Rabu, 31 Oktober 2018

Kabid pembinaan SMA tutup Giat PMR Siwa SMK: Aceh Tengah juara II

Banda Aceh. Giat Palang Merah Remaja Siswa SMK se-Aceh telah berlangsung selama 5 hari di hotel Aceh syariah. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Dinas Pendidikan Aceh dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bulat sabit merah.

Peserta adalah siswa SMK se-Aceh dari 23 kabupaten/kota. Setiap kabupaten kota mengirim utusan 9 siswa. Mereka dilatih penanggulangan pertolongan pertama bencana alam, kecelakaan, bahkan pertolongan pertama di sekolahnya. Cara mendonor darah dan menjaga kebersihan.

Zulkifli SPd MPd Kabid pembinaan SMA dan PKLK dalam penutupan kegiatan meminta peserta untuk berkomitmen menjalankan tugas mulia ini dalam memberikan pertolongan kepada siapapun yang mengalami musibah. Apakah kalian siap tanya Kabid dengan serentak siswa menjawab siap pak.

Kabid  SMA Zulkifli ikut didampingi oleh Abdul Hamid SPd MPd PLT kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Aceh Tengah juga meminta panitia untuk terus memantau kegiatan pasca pelatihan giat PMR siswa ini. Jangan sampai kegiatan berakhir disini tanpa implementasi di sekolah. Kepada siswa juga diminta kalian harus bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekolah, kedisplinan, tanpa membuang sampah sesuka hati ya pinta Kabid yang murah senyum.

Kegiatan giat palang merah remaja siswa berakhir dengan memberikan hadiah kepada sang juara, juara ini berdasarkan nilai komulatif dari semua kegiatan dari pertama masuk ke sini sudah dinilai, sikap, disiplin, kekompakan tim, cara berkomunikasi, keseriusan melakukan kegiatan kata Zulkifli sebagai panitia pelaksana juga mantan kepala Tekkomdik Aceh.

Berdasarkan perolehan nilai maka yang menjadi juara adalah juara I kontingen Kota Banda Aceh, juara II kontingen Aceh Tengah dan juara III kota Langsa, kepada pemenang mendapatkan mendali, piagam dan uang pembinaan laporan gureacehnews.

Aceh Raih Emas di FLS SMK Tingkat Nasional

Gureacehnews. Festival Literasi Sekolah (FLS) SMK tingkat Nasional tahun 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Bogor selesai dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 30 Oktober 2018 dipusatkan di gedung Kemendikbud Jakarta dan The Mirah Hotel Bogor, ditutup oleh Direktur pembinaan SMK Kemendikbud Dr.Bahrum. untuk tingkat SMK, lomba yang diperlombakan meliputi Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi, Cerita Kearifan Vokasi Nusantara, Pojok Baca Vokasi dan Moda Literasi Vokasi Bergerak. Kegiatan FLS SMK tahun 2018 tingkat Nasional, selain kegiatan lomba siswa juga dirangkai dengan kegiatan apresiasi seni, pameran Literasi, bedah buku, dan Diskusi seputar pengembangan Literasi di Indonesia.

Aceh pada tahun 2018 mengirim 6 perwakilan, untuk mengikuti 4 bidang yang dilombakan pada grand final FLS. Ke enam siswa tersebut berasal dari SMKN 1 Al Mubarkeya, SMKN Taman Fajar, SMKN 1 Takengon dan SMKN 1 Bendahara. Para siswa yang mewakili Aceh merupakan masing-masing pemenang tingkat Provinsi. Setelah melewati berbagai proses seleksi mulai tingkat provinsi, kemudian tingkat Nasional secara daring, ke enam siswa tersebut lolos 10 besar Nasional dan berhak mengikuti grand final di Jakarta.

Setelah melewati rangkaian penilaian yang dilakukan oleh dewan juri Nasional, akhirnya perwakilan Aceh pada bidang Cipta Buku Elektronik Tokoh Vokasi berhasil menjadi juara 1. Siswa yang berhasil meraih juara 1 tersebut atas nama Rajawali Saputra dan Elvia Yunda dari SMKN 1 Takengon, sedangkan untuk juara 2 diraih oleh perwakilan Sumatra Barat dan juara ke 3 dari perwakilan DKI Jakarta.

Karya buku elektronik yang diciptakan oleh perwakilan Aceh mengangkat judul tentang "Pengusaha Kopi Sukses". Buku tersebut menceritakan tentang seorang pengusaha kopi yang sukses mengelola usahanya. Ide mengangkat judul buku tersebut disesuaikan dengan tokoh vokasi yang mampu membangun ekonomi masyarakat serta memilki motivasi enterpreneur.

