Kamis, 22 Juli 2021

DPMGA Umumkan Pemenang Lomba Gampong Aceh


Banda Aceh – Gampong (desa) Ujong Batee, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, ditetapkan sebagai juara pertama Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh tahun 2021. Desa ini menyisihkan 9 peserta lainnya, termasuk Gampong Geuceu Meunara Kota Banda Aceh.

Pemilihan desa terbaik tingkat Provinsi Aceh dilaksanaan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMAG) Aceh. Proses penilaian terdiri atas beberapa tahapan, mulai seleksi dokumen, pemaparan, hingga klarifikasi lapangan.

Kepala Bidang Pemerintahan Mukim dan Gampong DPMG Aceh Teuku Aznal Zahri mengatakan kepada KABARAKTUAL.id, Kamis (22/7/2021), proses penilaian lomba desa dilaksanakan oleh sebuah tim yang dibentuk berdasarkan SK Gubernur Aceh Nomor 414.2/1077/2021 tanggal 14 April 2021.

Untuk tahun ini, kata Aznal, terdapat 10 gampong yang berpartisipasi pada lomba yang dilaksanakan pihaknya. Ke-10 desa tersebut, yaitu:

1.    Ujong Batee, Aceh Selatan

2.    Bukit Kemuning, Aceh Tengah

3.    Pante, Aceh Utara

4.    Leupe, Aceh Jaya

5.    Bundar, Aceh Tamiang

6.    Timang Gajah, Bener Meriah

7.    Beurawang, Pidie Jaya

8.    Geuceu Meunara, Kota Banda Aceh

9.   Buket Meutuah, Kota Langsa

10. Lae Saga, Kota Subulussalam

Mantan Kacabdis Pendidkan Aceh Utara itu menambahkan, setelah dilakukan penilaian oleh tim, ditetapkan 6 desa yang masuk nominasi. Keenam desa itu adalah Ujong Batee, Bukit Kemuning, Pante, Geuceu Meunara, Buket Meutuah, dan Lae Saga.

Setelah melewati tahapan penilaian yang sangat alot, kata Aznal, tim penilai akhirnya menetapkan Ujong Batee sebagai juara pertama, Lae Saga juara dua, dan Bukit Kemuning juara tiga. Penetapan pemenang telah ditetapkan dalam keputusan Gubernur Aceh Nomor: 4144/1341/2021 tanggal 8 Juli 2021.

Aznal menerangkan, para juara lomba gampong ini mendapatkan dana pembinaan dari Pemerintah Aceh, masing-masing Rp 100 juta untuk juara I, Rp 90 juta untuk juara II, dan juara III mendapatkan Rp 80 juta. Selain itu, masingmasing juara juga mendapatkan piala, plakat dan piagam.[]

Sudah tayang di Kabaraktual. Id dan acehsiana.com

Minggu, 18 Juli 2021

Mak Ni dan Literasi Dipojok Capella

BrataNews. Suatu pagi saya singgah di sebuah bengkel servis sepeda motor. Saya ingin servis motor scoopy yang sudah beberapa bulan tidak servis. 

Seperti biasa sambil menunggu servis, kami duduk di tempat yang telah disediakan. Kami duduk berdelapan orang menunggu antrian. Diantara delampan, ada tiga ibu ibu, dua diantaranya asyik ngobrol seputaran pekerjaan sepertinya ibu guru, 

Sangat tertarik pada satu ibu mungkin umurnya sekitar 70an tahun juga, setelah saya wawancara ringan ibu ini berumur 72 tahun, beliau membawa motor untuk di servis. 

Sebagian asyik ngobrol dan yang lain berhape ria, namun ibu ini asyik membaca buku berjudul 40 Majelis Bersama Rasulullah karangan Dr Adil Bin Ali Asy-Syafii penerbit Fatiha.

Berselang 27 menit ibu ini menganti buka bacaan lain berjudul Sahabat Rasulullah. 

Cerita ini menjadi pelajaran terindah buat pembaca dimana seorang ibu berusia 72 tahun nama sapaan Kak Ni orang kampong Aree Pidie masih memanfaatkan waktu luang untuk ber literasi.

