Jumat, 10 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, Siswa Sukma Lakukan Kegiatan Unik Ini*

Sigli, 10 November 2017 tepatnya hari Jumat, Siswa dan Guru Sekolah Sukma Bangsa Pidie mengadakan kegiatan unik dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan itu adalah GPS (Gerakan Pungut Sampah)

Kegiatan selama 2 jam nonstop ini yang dimulai sejak pukul 8 s.d. 10.30 berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 177 kg di lokasi dilakukannya GPS yakni di jalanan dari Sekolah Sukma sampai pasar Caleue dan Mesjid Caleue.

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari menyampaikan bahwa selama ini Sekolah Sukma Bangsa Pidie rutin melakukan Gerakan Pungut Sampah di lingkungan sekolah setiap Sabtu. "Kali ini kami mengambil momen Hari Pahlawan untuk berkhidmat pada lingkungan sekitar sekolah dan Mesjid di Kecamatan Indra Jaya. Para siswa dan guru berhasil memungut sampah plastik dengan cara longmarch sepanjang 2 km dari sekolah menuju Mesjid Al-abrar Caleu Kecamatan Indra Jaya," ujarnya.

Uniknya, sampah yang dipungut tidak langsung dibuang, tetapi dibawa ke Sekolah Sukma Bangsa Pidie terlebih dahulu untuk ditimbang. "Hasilnya mengejutkan,  seberat 177 kg sampah plastik berhasil kami kumpulkan bersama siswa. Ini merupakan awal yang baik untuk menjaga lingkungan sehat di lingkungan sekolah. Mereka para siswa dan guru adalah pahlawan bagi lingkungannya," tambahnya.

*Muchlisan Putra*
_Humas Sekolah Sukma Bangsa Pidie_

Rabu, 08 November 2017

BNN Pidie, Disdik Aceh Ayo berantas Narkoba di lembaga Pendidikan

Bila semua orang peduli masa depan generasi bangsa, maka narkoba tidak merajalela. Ini salah satu ungkapan yang sering kita dengar percakapan warung kopi.

Berbahagialah masyarakat Pidie karena hal ini sudah dimulai di Pidie. Sekolah adalah tempat yang sangat tepat untuk memulai kompanye anti narkoba.

BNN Aceh BNN Pidie bersama Dinas Pendidikan Aceh dibawah Pusat Pengembangan Mutu Guru ( PPMG) wilayah II telah memulai mengkampanyekan gerakan Anti Narkoba di sekolah.

Bupati Pidie Roni Ahmad atau Abusyik sudah meresmikan mobil keliling anti narkoba. Mobile ini disampaikan untuk keluar masuk sekolah dan perkampungan penduduk untuk meng halo halo jauhi narkoba. Narkoba musuh kita musuh negara.

SMAN 2 Sigli saksi launching jingle anti narkoba. Armia Jawahir sebagai motor lahirnya ide cemerlang ini.

Kepala PPMG Wil II Drs. Muslim MM pin telah mengukuhkan SATGAS pemberantasan narkoba di sekolah. Semua wakil kesiswaan menjadi SATGA ini.

Ide cemerlang ini pun baru pertama di Indonesia. Hal ini pula membuat Jenderal bintang satu ini memberikan penghargaan kepada kepala PPMG dan kepala SMAN 2 Sigli.

Meriah dan fungsional nya gerakan ini membuat pak jenderal Polisi bintang satu juga kepala BNN Aceh ini tergugah hatinya membuat ia langsung memerintahkan kepala BNN Pijay dan kepala BNN kota Langsa untuk melakukan hal seperti di Pidie. Bagaimana siap tanya jenderal. Siap jendral jawab kedua kepala BNN Pijay dan Langsa.

Kegiatan mulia ini harus di ikuti oleh semua kabupaten kota di Aceh. Maka terhindarlah generasi Aceh dari musuh kita musuh negara yaitu narkoba.

Kepala BNN Pidie sudah bekerja untuk menyelamatkan Pidie dari narkola. Bagaimana dengan kepala BNN lain. Ayooo Bersama kita bisa

