda. Padahal, Aceh masih tetap utuh dan tak pernah berhasil dikuasai Belanda.

Dengan mengudaranya Radio Rimba Raya ke seluruh dunia, masyarakat dunia sudah mengetahui secara jelas bahwa Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Karena itu, saat kedatangan Presiden Soekarno ke Bireuen bulanJuni 1948, dalam pidatonya yang berapi-api di lapangan terbangCot Gapu, Soekarno mengatakan,Aceh yang tidak mampu dikuasai Belanda dijadikan sebagai Daerah Modal Republik Indonesia. Selama seminggu Presiden Soekarno berada di Bireuen, kemudian bersama Gubernur Militer Aceh Abu Daud Beureueh berangkat ke Kutaradja. Di Kutaradja Gubernur Milter Aceh mengundang seluruh saudagar Aceh di hotel Aceh. Dia menyampaikan permintaan Presiden Soekarno agar rakyat Ace hmenyumbang dua pesawat terbang untuk Republik.

Presiden Soekarno sempat mogok makan siang alias Ngambek sebelum Abu Beureu’eh memberi jawaban, menyetujui permintaannya itu agar Aceh menyumbang dua pesawat terbang. Kesepakatan para saudagarAceh dengan Abu Daud Beureu’eh, mereka bersedia menyumbang dua pesawat terbang untuk Republik. Dengan sumber dana obligasi rakyat Aceh, yakni Pesawat Seulawah I dan Seulawah II. Kedua pesawat terbang sumbangan rakyat Aceh itu adalah sebagai cikal bakal pesawat Garuda Indonesia Airways saat ini. Sedangkan Radio Rimba Raya adalah sebagai cikal bakal Radio RRI sekarang. ***

Jumat, 08 Desember 2017

Lomba Pidato Tingkat SMA SMK Pidie warnai Hari Korupsi Internasional 2017, memperebutkan Piala Kajari Pidie

Sigli. Kepala Kejaksaan Negeri Sigli membuka kegiatan lomba pidato tingkat SMA SMK Pidie dalam memperingati hari korupsi internasional dengan tema Bergerak bersama memberantas korupsi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera 9 Desember di aula Kajari Sigli.

Efendi SH MH sebagai Kajari Sigli dalam arahannya menyampaikan kegiatan yang di gelar hari ini merupakan ajang sosialisasi anti korupsi, ini bagian dari pemberantasan korupsi agar masyarakat sejahtera. Jaksa memilih pelajar sebagai sasaran karena siswa sangat potensial untuk memahami pemahaman agar mereka membenci korupsi.

Jaksa bukan saja kegiatan ini yang dilakukan oleh jaksa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, jaksa saweu sikula dan pemilihan duta sadar hukum telah dilaksanakan oleh kejaksaan negeri Sigli kata Kajari dihapan siswa peserta, guru pendamping dan kepala sekolah.

Kajian adalah calon pemimpin bangsa sudah sepatutnya anda memahami agar kalian terhindar dari korupsi.  Pasti anda diantara kalian yang akan menjadi jaksa, polisi, TNI, camat, Bupati bahkan bukan tidak mungkin andalah orangnya kata Kajari Efendi.

Kegiatan ini juga hadir kepala PPMG Wil II Drs Muslim. MM, KTU Hamid. Ketua MKKS. Peserta dari 34 sekolah SMA SMK Pidie.

Kajari pidie menjanjikan kepada pemenang  akan mendapat piala selain itu mendapatkan uang pembinaan kepada juara I RP. 1,5juta, juara II Rp. 1juta, jurar III Rp. 750.000, sedang juara harapan mendapat 500 ribu.