Direktur pembinaan SMK ketika menutup acara memberikan apresiasi yang luar biasa untuk karya-karya siswa SMK. Kita akan terus berusaha memberikan kesempatan dan peluang bagi siswa SMK di seluruh Indonesia untuk dapat berkarya, apalagi menghadapi era Industri 4.0 lulusan SMK harus literat. sebutnya

Juara bidang lomba lainnya, untuk bidang Cerita Kearifan Vokasi Nusantara juara 1 diraih Jawa Tengah, juara 2 Bali, dan juara 3 Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk bidang lomba Sudut Baca Vokasi, juara 1 diraih oleh Riau, Juara 2 Jawa Barat dan juara 3 Jawa Timur. Pada bidang lomba Moda Literasi Vokasi Bergerak juara 1 diraih oleh Jawa Barat, juara 2 Sumatra Selatan dan juara 3 Nusa Tenggara Barat.

Kontributor: Fitriadi

Selasa, 23 Oktober 2018

Disdik Pidie jaya Kembali Melatih 200 Pendidik PAUD

MEUREUDU (23/10/2018) - Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie Jaya (Pijay) kembali melatih 200 guru PAUD setalah tahun 2017 sudah melatih sebanyak 400 peserta dari kalangan guru Pendidikan Anak Usia Usia Dini (PAUD) untuk peningkatan dasar. Pelatihan tersebut berlangsung sejak 23 sampai 26 Oktober 2018.

Dalam sambutannya Kepala Disdik Pidie Jaya, Saiful Rasyid MPd mengatakan, pelatihan bagi 200 tenaga pengajar (guru) tenaga pendidik tingkat dasar bagi guru PAUD dalam lingkungan Disdik.
Ini merupakan salah satu komitmen dalam menyiapkan para tenaga pendidik yang berkompeten dan memenuhi kualifikasi. Yang selama ini, masih banyak guru PAUD di Pijay yang belum memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi, dan umumnya para guru hanya lulusan SLTA atau jenjang pendidikan Strata Satu (S1) bukan bidang PAUD
"Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi pengolola dan Guru PAUD tingkat dasar bagi guru PAUD ini merupakan komitmen kami supaya mereka punya kopentensi dalam mendidik anak anak di usia dini, jelasnya.

Selain itu, mereka juga belum mengikuti diklat berjenjang tingkat dasar. Diharapkan dengan pelatihan dasar ini, kompetensi guru bisa lebih jauh meningkat lagi. "Setidaknya memahami 10 materi dasar diklat seperti memahami konsep dasar PAUD, memahami perkembangan anak, membuat rencana pembelajaran dan mampu melakukan penilaian perkembangan anak,"jelas Saiful.

Sementara Kepala Balai Pengembangan Paud dan Dikmas Aceh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) As`ari, S.Pd, M.Pd, selaku pemateri menegaskan bahwa “Guru PAUD harus menjadi pioneer yang memiliki integritas, etos kerja dan memiliki semangat gotongroyong dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter dan islami di masa yang akan datang, terutama membangun generasi keemasan yang berkualitas tanpa diskriminasi di satuan pendidikan yang lebih baik”, tegasnya.
Selain bapak As’ari sebagai pemateri dalam pelatihan ini juga difasilitasi oleh Ety Rohaety, M.Ed.Psy tentang Materi Psikologi Anak, dan fasilitator Daerah Kabupaten Pidie Jaya.

Kontributor Pijay: Mashadi

Jumat, 19 Oktober 2018

Cabdin Takengon Bimtekan MKKS formula Guru Abad 21

Takengon. Cabdin Takengon laksanakan bimtek kepala sekolah SMA SMK dan LB selama 6 hari di penemas hotel 19/10. L adalah sekolah yang begitu kita masuk ke pekarangan sekolah kita sudah merasakan hal itu kata Muhammad Yani Narsum dari PPPPTK Bandung. Yani sapaan akrab untuk Narsum menambahkan gaya belajar siswa berbeda ada yang visual, kinestetik. Guru harus memahami gaya belajar siswa agar semua siswa merasa aman dalam belajar. Supervisi bagian penting yang harus dilakukan oleh kepala sekolah. Hal ini untuk membantu guru di kelas. Melihat kemampuan guru untuk memudahkan kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru. Kompetensi guru adalah bagian penting yang harus dijadikan tolok ukur menentukan arah kebijakan mutu sekolah. Menentukan program prioritas disetiap sekolah juga tugas penting yang harus dilakukan oleh kepala sekolah. Guru abad 21 harus memiliki akhlak yang baik, menguasai bahasa asing, menguasai IT, memiliki akademik yang baik (S2) dan memiliki jiwa entrepreneur kata Misbah kepala SMAN 4 Takengon. Faktor sukses antara lain jujur, disiplin, terampil, dukungan keluarga. Kerja keras, mencintai pekerjaan, kepemimpinan, semangat dan kepribadian komperhensif. Guru harus bekerja keras, aktif kreatif inovatif, mencintai literasi sehingga guru dicintai siswa tambah zuchryan kepala SMAN 3 TMG dalam diskusi kelompok. Memiliki ATM (amati teliti dan modifikasi) kemapuan inilah yang paling utama untuk guru abad 21.