Selasa, 07 November 2017

Ikut PPG daftar di laman app. simpkb. id

Assamualaikum.... Informasi terbaru adalah mengenai PPG...sebelumnya suratnya sudah kita share.....
PPG (Pendidikan Profesi Guru)  Pengganti PLPG... Mungkin PLPG sudah tidak ada lagi....
Bagi guru yang belum sertifikasi silahkan buka SIMPKB nya masing2... Disana sudah diberikan undangannya untuk mendaftar...yang diundang itu guru yang sudah memenuhi s oleh sistem... Data nya diambil dri data Dapodik sekolah kita masing2 pertanggal 31 Juli 2017...jadi disarankan bagi guru yg belum sertifikasi untuk mendaftar....tatacara pendaftaran:
1. Buka laman app. simpkb. id
2. Login menggunakan akun simpkb masing2
3. Setelah login akan muncul undangan lalu lakukan pendaftaran...
4. Isi semua formulir yg tertera lalu upload dokumen Ijazah Asli nya yg sudah di Scan (minimal 100kb maksimal 1Mb)....ingat ya... Yg di scan itu ijazah asli bukan yg lain.
5. Setelah mendaftar silahkan cek bukti ajuannya... Nanti akan kita informasikan apakah di kumpul di dinas atau langsung LPMP (menunggu)..nnti kita informasikan kembali

Perlu diketahui bagi yg sudah mendaftar akan dilakukan pretest diperkirakan tanggal 25 s/d 30 November 2017 (info lebih lanjut akan di informasikan kembali) . Hasil pretest ini akan menjadi acuan pelaksanaan PPG untuk thun 2017 dan seterusnya... Jdi pastikan hasil pretest ini semaksimal mungkin (nilai minimal kita belum tahu)
Pertanyaan yg banyak ditanyain apakah PPG ini biaya pemerintah atau mandiri.... Stlah di konfirmasi LPMP biaya nya di tanggung oleh yang mengundang (pemerintah pusat)...

Bagi perserta PLPG 2017 dan Peserta UTN yg mendapatkan undangan di simpkb nya utk mengabaikan undangan tersebut... pihak pusat sedang sinkronisasi data Peserta PLPG 2017 dan Peserta UTN 2017....

Ayooo manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan Sertifikat Pendidik....

Jika ada informasi lebih lanjut akan kami sampaikan kembali..

Terima kasih

Senin, 06 November 2017

Stop Narkoba, Kepala BNN lantik Wakakesiswaan SMA SMK

Aa Aa,qSigli. Seluruh Indonesia sudah kena Narkoba. BNN saweu sekolah, BNN saweu pesantren, BNN saweu Meunasah merupakan program yang andalan BNN segai antisipasi pemberantasan narkoba.

BNN saweu sekolah yang akan kami lakukan disekolah sekolah. Mobil unit yang sebentar lagi di resmikan oleh Bupati Pidie akan kita gunakan segai sarana untuk mensosialisasikan program anti narkoba.

Kita tidak boleh berpangku tangan untuk memberantas narkoba. Sekolah menjadi tujuan yang akan membantu BNN memberantas narkoba.

Wakil kesiswaan adalah orang yang langsung berhubungan dengan siswa maka Waka kesiswaan menjadi ujung tombak disekolah.

Waka kesiswaan yang sebentar lagi kita lantik.
Kami mohon Waka kesiswaan harus ikhlas bekerja membersihkan siswa dari bahaya Narkoba sambutan kepala BNN Aceh Jendra Drs. Faisal Abdul Nasser, MM di SMA 2 Sigli.

Cara mendaftar Peserta Diklat PPG di SIM PKB

Program pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan  dipriorotaskan untuk guru yang bertugas / mengajar tetapi belum mempunyai Sertifikat keahlian di bidang tugasnya dengan persyaratan sebagai berikut: Belum memiliki sertifikasi guru, Status kepegawaian Guru (PNS, CPNS, Honor Daerah/GTY), TMT Pengangkatan maksimal tahun 2015, Kualifikasi pendidikan wajib D4/S1, Usia maksimal 58 Tahun pada tahun 2018, Terdaftar di Aplikasi Dapodik.

Jika sudah mengetahui persyaratan-persyaratan Peserta Diklat PPG, Segera cek melalui akun SIM PKB untuk memastikan bahwa anda termasuk daftar Nominasi Calon Peserta PPG. Berikut langkah-langkah untuk mendaftar sebagai Peserta Diklat PPG di SIM PKB:

1. Login pada layanan https://app.simpkb.id/
2. Masukkan Username dan Password login anda
3. Jika berhasil login, sistem akan menyeleksi data GTK anda berdasarkan database Dapodik, apakah anda termasuk daftar Nominasi Calon Peserta PPG atau tidak.
4. Bagi anda yang masuk kriteria peserta PPG, akan ditampilkan kotak dialog undangan sebagai peserta diklat PPG tersebut.
5.Untuk mengajukan diri sebagai peserta diklat, klim tombol mendaftar pada kotak dialog tersebut
6. Pada halaman baru yang muncul, klik tombol mendaftar sekarang.
7. Selanjutnya, lengkapi data ajuan anda pada halaman formulir pendaftaran. pastikan data yang anda isikan sesuai dengan Ijazah anda.
8. Cek kembali data yang Anda daftarkan, jika telah sesuai klik DAFTARKAN.
9. Pada kotak dialog yang muncul, klik tombol CETAK BUKTI AJUAN. untuk mencetak surat Ajuan Pendaftaran Peserta PPG Anda.
10. Selanjutnya, serahkan surat tersebut kepada LPMP Provinsi setempat untuk dilakukan Verifikasi terhadap ajuan pendaftaran Anda.
11. Terakhir Pantau Terus ajuan anda pada halaman tersebut. Halaman Tersebut dapat anda akses melalui menu Prog. Pendidikan Profesi Guru dari halaman beranda akun simpkb.

Batas akhir Pendaftaran pada Tanggal 20 Nopember 2017 pada pukul 23.59 WIB
Mudah-mudahan bermanfaat..

Minggu, 05 November 2017

Kejari pilih Duta Pelajar Sadar Hukum, SMA 1 DELIMA Juara

Sigli. Kejaksaan Negeri Sigli melaksanakan kegiatan seleksi pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum SMA SMK sebagai kabupaten Pidie di Aula SMA 1 Sigli 6 dan 7/11.
Kegiatan kerja sama Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) wilayah II Sigli Disdik Aceh dengan Kejaksaan Negeri Sigli.

Program ini adalah program prioritas PPMG dengan Kejari. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengajak siswa sebagai generasi muda Indonesia yang sadar terhadap hukum. Generasi taat dan patuh terhadap hukum.
Peserta adalah 32 SMA SMK pidie. Setiap sekolah mengirim 3 peserta didik terbaik kata Drs Muslim MM dihadapan kepala kejaksaan negeri Sigli dan peserta.

Kegiatan ini ada sadar dan hukum sebagai keyword. Sadar adalah insaf dan memahami terhadap hukum. Hukum adalah kesepakatan bersama yang harus kita taati dan kita patuhi kata kepala PPMG Wil II.
Said Muhammad SH MH selaku panitia pelaksana  mengharapkan para juara nanti akan mewakili kabupaten pidie ke jenjang PROV. Untuk juara akan ada kegiatan safari atau Jaksa saweu sikula. Para pemenang  untuk memberikan pemahaman hukum kepada teman lain.

Kajari.
Siapa yang berbuat kebaikan maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya dan sebaliknya mengawali pembicaraan Kajari dihadapan siswa peserta lomba. Maka baru kita berbuat baik kepada orang lain agar kita mendapatkan kebaikan itu sendiri ajaknya.

Tidak ada manusia yang tidak diatur oleh hukum. Hidup harus ada aturan aturan inilah dinamakan hukum.
Disiplin kunci kesuksesan kata Kajari dihadapan siswa.
Jaksa ada program binmakum yang memberikan penyuluhan kepadaasyarakat seperti kegiatan hari ini kata Efendi SH MH

Saya puas kegiatan ini karena semua Dewan juri dari Kejari kata salah seorang guru pendamping

Juara I SMA negeri 1 DELIMA
Juara II SMA negeri 3 Unggul Sigli
Juara III SMA negeri 2 Sigli

Jumat, 03 November 2017

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN - menurut Anies Rasyid Baswedan,

PENDIDIKAN YANG MENUMBUHKAN - Berikut ini adalah catatan ringkas dari sambutan Bapak Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta ketika membuka acara Education Expo ASESI (Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia) di TMII tanggal 29 Oktober 2017. Catatan ini dinukil dari grup ASESI dengan sedikit penyesuaian.

Pendidikan adalah tentang masa depan. Pendidikan adalah tentang menyiapkan generasi baru. Pendidikan bukanlah membentuk, tapi pendidikan adalah menumbuhkan. Karena ia menumbuhkan, maka hal yang fundamental yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dan juga iklim yang baik.

Kalau kita membayangkan anak- anak itu sebagai bibit (biji), maka biji itu tidak kelihatan batangnya, tidak kelihatan akarnya, dan tidak kelihatan daunnya karena ia masih biji. Sehebat apapun sebuah biji, maka tidak akan kelihatan semua komponennya. Namun nanti ketika biji tanaman itu sudah tumbuh berkembang, maka akan terlihat batangnya, akan terlihat daunnya, akan terlihat buahnya, akan terlihat bunganya. Tapi saat itu masih berupa biji belum terlihat.

Kadang-kadang kita melihat biji seperti melihat tanaman yang lengkap. Lalu kita ingin biji ini punya semuanya. Punya bunga dan lainnya. Tentu tidak bisa.