Sigli, 4 Juli 2021
Hamid

Senin, 12 Juli 2021

Jutaan Penduduk Dunia Menangis Baca Pidato Presiden Uganda, Ini isi pidatonya

akarta- Pidato Presiden Uganda ini kembali viral di beberapa medsos. Infonya, ini salah satu salah satu pidato Covid terbaik sampai sekarang dari siapa pun di dunia ini. Dialah Presiden Uganda KAGUTA MUSEVENI yang memperingatkan orang-orang yang berperilaku buruk selama periode COVID-19 ini, "Tuhan memiliki banyak pekerjaan, Dia harus menjaga seluruh dunia. Dia tidak bisa hanya berada di sini di Uganda untuk menjaga orang-orang bodoh ...".

Berikut ini adalah pidato lengkapnya:

"Dalam situasi perang, tidak ada yang meminta siapa pun untuk tinggal di dalam rumah. Anda memilih untuk diam di rumah. Bahkan, jika Anda memiliki ruang bawah tanah, Anda bersembunyi di sana selama pertempuran terus berlanjut.

Semasa perang, Anda tidak memaksakan kebebasan Anda. Anda rela menyerahkannya sebagai imbalan untuk bertahan hidup.

Selama perang, Anda tidak mengeluh kelaparan. Anda menahan lapar dan berdoa agar Anda bisa hidup untuk makan lagi.

Selama perang, Anda tidak berdebat tentang membuka bisnis Anda. Anda menutup toko Anda (itupun kalau cukup waktu), dan lari untuk menyelamatkan hidup Anda. Anda berdoa untuk hidup lebih lama hingga perang usai sehingga Anda dapat kembali ke bisnis Anda (itupun jika belum dijarah atau dihancurkan oleh tembakan mortir).

Semasa perang, Anda bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan hidup di dunia ini.

Selama perang, Anda tidak khawatir anak-anak Anda tidak bersekolah. Anda berdoa agar pemerintah tidak memaksa mereka sebagai tentara untuk dilatih di sekolah yang berubah menjadi pelatihan militer.

Dunia saat ini sedang berperang. Perang tanpa senjata dan peluru. Perang tanpa tentara manusia. Perang tanpa batas. Perang tanpa perjanjian gencatan senjata. Perang tanpa arena. Perang tanpa zona terlarang.

Tentara dalam perang ini tanpa ampun. Tidak memiliki setitik pun rasa kemanusiaan. Tidak pandang bulu - tidak peduli apakah anak-anak, wanita, atau tempat ibadah yang diserangnya. Tentara ini tidak tertarik pada rampasan perang. Tidak ada niat untuk mengubah rezim. Tidak peduli tentang sumber daya mineral yang kaya di bawah bumi. Bahkan tidak tertarik pada hegemoni agama, etnis atau ideologis. Ambisinya tidak ada hubungannya dengan superioritas rasial. Ini adalah tentara yang tidak terlihat, cepat, dan sangat efektif.

Agenda satu-satunya adalah panen kematian. Hanya kenyang setelah mengubah dunia menjadi satu lahan kematian besar. Kapasitasnya untuk mencapai tujuannya tidak diragukan lagi. Tanpa mesin darat, amfibi dan senjata udara, ia memiliki pangkalan di hampir setiap negara di dunia. Pergerakannya tidak diatur oleh konvensi atau protokol perang apa pun. Singkatnya, ia adalah hukumnya tersendiri. ia adalah Coronavirus. Juga dikenal sebagai COVID-19 (karena mengumumkan kehadiran dan niatnya yang merusak di tahun 2019)

Syukurlah, pasukan ini memiliki kelemahan dan bisa dikalahkan. Hanya membutuhkan tindakan kolektif, disiplin dan kesabaran kita. COVID-19 tidak dapat bertahan dari jarak sosial dan fisik. Ia hanya berkembang ketika Anda menantangnya. Senang sekali dikonfrontasi. Namun menyerah dalam menghadapi jarak sosial dan fisik kolektif. Ia tunduk pada kebersihan. Tidak berdaya ketika Anda mengambil takdir Anda di tangan Anda sendiri dengan menjaganya tetap bersih sesering mungkin.

Ini bukan waktunya untuk menangis tentang roti dan mentega seperti anak-anak manja. Kitab suci mengatakan kepada kita bahwa manusia tidak akan hidup dari roti saja (tetapi dari setiap Firman yg keluar dari mulut Allah). Mari kita patuhi dan ikuti instruksi dari pihak berwenang. Mari kita ratakan kurva COVID-19. Mari melatih kesabaran. Mari menjadi penjaga saudara kita. Dalam waktu singkat, kita akan mendapatkan kembali kebebasan, perusahaan, dan sosialisasi kita. " Pidato publik terbaik dan paling cerdas yang pernah dibuat selama Covid-19.