Cabdin Takengon Laksanakan Bimtek Musyawarah Kerja Pengawas dan Kepsek

Takengon. Cabdin Takengon adakan bimtek Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan pengawas SMA SMK dan LB kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah di aula penemas hotel selama 6 hari sejak 18-23 Oktober 2018. Bimtek ini dengan pola 66 jp siang sampai malam. Materi Manajemen Perubahan salah satu materi yang harus di miliki diikuti kepala sekolah dan pengawas. Peserta dengan antusias mengikuti materi ini. Dedy Rahmadi narasumber dari bandung menyampaikan Tujuan pentingnya Manajemen Perubahan dalam Pendidikan antara lain Melalui pendampingan pengawas sekolah, kepala sekolah mempunyai kemampuan dalam hal: 1. Menjaga iklim di sekolah menjadi lebih terbuka dan jujur sehingga warga sekolah merasa puas dan bangga. 2. Mempertahankan loyalitas warga sekolah dan membuat warga sekolah memiliki kebanggaan di sekolah mereka sendiri 3. Beradaptasi dengan perubahan bidang pendidikan 4. Berprestasi memenuhi harapan pelanggan. lanjutan Dedy dari hasil curah pendapat para peserta bintek, diketahui ada 5 (lima) perubahan di dalam bidang pendidikan, yakni: 1. Kurikulum 2. Alih kelola pendidikan 3. Beban kerja Guru, KS, dan PS 4. Tugas Kepala Sekolah 5. Akreditasi Setelah diberikan dasar hukum dan regulasi pendukung kelima perubahan dalam bidang pendidikan tersebut, dilakukan diskusi kelompok. Peserta dibagi menjadi 10 (sepuluh) kelompok, masing-masing membahas satu perubahan. Masing-masing kelompok dikoordinir oleh PS dengan anggota KS binaannya. Diskusi kelompok diarahkan untuk menjawab pertanyaan sbb: 1) Apa yang anda ketahui tentang perubahan dan manajemen perubahan? 2) Bagaimana sikap anda terhadap perubahan yang terjadi di sekolah? 3) Masalah-masalah apa saja yang terjadi akibat perubahan tersebut? 4) Usaha apa saja yang telah dilaksanakan dalam menyikapi perubahan dan menyelesaikan permasalahan tersebut? 5) Program apa saja yang akan disusun dalam mengelola perubahan berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan di sekolah? Ulas Dedy Rahmadi narasumber juga mantan kepala SMK berprestasi nasional.

Kamis, 18 Oktober 2018

Cabdin Aceh Tengah Latih Guru PAI Penilaian

Takengon. Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Tengah melatih guru Pendidikan Agama Islam penyusunan penilaian kepada 60 guru. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 7 hari di aula gedung PPMG 18/10.

Prinsip prinsip pembuatan soal guru harus memahami validitas, Reliabilitas, obyektif, dan mendidik. Ini materi yang sangat penting bagi semua guru kata Kamarullah dan Mulyadi Idris narasumber dari badan Diklat keagamaan Aceh.

Mulyadi menambahkan penilaian harus dilaksanakan secara obyektif oleh karena itu harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang tejas. Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dalam meningkatkan kualitas belajar dan pembinaan peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara obyektif.

Ratna, SPd guru SMA 9 Takengon salah seorang peserta menyampaikan" saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena pematerinya menyenangkan dalam membawa materi dan tidak menoton. Selain itu materi sangat bermanfaat bagi kami". Pembuatan saol pilihan ganda mudah memeriksa hasil tapi susah membuat soal tapi soal easy mudah membuat soal sudah memeriksa. Setelah kami ikuti pelatihan ini kami sudah mendapatkan teknik penilaian yang mudah bagi kami juga tidak menjebak siswa kami kata Liza yulia peserta lainnya.