Untuk menjadi tumbuhan yang lengkap, biji itu memerlukan waktu, memerlukan proses penumbuhan. Biji yang baik juga membutuhkan lahan yang subur. Di mana lahan yg subur itu?

Di antaranya:

1. Di rumah. Rumahnya harus menjadi lahan yang subur.

2. Di sekolah.

3. Di antara rumah dan sekolah, yaitu di lingkungannya.

Karena itu, ketika berbicara tentang pendidikan maka bayangkan seperti kita menumbuhkan biji itu. Karena itu saya sering mengatakan jangan gunakan kata membentuk, apalagi kalau akhlaq. Akhlaq itu ditumbuhkan,karakter itu ditumbuhkan tidak bisa dibentuk.

Dulu saat kita sekolah pasti pernah praktek biologi tentang dua tanaman yang satu dipasang dekat matahari, yang satu jauh dari matahari. Beloknya beda bukan? Bibitnya sama, tanahnya sama, potnya sama, arah tumbuhnya sama tidak? Maka jawabannya tidak sama. Jadi kita mau belok kanan- belok kiri itu bukan daunnya yang dibelokkan, tapi rangsangannya yang berbeda. Cuacanya diatur, lokasinya diatur. Karena itu mengelola sebuah sekolah, mengelola sebuah intitusi pendidikan itu adalah mengelola rekayasa.

Sebagai contoh, di rumah kita bisa menjadikan anak kita menjadi anak yang individualis atau anak yang dekat dengan saudara-saudaranya.

Misalnya sebuah keluarga dengan empat anak. Kita buat setiap kamar ada kamar mandinya agar semuanya rapi bersih semua. Kamar mandi di dalam kamar. Sementara keluarga yang lain, dengan empat anak juga memiliki rumah dengan kamar mandi satu, di luar kamar. Maka apa yang terjadi? Keluarga yang pertama anak-anaknya tumbuh individualis. Semuanya diselesaikan sendiri. Keluar kamar semua sudah bersih.

Sedangkan keluarga kedua, anak-anak tiap hari rebutan kamar mandi: Ada yang sikatannya lama, ada yg kalau mandi harus diketok-ketok, ada yang sering samponya ketinggalan. Mereka akan tumbuh berbeda dengan anak-anak di keluarga pertama.

Oleh karena itu jangan bayangkan pendidikan itu sesuatu yang tertulis, dibaca, dihafalkan, lalu diuji. Karena pendidikan itu adalah proses pembiasaan.

Jadi kita bisa merancang anak kita sesuai skenario yang kita buat. Karena itu kemewahan keluarga dan kemewahan institusi pendididkan adalah bagaimana membuat aturan main yang membentuk perilaku.

Saya berharap kita yang bergerak dalam bidang pendididkan memikirkan rekayasa itu. Sekolah kita hari ini: anaknya abad 21, gurunya abad 20, ruang kelasnya abad 19.

Kalau mau memikirkan sekolah dan pendidikan, maka pikirkanlah masa depan. Rekayasalah untuk masa depan. Umat islam gagal atau berhasil bukan masalah mampu dan tidak mampu, tapi bagaimana cara mengantisipasi perubahan. Ini PR -nya.

Karena itu kalau mengukur keberhasilan anak-anak kita sekarang kita jangan lihat hari ini. Bijinya di nilai nanti kalau sudah tumbuh baru akan nampak dan bisa dinilai, biji, daunnya, dan batangnya.

Jangan terlalu puas dengan penilaian hari ini. Penilaiannya besok, karena inilah proses penumbuhan. Sehingga kami berharap Anda yang mengelola bidang pendidikan jangan puas dengan ukuran hari ini dan siapkan masa depan.

Dalam proyeksi pendididkan abad 21 ada 3 komponen yang mendasar:

1. Karakter/akhlaq

a. karakter moral (iman, taqwa, jujur, rendah hati)

b. karakter kinerja (ulet, kerjakeras, tangguh, tidak mudah menyerah, tuntas)

2. Kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif / kerjasama)

3. Literasi/Keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)

Di masa sekarang, dalam ujian anak-anak disuruh menjawab pertanyaan di sebuah kertas. Di masa depan mungkin ujian hanya dengan kertas kosong tanpa pertanyaan.

Tukang pos bersaing dengan teknologi: WA, email. Profesi hari ini belum tentu di masa depan masih ada, sehingga tanyakan kepada anak-anak besok mau membuat apa. Jangan bertanya mau jadi apa.

Pengelola pendidikan jangan terpukau dengan cerita masa lalu, tapi gelisahlah dengan masa depan. Kemenangan itu disiapkan di ruang keluarga dan di ruang kelas..