Lihat artikel asli

Kamis, 08 Juli 2021

Nek Munah wanita Pijay berusia 130 Tahun, Begini cara merawatnya


Nenek Munah Asal Pijay, Wanita Tertua di Dunia Dan Sudah Berusia 130 Tahun
Nek Mudah

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Seorang wanita bernama Maimunah warga Gampong Blang Miroe Tunong, Kecamatan Bandar Dua Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya , Aceh , kini berumur 130 tahun , luar biasanya, nenek tersebut masih terlihat sehat dan bisa beraktivitas.

Maimunah alias Nek Munah ini masih memiliki tenaga layaknya nenek lain yang masih berumur sekitar 70 tahun, dimana Nek Munah saban hari dia tinggal bersama anak ketiganya bernama Hafsah beserta cucu dan cicitnya.

Nek Munah disebut sebagai salah satu orang tertua di dunia karena saat ini telah berusia 130 tahun, dan tinggal di gubuk yang sederhana.

Nek Munah ini sempat menikah dua kali, semasa gadisnya sekira tahun 1900-an, sang nenek menikah dengan suami pertama namun tidak dikaruniai anak.Pernikahan keduanya dengan suami yang bernama Muhammad Dali dikaruniai 12 anak.

Namun 10 di antaranya telah berpulang ke Rahmatullah dan hanya 2 orang anaknya masih hidup sampai sekarang.Usman M Dali anak ke 2 sekarang berumur sekira 78 tahun dan Hafsah M Dali berusia 75 tahun.
“Setahun lalu, ibu masih tinggal dirumah peninggalan almarhum suaminya di seberang jalan depan rumah ini, namun sudah beda desa yaitu Gampong Beurasan,” tutur Hafsah kepada wartawan di kediamannya, Minggu (6/6/2021).

Karena sudah renta dia tidak ingin membiarkan orangtuanya tinggal sendiri. “Tidak mungkin kami membiarkan ibu sendiri. Walaupun sampai sekarang Beliau masih menuntut agar rumahnya dibangunkan kembali karena rumahnya yang dulu sudah tiada,” ceritakan Hafsah
Demi menyenangi hati ibunda tercinta, Hafsah bersama abangnya Usman telah membelikan beberapa material untuk membangun kembali gubuk di lahan yang berada di seberang jalan tersebut.

Dia menyebutkan, semasa masih muda dulu sampai saat ini, ibunya sudah membantu orang lain dengan mengobati penyakit seperti muntah darah akibat serbuk dan lainnya. "Ibu mengobati orang sakit dengan berdo'a kepada Yang Maha Kuasa serta memberikan ramuan racikannya,” akui Hafsah
Saat ini, keadaan kedua matanya masih bisa melihat dengan jelas.

Begitu juga rambutnya yang masih belum beruban. Untuk pendengarannya sudah kurang pas begitu juga pembicaraan tidak begitu jelas lagi. “Mungkin karena lidahnya sudah mulai menciut dan giginya sudah tiada,” ujarnya.

Meski sudah berusia sangat renta, nenek Maimunah ternyata masih sanggup melakukan pekerjaan rumah sehari-harinya. Dengan bantuan tongkatnya, dia masih bisa berjalan-jalan sendiri dan melakukan aktivitas hariannya seperti mandi dan salat.

Nek Munah yang terlihat putih bersih dan berseri ini juga merupakan sosok yang selalu berserah diri pada Allah Maha Kuasa. Dia selalu tersenyum bahagia saat disapa orang lain.

“Dia juga selalu rajin menjalankan ibadah salat 5 waktu, salat sunah dan salat tahajud. Begitu adzan berkumandang, dia akan segera bangkit mengambil air wudhu dan bersiap untuk salat,” tuturnya.

Bahkan saat duduk beristirahat, dari mulutnya selalu berzikir dan bertasbih. “Dari mulut Nek Munah selalu terdengar zikir dan mencucapkan nama Allah SWT. Dia berdoa kepada siapa saja tamu yang menjenguknya,” tandasnya.

Diketahui, manusia tertua di dunia, yang pernah diberitakan berasal dari Shime, Prefektur Fukuoka, Tokyo yakni Kane Tanaka, yang pada Mei 2021 lalu berusia 118 tahun. Jika benar Nek Munah sudah berusia 130 tahun maka dialah manusia tertua di dunia.(*)

Sumber:Inews