Selasa, 16 Oktober 2018

DISDIK PIDIE JAYA SOSIALISASI AKREDITASI PAUD DAN PNF

Meureudu. Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Akreditasi PAUD dan PNF,  kegiatan ini betermpat di Aula Kantor Bupati lama Kabupaten Pidie Jaya 16/10. Dengan jumlah peserta 30 orang perwakilan dari lembaga PAUD (TK.,RA, KB) PKBM dan LKP.

Sekretaris Disdik Pidie Jay, Saifuddin, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, “dalam undang undang nomor 20 Tahun 2003, sudah dimuat tentang satuan pendidikan untuk penilain dari semua jejang tingkat pendidikan, oleh karena itu diperlukan kinerja yang sungguh sungguh dari pihak lembaga dan sekolah, apalagi sekarang sudah serba online semua”. Ujar nya

Acara dilanjutkan dengan materi kebijakan BAN Paud dan PNF dan pemahaman aplikasi sispena, Assesor BAN PAUD dan PNF Provinsi Aceh yang kedepannya akan selalu bekerja sama memajukan mutu pendidikan Pidie Jaya terutama dalam penyiapan akreditasi. Dengan sosialisasi ini diharapkan juga jumlah lembaga yang ikut akreditasi di Pidie Jaya meningkat.

Kontributor Pijay Mashadi

Jumat, 05 Oktober 2018

Tekkomdik Aceh Latih Guru SMA SMK CABDIN Takengon memanfaatkan Media TIK

Gureacehnews.Takengon. pelatihan kepada guru terus dilakukan untuk menyiapkan guru guru handal sesuai dengan tuntutan zaman. Melatih guru membuat animasi dan mengajar berbasis IT dikelas salah satu program Disdik Aceh untuk membantu guru dalam mejalankan tugas sebagai pengajar kata Abdul Hamid Plt kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Aceh Tengah pada pembukaan pelatihan Bimtek teknis pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK 3/10 di aula Gedung PPMG.

Anwar kasi Tekkomdik Aceh juga penanggungjawab program menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan bimbingan teknis pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK ini dilaksanakan di 23 kabupaten/kota se-Aceh. Untuk guru Aceh Tengah dilaksanakan sejak tanggal 3 sampai 5 Oktober dengan jumlah peserta 25 orang. Pelatihan ini khusus melatih guru untuk mampu menggunakan teknologi IT terutama dalam membuat media pembelajaran. Dengan media pembelajaran berbasis TIK sangat membantu guru dalam mengajar. Selain itu guru sudah mampu memanfaatkan rumah belajar berbasis web tambah Anwar.

Kami berterimakasih kepada dinas pendidikan Aceh dan tekkomdik yang telah memberikan kesempatan kepada kami. Ini ilmu baru bagi kami. Ilmu ini sangat membantu kami dalam menyiapkan bahan ajar kata seorang peserta dari SMA 2 Takengon. Mohon kepada pak Anwar program ini tahun depan masih tetap ada imbuh guru SMA 5 Takengon juga sebagai peserta terbaik di program ini.

Kamis, 04 Oktober 2018

Disdik Aceh Latih Siswa Enterpreneur buat Market Day online komunitas siswa SMA Aceh Tengah

Gureacehnews Takengon.Disdik Aceh latih  kewirausahaan untuk siswa SMA Aceh Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yang dipusatkan di SMA 2 Takengon 2/10.

Pelatihan ini dikhususkan untuk menyiapkan generasi muda yang berwiusaha. Pengenalan program. Perkoperasian, praktek membuat produk Kata Zulkifli SPd MPd.

Menyusun bisnis yang baik dan menarik ini salah satu materi yang harus dikuasai oleh peserta. Siswa dipaksakan untuk mengeluarkan ide bisnis. Bagaimana membuka usaha, dan cara menjual kata Naza Satia Putra instruktur juga konsultan lapangan BLU Cafee kementrian kelautan dan perikanan.

Kuliner, pakaian, hasil pertanian merupakan produk yang harus mampu menjual.  Hal inilah dilatih agar mampu  mengolah dan memasarkan sehingga laku dan memperoleh hasil dari usahanya.

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa sebagai langkah awal menyiapkan generasi muda kewirausahaan sehingga menjadikan  masyarakat Aceh yang produktif memiliki penghasilan harap Lukman.

Lukman juga meminta kepala sekolah terus membina siswa yang sudah di latih sehingga ilmu ini bermanfaat untuk membiayai kebutuhan hidupnya.